Thursday, September 15, 2022

Dialoog Hotel Banyuwangi, a green hotel with a great view

0

Banyuwangi menjadi salah satu wisata yang cukup populer saat ini, pemandangan alamnya yang indah dan juga berbagai festival yang ada menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung. Tidak hanya itu saja, penerbangan langsung dari Jakarta pun sudah ada yang menjadikan akses ke Banyuwangi pun semakin mudah. 

Ada banyak penginapan di Banyuwangi yang bisa dipilih, dari hotel, villa, resort, dan guest house. Jika ada budget lebih untuk penginapan, Hotel Dialoog bisa menjadi pilihan untuk menikmati Banyuwangi. Kalo saya betah banget deh di hotel aja, pemandangan bagus banget cocok jadi tempat work from anywhere, dan buat nulis-nulis mungkin jadi banyak ide kali ya.... Bangun tidur dan mau tidur disuguhi pemandangan laut, dan pagi-pagi bisa menikmati matahari terbit dari balkon kamar. C'est magnifique...

pemandangan dari lobby hotel


Dari Bandara Banyuwangi, kurang lebih 45 menit sudah sampai di hotel ini. Letaknya agak masuk ke dalam dari jalan besar, dan anda akan melewati area persawahan sebelum sampai ke Hotel. Lokasinya pun dekat dengan pantai Solong dan Marina Boom. Untuk transportasi, jika tidak membawa kendaraan sendiri ada banyak pilihan dari Gojek, Grab, Traveloka atau rental mobil. Begitu memasuki hotel, ambiencenya asri, damai dan tenang. Hotelnya konsepnya back to the nature dengan nuansa lokal.  

Ada beberapa tipe kamar yang bisa dipilih yaitu Deluxe Garden, Deluxe Ocean dan Suite, dengan harga kamar termurah untuk tipe Deluxe Garden sekitar Rp1,6 juta. Semua kamar fasilitasnya lengkap, ada AC, TV kabel layar datar, meja, sofa, brankas dan balkon privat. Selain itu, ada berbagai fasilitas lain seperti kolam renang, gym, spa, meeting room dan restaurant. Uniknya toilet, kamar mandi dan wastafel terpisah. Jika stay sendiri mungkin jadi kurang praktis, namun jika stay dengan keluarga atau teman cukup membantu juga pemisahan ini. 

Sayangnya saya punya pengalaman buruk menginap di sini, yaitu digigit serangga semacam tomcat.  Hotel pun tidak punya salep untuk digigit serangga, mungkin ini yang perlu disediakan hotel untuk mengantisipasi ada tamu yang punya pengalaman serupa dengan saya. 

view dari balkon kamar

sofa di balkon kamar


tempat tidur yang nyaman dengan nuansa etnik



Dialoog Hotel Banyuwangi
Jl. Yos Sudarso, Kaliklatak, Klatak, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68421
Nomor telepon: (0333) 2800999
Email: info@dialoogbanyuwangi.com
Website: www.dialooghotels.com


 

Tuesday, December 21, 2021

Reviu Loa Living Solo Baru: Hotel Homey dengan Konsep Industrial

0

Salah satu penginapan oke yang wajib dicoba ketika liburan di Solo adalah LOA Living Solo Baru. Buat yang mau staycation di Solo, siapa tau bisa jadi referensi.


Foto: Facebook Loa Living Solo Baru

Tampilannya dari luar simple dan mirip apartemen. Loa living merupakan hotel dengan konsep apartemen yang dikemas dengan gaya industrial


Hotel yang dibuka Juni 2021 ini berada di daerah Solo Baru yaitu di Jl. Mayjend Sutoyo, Madegondo, Grogol. Letaknya tidak jauh dari pusat perbelanjaan, yaitu (di belakang) Hartono Mall dan The Park Mall. Jarak dari Stasiun Balapan pun tidak terlalu jauh, sekitar 5 Km. Mengingat hotelnya cukup baru, belum banyak orang tahu tentang hotel ini. 

