Thursday, January 21, 2010

Suku Talang Mamak Riau

2


Setelah kurang lebih 7 jam naik mobil dari Pekan Baru (sebenarnya bisa lebih cepat lagi namun karena kondisi jalan yang tidak terlalu baik karena hujan jadi perjalanan agak lama), akhirnya sampailah saya di Desa Talang Gedabu, lokasi dimana suku Talang Mamak tinggal. Suku Talang Mamak termasuk golongan Proto Melayu (Melayu Tua), yang merupakan suku asli Indragiri Hulu. Suku ini disebut juga "suku Tuha" atau suku pertama datang.

Suku ini berasal dari Pagaruyung (Sumatera Barat) yang terdesak karena konflik adat dan agama. Suku ini tinggal di beberapa daerah di Indragiri Hulu, dan salah satunya di lokasi yang saya datangi, Talang Gedabu. Menurut mitos, suku ini merupakan keturunan Adam ketiga yang berasal dari kayangan dan turun ke bumi, tepatnya di Sungai Limau dan menetap di Sungai Tunu (Durian Cacar, tempat Pati). Hal ini terlihat dari ungkapan "kandal Tanah Makkah, Merapung di Sungai Limau, menjeram di Sungai Tunu." Itulah manusia pertama di Indragiri nan bernama Patih.



Sebagian besar warga Suku Talang Mamak di Desa Talang Gedabu beragama Islam. Mereka menyebut dirinya Islam Langkah Lama, dimana mereka percaya pada roh-roh leluhurnya. Adat istiadat masih dipegang kuat oleh suku Talang Mamak tersebut, terutama terkait dengan upacara daur hidup (kelahiran, pernikahan dan kematian).

Kedekatan Suku Talang Mamak dengan lingkungan tampak dari adat istiadat mereka. Dimana untuk menebang pohon, mereka akan melakukan upacara adat meminta izin kepada leluhur mereka. Tidak hanya itu saja, mereka dilarang menebang pohon yang menghasilkan (misal pohon buah).

Suku Talang Mamak dalam Pusaran Kapitalisme
Perubahan merupakan sesuatu hal yang tidak dapat ditolak. Demikian halnya dengan Suku Talang Mamak. Arus informasi dan komunikasi dengan dunia luar telah menyebabkan mereka sedikit-demi sedikit berubah. Hal yang paling mencolok adalah tentang motor. Jauhnya akses, menyebabkan mereka menginginkan adanya alat transportasi sendiri. Hal ini yang melatarbelakangi mereka membeli motor. Alih-alih membeli motor, lahan mereka justru habis dan motor pun tak dapat diraih.


Thursday, November 19, 2009

World Toilet Day

2

19 November merupakan hari toilet sedunia. Mungkin tidak banyak yang tahu, sebagaimana saya yang tahu satu hari menjelang tanggal 19 November. Sebuah organisasi bernama World Toilet Organization memproklamirkan tanggal tersebut sebagai hari toilet sedunia.

Peringatan ini bukan tanpa alasan, bagaimana tidak karena toilet, masalah sanitasi masih menjadi persoalan yang kompleks saat ini.Lebih dari 2,5 milyar orang di seluruh dunia tidak mempunyai akses akan toilet yang layak. Setiap tahun, kurangnya fasilitas toilet telah menyebabkan 200 juta ton kotoran manusia tidak terbuang pada tempat yang sesuai. Ini menyebabkan lingkungan tercemar dan jutaan orang terancam penyakit.

Di Indonesia toilet masih menjadi persoalan. Di beberapa tempat di negeri ini, terutama di daerah-daerah terpencil penduduknya tinggal tanpa fasilitas MCK. Di ibukota sekalipun, masih ada warga yang tidak mempunyai fasilitas MCK di tempat tinggalnya.

Persoalan toilet atau MCK menjadi penting karena ini terkait dengan persoalan kesehatan. Oleh karenanya, yang menjadi persoalan bukan hanya kelangkaan toilet/ MCK tetapi juga adanya toilet/ fasilitas MCK yang bersih dan sehat.




Wednesday, November 04, 2009

Mereka Yang Mati Muda

1

beruntunglah mereka yang mati muda
Seorang filsuf Yunani, sebagaimana dikutip oleh Gie mengatakan "Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. 

Bahagialah mereka yang mati muda." Meninggal di usia muda, mungkin bagi beberapa orang berarti semakin sedikit waktu bersama dengan mereka yang kita sayangi atau semakin sedikit waktu kita untuk berbuat sesuatu bagi kehidupan yang lebih baik. Namun meninggal di usia muda membuat kita tidak banyak melakukan perbuatan yang tercela. Beberapa orang besar meninggal di usia muda. 

