Tuesday, October 06, 2009

Perang Media dalam Perebutan Kursi Ketua Umum Golkar

1

Menarik untuk mencermati perebutan kursi ketua umum partai berlambangkan pohon beringin tersebut. Bagaimana tidak, Golkar adalah salah satu partai besar di Indonesia yang kiprahnya mewarnai percaturan politik di negara ini. Tidak hanya itu saja, ketua umum Golkar yang baru pun mendapat tantangan untuk memikirkan kelanjutan partai tersebut, sebagaimana diketahui bersama Golkar dinilai gagal dalam pemilihan umum lalu, baik legislatif ataupun eksekutif.

Dalam persaingan tersebut terdapat dua nama yang disebut-sebut memiliki kans yang cukup besar, yaitu Surya Paloh dan Abu Rizal Bakri. Uniknya, perseteruan kedua kubu inipun menjadi 'perang' media (terutama televisi) yang menarik perhatian masyarakat. Keduanya merupakan penguasa media di tanah air, sebut saja Surya Paloh dengan M**** TVnya dan Abu Rizal Bakri dengan A* TV serta TV O**nya.

"perang' Media itu terlihat dari pemberitaan-pemberitaan stasiun-stasiun Televisi tersebut. Misalnya saja pada kasus lumpur Lapindo. Pada saat bersamaan, terdapat stasiun Televisi yang menayangkan topik yang sama, namun yang satu berbicara peran Lapindo Brantas yang berjasa menangani korban lumpur Lapindo, sementara yang lainnya memberitakan tentang nasib korban Lumpur Lapindo yang belum jelas. Stasiun televisi tersebut pun dengan gencar memberitakan kedua calon tersebut dengan pencitraan positif pastinya.

'Perang' media tersebut menunjukkan belum independennya media, dimana pemberitaan pun tergantung dari para pemilik modal. Padahal dalam sebuah negara yang demokratis diperlukan media yang independen sehingga bisa memberitakan segala sesuatu secara objektif. Ini penting, karena media berpengaruh besar dalam membuat wacana di masyarakat.


1 komentar:

lilliperry said...

wah... politik, gak ngikutin saya.. :D
btw salam kenal, saya nyasar kesini.. :D