Lobby dan receptionist area berada di ruang terbuka. Gaya vintage industrial sangat terlihat dengan perabotan yang minimalis dan menerapkan kepraktisan. Tingkat keamanan cukup tinggi, yaitu dengan adanya pintu koridor yang bisa diakses dengan kunci kamar. Pintu koridor dari baja dengan kisi-kisi, selain bisa digunakan untuk melihat pemandangan di dalam koridor juga bermanfaat untuk sirkulasi udara. 

Kamarnya sangat homey, dengan fasilitas dapur
Hotel ini memiliki 60 kamar dengan 7 tipe pilihan, yaitu Deluxe, Deluxe Junior, Deluxe Suite, VIP, Paviliun, Paviliun Suite dan Paviliun Corner Suite. Saya mencoba tipe deluxe suite, sangat nyaman dan memadai. Kamarnya terlihat cukup lega dan terang, dengan ukuran 28 m2. Kesan industrialnya kerasa banget dari sisi penataan ruangan dan kesan vintage dari lantai bermotif kayu, dinding bata terakota dan gorden klasik.Ada fasilitas smart TV dan internetnya pun cukup kencang. Cukup memadai juga jika mau belajar/bekerja dari sini, ada meja yang bisa digunakan untuk belajar/bekerja. Perabotannya pun menggunakan custom furniture



Fasilitasnya cukup lengkap, dan salah satu keunggulan di sini adalah adanya fasilitas untuk memasak, karena ada kitchen set, portable stove, kulkas mini dan microwave. Meskipun hotel tidak menyediakan breakfast, namun untuk simple breakfast bisa dimasak sendiri di kamar. Portable stove tidak disediakan gasnya, untuk ini bisa bawa/beli sendiri atau membeli di hotel dengan harga Rp25 K. Perlengkapan memasaknya pun cukup lengkap, demikian juga dengan perlengkapan makannya. 



Bagaimana? tertarik kan buat coba staycation di LOA Living? Cocok banget buat yang nggak suka ribet dan ingin menginap di hotel dengan fasilitas lengkap yang harganya cukup terjangkau.  

Semoga nanti bisa berkesempatan ke LOA Living lagi dan mencoba tipe kamar lainnya, sehingga ulasannya bisa lebih lengkap lagi. 

Sunday, July 11, 2021

Resep Bolu Jelita 1 Telur

0




Mon chou lagi suka bikin roti, jadi selalu ajak saya buat bikin roti. Sebenernya sih bukan ke bikin rotinya, tapi lebih ke icip-icip adonan sambil jilat gula di sendok, lol. Permintaan rotinya pun aneh-aneh, dari kue pelangi, kue bunga, kue stich dan juga kue tayo. Jadilah pembuat roti plus pelukis dadakan. Alhamdulillah, selalu mendapat pujian darinya, meski gambarnya amburadul.. hehehe...

Berhubung stock telurnya terbatas, jadi pakai resep ekonomis saja pakai 1 telur.

Bolu Jelita 1 Telur

Bahan-bahan
Bahan Basah
200 ml susu cair full cream (atau diganti santan juga bisa)
1 butir telur
150 gr gula pasir
1/4 sendok teh garam
1 sendok teh SP

Bahan kering
200 gr tepung terigu
1 sdm susu bubuk

Cara Buat
1. Oles loyang dengan margarin
2. Mikser bahan basah hingga kental berjejak (harus sampai kental berjejak)
3. Masukkan bahan kering sambil diayak dan mikser sampai rata.
4. Ambil adonan secukupnya untuk diberi pewarna
5. Masukkan adonan ke loyang
6. Buat motif sesuai selera, saya menggambarnya pakai tusuk gigi atau sumpit

Yuk Buat Pentigraf

0



Gegara kelas menulis, saya yang tadinya nggak tau pentigraf jadi belajar pentigraf dan belajar membuatnya juga. Pentigraf itu kependekan dari cerPEN TIga paraGRAF. Menulis pentigraf, tentunya menjadi tantangan tersendiri, yaitu bagaimana bisa menyelesaikan cerpen dalam tiga paragraf. 