Wolter Monginsidi (24 tahun) 
Robert Wolter Mongisidi atau Bote memiliki keinginan yang kuat untuk menuntut ilmu. Hal ini membuatnya meninggalkan kampung halamannya Malalayang menuju Makasar. Dalam usia 18 tahun, Bote telah menjadi guru Bahasa Jepang di Malalayang Liwutung dan Luwuk Banggai Semangat Bote untuk berjuang lepas dari penjajahan, membawanya bergabung dalam LAPRIS (Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi), dimana dia terpilih menjadi Sekjen. Robert Wolter Monginsidi memimpin aksi perlawan rakyat melawan penjajah baik di kota maupun di luar kota. 28 Februari 1947, Bote ditangkap tentara Belanda dan disekap. 17 Oktober 1948, Bote bersama Abdullah Hadade, HM Yoseph dan Lewang Daeng Matari melarikan diri melalui cerobong asap. 10 hari kemudian, Bote ditangkap kembali oleh tentara Belanda dan dijatuhi vonis hukuman mati pada tanggal 26 Maret 1949 oleh hakim Meester B Damen. 

Selama dalam penjara Bote menulis beberapa pesan, yaitu: 
  • Jangan takut melihat masa yang akan datang. Saya telah turut membersihkan jalan bagi kalian meskipun belum semua tenagaku kukeluarkan. 
  • Jangan berhenti mengumpulkan pengetahuan agar kepercayaan pada diri sendiri tetap ada dan juga dengan kepercayaan teguh pada Tuhan, janganlah tinggalkan Kasih Tuhan mengatasi segala-galanya. 
  • Bahwa sedari kecil harus tahu berterima kasih tahu berdiri sendiri…….belajarlah melipat kepahitan ! Belajar mulai dari 6 tahun…dan jadilah contoh mulai kecil sedia berkorban untuk orang lain. 
  • Apa yang saya bisa tinggalkan hanyalah rohku saja yaitu roh “setia hingga terakhir pada tanah air ‘ dan tidak mundur sekalipun menemui rintangan apapun menuju cita-cita kebangsaan yang ketat. 
  • Memang betul, bahwa ditembak bagi saya berarti kemenangan batin dan hukuman apapun tidak membelenggu jiwa…… 
  • Perjuanganku terlalu kurang, tapi sekarang Tuhan memanggilku, rohku saja yang akan tetap menyertai pemuda-pemudi…semua air mata, dan darah yang telah dicurahkan akan menjadi salah satu fondasi yang kokoh untuk tanah air kita yang dicintai Indonesia. 
  • Saya telah relakan diriku sebagai korban dengan penuh keikhlasan memenuhi kewajiban buat masyarakat kini dan yang akan datang, saya penuh percaya bahwa berkorban untuk tanah air mendekati pengenalan kepada Tuhan yang Maha Esa. 
  • Jika jatuh sembilan kali, bangunlah sepuluh kali, jika tidak bisa bangun berusahalah untuk duduk dan berserah kepada Tuhan. 
 Senin tanggal 05 September 1949, adalah hari dimana Robert Wolter Mongisidi dieksekusi. Robert Wolter menghadapi moncong-moncong senjata yang dibidikan kepadanya dan menolak ketika matanya akan ditutup, ia berucap; “ Dengan hati dan mata terbuka, aku ingin melihat peluru penjajah menembus dadaku.“ Dengan pekikan’ Merdeka….merdeka..merdeka.. !!! dari Wolter, maka 8 butir peluru dimuntahkan ke tubuhnya, 4 peluru di dada kiri, 1 di dada kanan, 1 di ketiak kiri menembus ketiak kanan, 1 dipelipis kiri dan 1 di pusar, dan seketika ia terkulai. 

R.A. Kartini (25 tahun) 
Siapa yang tidak mengenal RA Kartini? dari sekian nama pahlawan perempuan di Indonesia, RA Kartinilah yang paling terkenal. Tak hanya itu saja, hari kelahirannya, 21 April secara khusus dirayakan sebagai hari Kartini di seluruh penjuru nusantara. RA Kartini terkenal dengan pemikiran-pemikirannya yang bisa dibilang cukup progresif. Tidak hanya itu saja, Kartini menuliskan pemikirannya. 