Paragraf pertama merupakan pembukaan yang langsung ke konflik (7-10 kalimat). Paragraf kedua merupakan klimaks (3-5 kalimat), dan paragraf ketiga penyelesaian (7-10 kalimat). Cukup menantang bukan? Pastinya, karena di sini penulis dituntut untuk bisa menyajikan cerita singkat, karena inilah biasanya endingnya jadi tidak terduga. Ending, bisa dibuat ending yang menyenangkan atau menyakitkan/menyedihkan, atau menggantung.

Berikut pentigraf saya, yang dibuat untuk tugas di kelas menulis Palaray Media. Cerpen ini bersama dengan cerpen dari pembelajar lainnya di Palaray Media, dibukukan dengan judul "JERUK"


JERUK
oleh: ria permana sari

Beberapa hari ini anakku merengek meminta dibelikan jeruk, rupanya pengalaman memakan jeruk yang diberikan tetangga membuat dia ketagihan. Aku memintanya bersabar dan mendoakan daganganku laris, sehingga bisa membelikannya jeruk. Andai saja aku jadi penjual jeruk, bukan penjual gorengan, pasti setiap hari dia bisa makan jeruk. Aku menatap uang dalam genggaman tanganku, hasil jualanku hari ini. Aku berhitung pengeluaran yang kubutuhkan, membayar listrik dan membeli beras yang sudah habis. Tidak ada lagi yang bersisa, selain modal berjualan besok. Kembali anakku harus bersabar, tidak ada jeruk untuknya hari ini. 


“Ibu, mana jeruk buatku?” tanya anakku begitu melihatku masuk ke rumah dengan membawa tas plastik hitam berisi beras. Kembali kujelaskan padanya, aku belum bisa membelikan jeruk dan dia harus bersabar. Terlihat sorot kecewa dari matanya, yang membuatku tidak tega melihatnya. Harus ada jeruk untuknya besok, demikian tekadku. 


Aku sudah membayangkan senyum gembira anakku ketika melihat beberapa butir jeruk di meja makan. Benar saja, dia berteriak gembira dan dalam sekejap 2 butir jeruk sudah dihabiskannya. Kini anakku bisa makan jeruk setiap hari, kataku dalam hati. Ketika akan membeli jeruk dengan modal dagang esok hari, ternyata penjual jeruknya adalah Danang, ayah anakku. Kami berpisah karena orang tuanya tidak merestui hubungan kami, dan menyuruhku pergi jauh-jauh darinya. Selama 5 tahun ini Danang mencariku dan memutuskan tidak lagi bergantung pada orangtuanya lalu menjadi pedagang jeruk. Jika anakku tidak meminta jeruk, tentu tak ada pertemuanku dengan Danang.

Pilih Pilih Aplikasi Belanja Sayur Online

0



Biasanya kalo belanja sayur, saya tinggal jalan ke warung sayur yang tidak jauh dari kompleks atau cukup tunggu tukang sayur datang. Untuk yang terakhir kadang suka kecewa juga, entah karena saya yang nggak tau kang sayur lewat atau memang kang sayurnya yang nggak lewat. Kalo sudah begini, auto cek kulkas adakah bahan-bahan yang bisa dimasak dan jika tidak ada maka pilihannya beli yang udah matang di warung makan atau beli pakai aplikasi, hihihi.... Namun ini nggak terjadi setiap hari ya, cuma di hari Sabtu, Minggu atau hari libur lainnya, karena harus ke kantor jadi tidak bisa memasak setiap hari. 

Semenjak pandemi dan adanya kebijakan work from home, jadilah lebih sering memasak di rumah. Kang sayur keliling menjadi langganan, meski tidak belanja setiap hari. Ketika kebijakan PSBB, kang sayur yang ditunggu-tunggu nggak lewat lagi dan jadilah mulai coba-coba belanja sayur online. Belanja sayur online tuh ternyata semudah itu, tinggal instal aplikasi di handphone terus pilih-pilih saja yang mau dibeli. Memang sih berbeda dengan kalau beli sendiri di pasar atau di warung atau di kang sayur, yang kita bisa tau bagaimana wujud barangnya dan bisa dipilih-pilih. Namun, belanja sayur online bisa jadi pilihan di saat ini. Kualitas barangnya juga lumayan bagus kok dan harga juga nggak beda jauh kadang ada yang jauh lebih murah tapi ada juga yang lebih mahal. Bagi saya sih, belanja sayur online sesuai kebutuhan juga sih. Kadang kalo kebanyakan belanja online, suka kasian sama kang sayur yang lewat karena nggak ada yang beli.  

Saya coba untuk berbagi pengalaman memakai aplikasi belanja sayur online yang pernah saya coba ya:

Awalnya belanja di TaniHub waktu pas ada promo telur 1 Kg cuma Rp12.000,- namun harus belanja 2 Kg. Tak masalah sih, telur kan bisa diolah jadi apa saja dan lagi suka bebikin kue sama mon chou. Di masa pandemi ini, telur kan bagus juga buat meningkatkan imun tubuh. Awas jangan sampai kebanyakan ya...

Kalau lagi promo, murahnya suka kebangetan tapi harga promo maksimal 2, untuk pembelian lebih dari itu akan dikenakan harga berbeda. Awalnya untuk dapat gratis ongkir harus belanja minimal Rp200.000,-   tapi sekarang berubah menjadi minimal Rp120.000,- (bahkan pernah juga minimal Rp50.000,-).  Namun ternyata sekarang kebijakan gratis ongkirnya untuk pembelian minimal Rp300.000,- 😓

Aplikasinya cukup user friendly, ada kategori bahan pangan yang cukup memudahkan dari telur & unggas sampai paket sembako, dan ada juga kategori organik, jadi bisa mempercepat proses belanja. Tidak hanya bahan pangan, di TaniHub bisa belanja bahan membuat kue, suplemen makanan sampai bibit dan alat untuk bertani/berkebun. Yang saya suka dari TaniHub ini adalah kardusnya yang lucu dengan gambar-gambar sayur. Sayangnya pengiriman cukup lama, bisa sampai 2-3 hari sampai. Maklumlah, saya tinggal di Bekasi, sementara pengiriman dari Tangerang. 

Bagi yang mau pakai aplikasi ini bisa pake kode saya ya: RIAPE8DN untuk dapat voucher Rp20.000,- Caranya masukkan kode tersebut saat mendaftar. 


Yang membuat saya suka belanja di Cari Sayur adalah banyaknya pilihan sayur yang tidak biasa, misalnya kecipir, gendot, pakis, pucuk labu, dan sebagainya. Untuk bisa mendapatkan gratis ongkir, harus belanja minimal Rp120.000,- Pengiriman cukup cepat, saya pesan hari ini, biasanya besok sampai. 

Aplikasinya user friendly, sama seperti aplikasi belanja sayur lainnya, sudah ada kategori bahan pangannya, dari sayur sampai bumbu. Di aplikasi ini juga ada pilihan promo, organik & hidroponik, serta salad dan makanan siap saji. Yang saya sukai, di berada terlihat total pembayaran, yang menunjukkan berapa nominal yang harus kita bayar untuk bahan-bahan yang sudah masuk ke keranjang. Ini bisa jadi pengingat buat saya kalau sudah lupa diri, hihihi... 