Irzadi Mirwan (26 tahun) 
kita telah tak jujur lagi untuk mengatakan "ya" dan juga "tidak", semuanya tak berharga lagi dalam hidup penuh kompromi (yang telah kita pilih entah kapan) diam diam kita tikam nurani masing masing, untuk kehidupan hanya tersisa (Bandung, 6 Juni 1978) 

Tidak banyak yang mengenal Irzadi Mirwan. Ia adalah penyair yang tergabung dalam Grup Apresiasi Sastra ITB dan pernah menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Mahasiswa ITB 1976-1977. Irzadi sempat dipenjara pada rezim Orde Baru karena menulis Buku Putih yang berisikan platform perjuangan mahasiswa yang menuntut agar Jenderal Soeharto tidak dipilih lagi sebagai Presiden RI lagi dalam SU MPR 1978. kedekatan sajak Irzadi dengan kematian tampak pada sajaknya Kekasihku perempuan cantik dan muda namun jika besok aku mati kutinggalkan padanya sebuah kalimat tanya sungguh benarkah kau cinta padaku sungguh benarkah. 

Chairil Anwar (26 tahun) 
Chairil Anwar, pelopor angkatan 45, siapa yang tidak tahu karyanya. Karyanya seringkali ada di buku Bahasa Indonesia ketika saya sekolah dahulu. Konon Chairil Anwar meninggal karena TBC serta komplikasi penyakit yang sudah lama diidapnya. 

Soe Hok Gie (27 tahun) 
Gie adalah aktivis tahun 60-70an yang sangat idealis. 

sumber:
https://tirto.id/wolter-monginsidi-ia-yang-mati-muda-demi-indonesia-ciZT

Tuesday, November 03, 2009

Saturday, October 31, 2009

Sunday, October 18, 2009

Napak Tilas Hari Pahlawan 2009

0

"Menghancurkan suatu bangsa, hilangkan saja kebanggaan akan sejarahnya"
Milan Kundera.


Dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 November, Kamis, 16 Oktober 2009 dilakukan kegiatan napak tilas. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menelusuri jejak-jejak pahlawan, dan meningkatkan rasa kebangsaan dan kepahlawanan, sehingga napak tilas tidak semata sebagai wisata sejarah.
Napak tilas 2009 yang dimulai dari TMPN Kalibata dilepas oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Drs. Rusli Wahid, yang diikuti kurang lebih 150 orang peserta yang terdiri dari para pelaku sejarah, keluarga pahlawan, karang taruna, pramuka, pelajar, mahasiswa dan karyawan Departemen Sosial RI.



Rengas Dengklok menjadi tujuan pertama kegiatan napak tilas. Rengas Dengklok merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Karawang, yang mempunyai arti penting dalam peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia. 16 Agustus 1945 silam, para pemuda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok dalam kerangka memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, mengingat Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan akibat kekalahannya dalam Perang Dunia II. Ada dua lokasi yang penting di Rengasdengklok. Pertama adalah Monumen Kebulatan Tekad, yang dibangun sebagai penanda kesepakatan atau kebulatan tekad para founding fathers untuk memproklamirkan NKRI. Kedua adalah rumah Djiaw Kie Siong yang sekarang terletak 100 meter dari Monumen Kebulatan Tekad. Rumah ini dipindahkan dari lokasi aslinya, karena dulu terkena luapan lumpur akibat erosi sungai Citarum pada tahun 1957, atas perintah Soekarno.
Perjalanan dilanjutkan ke LP Sukamiskin, Bandung. Pada 22 Desember 1930, Soekarno masuk ke LP Sukamiskin dan ditempatkan di sel 233 dekat tangga besi di sudut lantai dua. Sel tersebut memiliki dua jendela bercat abu-abu tua, dua pintu, lemari gantung, rak buku, serta sebuah meja tulis dan kursi. Sel tersebut berukuran 2,5 x 3 m. Dari keadaan sel tersebut, bisa dibayangkan bagaimana Soekarno menghabiskan waktunya di sana, dan hal tersebut tidak mengubah keinginannya untuk tetap memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Dari LP Sukamiskin, perjalanan dilanjutkan ke Sumedang, mengunjungi Makam Cut Nyak Dien. Cut Nyak Dien, salah seorang pahlawan perempuan dari Aceh yang gigih berjuang melawan Belanda, yang akhirnya berhasil ditangkap Belanda pada April 1905 kemudian dipindahkan ke Sumedang. Usaha ini tidak lepas dari ketakutan Belanda bahwa kehadiran Cut Nyak Dien akan mengobarkan semangat perlawanan dan akan terus berhubungan dengan para pejuang yang belum tunduk. Di Sumedang, Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriatmaja menitipkan Cut Nyak Dien di rumah H. Ilyas, seorang tokoh agama. Selama di sana, Cut Nyak Dien yang dikenal dengan sebutan Ibu Perbu aktif memberikan pelajaran tentang agama kepada masyarakat, beliau juga tidak mau makan makanan yang diberikan oleh Belanda. 6 November 1908, beliau wafat dan dimakamkan di Gunung Puyuh, kompleks pemakaman keluarga leluhur bangsawan Sumedang.
Perjalanan napak tilas berakhir di Museum Peta Bogor, yang berada di Kompleks Puzdiksi TNI AD. Museum ini didirikan pada tahun 1996 oleh Yayasan Perjuangan Tanah Air, yang didalamnya memuat 14 diorama yang menceritakan proses pergerakan kebangsaan. Dimana di kota tersebut, pertama kali diselenggarakan pembentukkan taruna-taruna yang kemudian melahirkan perwira-perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air.
Semangat kepahlawanan dan kecintaan pada tanah air merupakan suatu hal yang harus terus dipupuk, terutama di kalangan generasi muda. Sebagaimana kata-kata Milan Kundera yang dikutip di depan, kebanggaan akan sejarah penting kaitannya dalam kelangsungan sebuah bangsa. Kebanggaan akan sejarah akan meningkatkan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial yang menjadi modal penting dalam melanjutkan perjuangan dalam kerangka memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI.

Wednesday, October 07, 2009

Negeri Rawan Bencana

0

Beberapa tahun belakangan ini, bencana alam tampak akrab dengan negara kita. Belum usai gempa bumi di Tasikmalaya (7,3 Skala Richter), tanggal 30 September lalu ranah Minang digoyang gempa dengan skala yang lebih besar. Ratusan orang pun menjadi korban dari bencana tersebut.

Berdasarkan catatan Walhi, selama tahun 2008 terdapat 359 bencana alam di Indonesia. Jumlah ini meningkat 154 dari tahun sebelumnya (2007). Berikut ini merupakan data bencana alam yang terjadi di Indonesia, dari Wikipedia:

1 Oktober 2009, gempa berkekuatan 7 SR terjadi di Jambi.

30 September 2009, gempa berkekuatan 7,6 SR terjadi di Padang. Lebih dari 500 orang tewas dalam musibah tersebut dan banyak bangunan rusak (ambruk).

2 September 2009, gempa berkekuatan 7,3 SR terjadi di Tasikmalaya. Lebih dari 50 orang tewas akibat gempa tersebut.

26 November 2007, gempa berkekuatan 6,7 terjadi di Raba, Sumbawa.

12 September 2007, gempa berkekuatan 7,9 SR terjadi di lepas pantai Bengkulu.

6 Maret 2007, gempa berkekuatan 6,3 mengguncang Padang, 52 orang tewas dan 250 orang luka-luka.

21 Januari 2007, gempa berkekuatan 7,3 SR terjadi di Sulawesi. Gempa tersebut menewaskan 4 orang dan 4 orang lainnya luka-luka.

17 Juli 2006, gempa berkekuatan 7,7 SR terjadi di Pangandaran dan pantai di sebelah selatan pulau Jawa yang memicu terjadinya tsunami. kurang lebih 600 tewas dalam musibah tersebut.

27 Mei 2006, gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Jogjakarta, lebih dari 5.000 orang meninggal.

28 maret 2005, gempa berkekuatan 8,7 SR terjadi di Nias dan Simeulue, 900 orang tewas, ribuan rumah dan jembatan rata dengan tanah.

26 Desember 2004, gempa dasyat dengan kekuatan 9 SR mengguncang Sumatera dan memicu terjadinya tsunami di beberapa negara, terutama Indonesia. 131.029 orang tewas, sementara ribuan lainnya hilang. Ini adalah bencana terparah yang terjadi di Indonesia.

26 November 2004, Gempa 6,4 SR mengguncang Nabire, Papua. 30 orang tewas.

12 November 2004, gempa berkekuatan 6 SR mengguncang Alor. Sebanyak 27 orang tewas, ratusan bangunan rata dengan tanah.

Februari 2004, gempa berkekuatan 6,9 SR dan gempa berkekuatan 7,1 SR pada 7 Februari 2004 mengguncang Nabire, 34 tewas.

Jumlah tersebut belum termasuk dengan bencana alam lainnya, misalnya banjir, tanah longsor dan gunung meletus.