Salah satu yang saya suka belanja di aplikasi ini adalah, ada pilihan pengantaran ada slot early morning, pagi dan siang. Jadi cukup membantu jika ingin diantar cepat. Selain itu, untuk mendapatkan gratis ongkir, minimal belanjanya hanya Rp50.000,- Untuk harga promo, biasanya ada pembatasan jumlah pembelian. Misalnya ketika promo mendoan Rp1.000,- (isi 3 pcs), pembelian hanya boleh 1 saja. 

Aplikasinya juga user friendly, ada kategorisasi yang mempermudah dan mempercepat proses belanja. Selain itu ada kategori sarapan dan makanan bayi, cukup berbeda dari yang lain. Ada juga buah atau sayur dengan deskripsi imperfect dengan harga yang tentunya jauh lebih murah. Untuk pengemasan, terdapat pilihan tanpa plastik. Setiap pembelian ada poin-nya juga, yang nantinya bisa ditukar voucher sayurbox. 

Belanja di segari, bisa langsung di websitenya tanpa perlu instal aplikasi di handphone. Kategorinya ada buah, sayuran, makanan siap saji, daging dan bahan pokok.  Belanja melalui aplikasi ini gratis ongkir. 

Kalau kalian, biasanya pakai aplikasi belanja apa? Tapi hati-hati ya, kadang karena saking mudahnya atau terpengaruh dengan harga diskon jadi suka kalap, jadinya overbudget deh. 


 

Saturday, May 08, 2021

Ikan Dori Steam

0

Beli ikan dori fillet di Cari Sayur dapat harga yang lumayan banget 1 Kg hanya Rp7.500,-  Setelah sebelumnya sudah pernah dibuat fillet dori krispy sambal matah, sekarang mau berkreasi yang lain sekaligus buat posting tantangan share resep di MomAcademyBekasi2. 


Jadi ini resepnya
Bahan:
1 potong dori fillet
3 cm jahe dipotong korek api
air jeruk nipis
3 siung bawang putih
3 sdm saos tiram
3 sdm kecap ikan
daun bawang diiris memanjang
garam
kaldu jamur
air 

Cara Membuat:
  • (1) Bersihkan ikan dori, lalu lumuri dengan air perasan jeruk nipis dan garam. Biarkan hingga 15 menit, lalu potong sesuai selera.
  • (2) Sambil menunggu, panaskan kukusan. Tata jahe yang sudah dipotong pada alumunium foil lalu letakkan ikan dori yang sudah dipotong-potong di atas potongan jahe dan letakkan jahe yang tersisa di atasnya, lalu gulung alumunium foil. Kukus dori kurang lebih 15 menit. 
  • (3) campur saos tiram dan kecap ikan hingga merata. Di resep aslinya ada kecap asin dan kecap wijen, berhubung saya nggak punya jadi di-skip saja. 
  • (4) tumis bawang putih yang sudah dicincang hingga harum lalu masukkan campuran saos tiram dan kecap asin. tambahkan air sedikit demi sedikit sesuai selera lalu masukkan kaldu jamur dan garam. Kemudian jika sudah mendidih, masukkan daun bawang dan cek rasa. 
  • (5) Jika sudah enak, keluarkan ikan dori dari alumunium foil dan dicampur dengan saos sekitar 1-2 menit. Hidangkan dan makan selagi hangat. 
Ikan dori steam ini enak banget dan masaknya juga nggak ribet, serta cocok dimakan buat anak. Ikan dori punya kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan, antara lain omega 3, yodium, zat besi, magnesium, DHA, dan taurin. 

Beberapa manfaat ikan dori, yang saya ambil dari sini antara lain:
Meningkatkan kecerdasan bayi
Omega 3 yang ada dalam ikan dori memiliki manfaat untuk pertumbuhan sel-sel otak dan meningkatkan kecerdasan bayi. 

Menurunkan tekanan darah tinggi
DHA dan EPA yang ada pada ikan dori dapat menurunkan tekanan darah tinggi

Mencegah keriput
Omega 3 tidak hanya bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan sel-sel otak, tetapi juga menjaga kulit agar tidak keriput dan tetap segar. 