Berdasarkan hal tersebut, cukup membuat kita menarik kesimpulan bahwa Indonesia merupakan negara rawan bencana. Penjelasan ilmiah dari hal ini adalah, adanya cincin api (ring of fire) yang melingkupi Indonesia. Keberadaan cincin api tersebut ditandai dengan adanya rangkaian pegunungan yang membentang dari Sumatera hingga kebagian timur, yakni Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

Namun demikian, meskipun tinggal di negara yang rentan dengan bencana hal ini rasanya kurang (atau lupa) kita perhatikan, sehingga upaya pencegahan bencana termasuk dengan membangun masyarakat yang sadar bencana pun terkesan terlambat. Syaa jadi ingat, saat saya kecil dahulu, apa yang selalu didengung-dengungkan adalah betapa indahnya Indonesia dengan berbagai kekayaan alamnya. Ini tentu berbeda dengan di Jepang, yang sadar betul bahwa negaranya rentan bencana sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mengatasinya. dari membangun infrastruktur yang tahan gempa hingga memasukkan pelajaran tentang bencana dalam kurikulum di Sekolah.

Tuesday, October 06, 2009

Perang Media dalam Perebutan Kursi Ketua Umum Golkar

1

Menarik untuk mencermati perebutan kursi ketua umum partai berlambangkan pohon beringin tersebut. Bagaimana tidak, Golkar adalah salah satu partai besar di Indonesia yang kiprahnya mewarnai percaturan politik di negara ini. Tidak hanya itu saja, ketua umum Golkar yang baru pun mendapat tantangan untuk memikirkan kelanjutan partai tersebut, sebagaimana diketahui bersama Golkar dinilai gagal dalam pemilihan umum lalu, baik legislatif ataupun eksekutif.

Dalam persaingan tersebut terdapat dua nama yang disebut-sebut memiliki kans yang cukup besar, yaitu Surya Paloh dan Abu Rizal Bakri. Uniknya, perseteruan kedua kubu inipun menjadi 'perang' media (terutama televisi) yang menarik perhatian masyarakat. Keduanya merupakan penguasa media di tanah air, sebut saja Surya Paloh dengan M**** TVnya dan Abu Rizal Bakri dengan A* TV serta TV O**nya.

"perang' Media itu terlihat dari pemberitaan-pemberitaan stasiun-stasiun Televisi tersebut. Misalnya saja pada kasus lumpur Lapindo. Pada saat bersamaan, terdapat stasiun Televisi yang menayangkan topik yang sama, namun yang satu berbicara peran Lapindo Brantas yang berjasa menangani korban lumpur Lapindo, sementara yang lainnya memberitakan tentang nasib korban Lumpur Lapindo yang belum jelas. Stasiun televisi tersebut pun dengan gencar memberitakan kedua calon tersebut dengan pencitraan positif pastinya.

'Perang' media tersebut menunjukkan belum independennya media, dimana pemberitaan pun tergantung dari para pemilik modal. Padahal dalam sebuah negara yang demokratis diperlukan media yang independen sehingga bisa memberitakan segala sesuatu secara objektif. Ini penting, karena media berpengaruh besar dalam membuat wacana di masyarakat.


Tuesday, September 29, 2009

163 species baru ditemukan di Mekong

0

Berdasarkan laporan WWF (World Wildlife Fund), 163 species baru ditemukan di Greater Mekong Region, Asia Tenggara. Termasuk di dalam 163 species baru itu adalah katak pemakan burung dan tokek dengan garis-garis seperti macan.

Penemuan 100 tumbuhan baru, 28 ikan, 18 reptil, 14 ampibi, 2 mamalia dan 1 ekor burung menunjukkan keanekaragaman hayati di daerah tersebut, kata Barney Long, kepala Program Konservasi Species WWF di Asia.

"Mekong merupakan salah satu tempat dengan keragaman habitat, karena memiliki hutan basah, keragaman habitat darat dan laut."

"Kami akan melanjutkan untuk menemukan species baru dari ikan, primata dan mamalia, yang tidak bisa dibandingkan dengan mamalia yang telah ditemukan dalam jumlah besar di daerah ini. Hal ini menunjukkan bahwa hanya sedikit species yang kita ketahui di daerah ini."

Sebagian besar wilayah Mekong terdiri dari beberapa negara yang dilalui sungai Mekong, yaitu Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Provinsi Yunan di China.

Menurut WWF, dengan 16 ekoregion global - daerah yang memiliki keragaman ekologis dan kelompok hewan bersama -- sebagian besar wilayah Mekong lebih dilindungi dibanding tempat lain di Asia.

Tokek Macan Cat Ba yang ditemukan di daerah Vietnam Utara memiliki warna-warna mencolok, berukuran besar, memiliki mata seperti kucing berwarna oranye-coklat dan tubuh dengan garis-garis leopard.

Nama itu didasarkan pada tempat ditemukannya, yaitu pulau Cat Ba, pulau terbesar dari 366 pulau di kepulauan Cat Ba dan menjadi rumah dari hewan-hewan langka yang hanya dapat ditemukan di pulau tersebut. Para ilmuwan percaya bahwa tingginya jumlah species langka yang hanya dapat ditemukan di pulau tersebut dikarenakan jauhnya jarak pulau tersebut dari daratan Vietnam.

Limnonectes megastomias -- katak bertaring yang memakan katak lain, serangga dan burung -- hanya ditemukan di tiga daerah terpencil di tempat dengan ketinggian medium sampai tinggi di Thailand bagian timur.

Secara umum, species mamalia terbaru sangat jarang ditemukan, tapi di tahun 2008 saja, di daerah tersebut ditemukan tikus kesturi dan kelelawar dengan hidung berbentuk tabung.

Perang dan kerusuhan politik menyebabkan tidak adanya akses untuk penelitian ilmiah beberapa tempat terutama di Vietnam, Laos dan Myanmar, hingga dua dekade lalu.

Sejak tahun 1997, terdapat kurang lebih 1.200 species baru yang tidak ditemukan di daerah manapun, kata Dekila Chungyalpa, Direktur Program WWF di Mekong.

Namun demikian, pembangunan yang cepat di daerah Mekong, telah membawa efek ganda terhadap perubahan iklim, yang mengancam punahnya species.

Pada tahun 2007, United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change melansir Laporan Penelitian Keempat, yang memproyeksikan bahwa ketinggian air laut bertambah 18 sampai 59 centimeter (7 sampai 23 inchi, berdasarkan 6 skenario.

Saat ini, area tersebut telah dipengaruhi oleh meningkatnya pemanasan yang berpengaruh pada air laut dan banjir di delta. Beberapa peneliti telah mepertanyakan keterkaitan antara perubahan iklim dan lebih intensifnya badai tropis. Sebagai bagian dari perubahan iklim, konstruksi bendungan dan pembangkit listri tenaga air di sepanajang delta dapat merusak air dan berpotensial menghancurkan sumber air minum dan membahayakan produksi beras.

Delta Sungai Mekong merupakan lumbung beras di daerah tersebut. Apa yang akan terjadi pada orang-orang yang menggantungkan hidupnya di sana?

(diambil dari Reuters)


Monday, September 28, 2009

cinta

0

Falling in love is not at all the most stupid thing that people do-but gravitation cannot be held responsible for it
Albert Einstein

Sesuai dengan hukum grafitasi, benda yang dilempar ke atas akan jatuh. Artinya jatuhnya benda ke bawah adalah pengaruh dari daya gravitasi. Namun jatuh cinta, tidak disebabkan oleh gravitasi demikian kata einstein.

Cinta rasanya menjadi perbincangan yang tidak lekang dimakan waktu. Terkait dengan cinta terkadang ada stupidity yang kita lakukan. Demikian pula dengan saya, hmmm.. ada yang membuat saya tertawa *menertawakan kebodohan saya*, sedih dan marah.

1. saya pernah menyukai seseorang, yang sekolahnya satu arah dengan sekolah saya. Biasanya saya bertemu dengan dia di terminal, karenanya saya mencocokkan waktu saya dengan dia. Ketika dia belum datang, meskipun ada angkot saya tetap akan menunggunya dan berada satu angkot bersama. Bodoh sekali y..? saya bahkan pernah hampir terlambat gara-gara menunggu dia.

2. stupidity ini saya lakukan beberapa kali. Waktu itu belum zamannya HP, masih menggunakan telpon rumah. Saya mencari-cari di buku telepon dengan kata kunci alamat rumahnya. Bayangkan saja, saya harus menelpon beberapa kali untuk mendapatkan nomor teleponnya. Untungnya saya tinggal di kota kecil, sehingga tidak terlalu sulit buat saya.

3. mencari-cari orang yang wajahnya mirip dengan orang yang saya sukai. Saya sampai menemukan beberapa orang yang wajahnya menurut saya mirip. hmmm...

bersambung dulu y..