Menjaga kesehatan mata
Ada banyak kandungan vitamin, mineral dan protein pada ikan dori yang jika dikonsumsi secara konsisten akan menjaga kesehatan mata. 

Cocok untuk diet
Ikan dori dinilai hampir tidak memiliki karbohidrat, sehingga cocok sebagai makanan diet.

Menyehatkan jantung dan otak
Kandungan mineral yang ada menguntungkan pada sistem kardiovaskular, merangsang otak dan meningkatkan daya ingat. 

Soto Misdar yang Tak Boleh Terlupa Jika ke Purbalingga

0



Jika sedang ada di Purbalingga, jangan lupa makan soto bumbu kacang khas Banyumas. Salah satu warung soto yang terkenal adalah Warung Soto Bu Hj. Misdar, yang berada di depan Pengadilan Negeri Purbalingga. 


Kuah sotonya tidak bening, dan ini yang jadi ciri khasnya karena tumbukan kacang. Tampilannya penuh, dengan daging yang berlimpah dan empuk. Untuk dagingnya, bisa pilih daging ayam atau daging sapi. Selain itu, dalam 1 porsi soto, ada mie putih, taburan daun bawang, wortel, kecambah kacang hijau dan irisan ketupat. Dijamin kenyang banget makan 1 porsi. Untuk teman makan soto, ada mendoan juga. Harga seporsinya pun cukup terjangkau.  

Warung Soto Bu Hj Misdar Purbalingga
Alamat: Jl. Letnan Ahmadi, Bancar, Purbalingga, Jawa Tengah
Jam buka 07.00 - 19.00

Tuesday, April 07, 2015

Hilangkah Rasa Cinta di Negeri Ini? Makanan Berbahaya di Sekitar Kita (sebuah catatan di hari kesehatan sedunia)

8



Akhir-akhir ini marak pemberitaan makanan berbahaya, misalnya kikil berformalin, makanan yang menggunakan pewarna tekstil, saus sambal berbahan kimia, batu es dari air yang tercemar, gorengan yang dicampur plastik, bakso dengan boraks, dan sebagainya. 

Kemudahan dalam menjual makanan di Indonesia, di satu sisi menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Entah berapa banyak orang menggantungkan hidupnya dari sini, yang pasti jumlahnya sangat banyak. Untuk menjual makanan pun relatif gampang, bahkan izin pun tidak dimiliki namun bisa tetap bebas berdagang. Menjadi teringat obrolan dengan seorang teman di Finlandia, di sana tidak bisa sembarangan menjual makanan, harus melalui serangkaian proses terlebih dahulu. Bahkan izin tersebut akan direviu secara berkala. 

Pernah suatu kali ketika pergi di sebuah tempat wisata di Jakarta, saya melihat seseorang mengambil batu es dari gelas bekas kemudian mencucinya dan menaruhnya di tempat yang baru lalu mengisinya dengan air teh atau air jeruk dan bersiap untuk menjajakan minuman itu. Meski tentu saja, tidak semua penjual makanan seperti itu, namun tetap saja pemberitaan tentang makanan berbahaya membuat saya merinding. Bayangkan apa yang terjadi ketika bahan berbahaya tersebut masuk ke tubuh kita, terlebih ketika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. 

Sedikit saya melakukan pencarian di google terkait dengan efek bahan berbahaya tersebut apabila dikonsumsi. Inilah sedikit hasil dari pencarian saya... Penggunaan zat pewarna tekstil yaitu rhodamin B dalam jangka panjang dapat menyebabkan gejala pembesaran hati dan ginjal, kerusakan hati, gangguan fungsi hati, gangguan fisiologis tubuh atau bahkan bisa menyebabkan timbulnya kanker hati (BPOM). Sementara itu, pemakaian boraks yang sedikit dan lama akan menyebabkan adanya akumulasi (penimbunan) pada jaringan otak, hati, lemak dan ginjal. Pemakaian dalam jumlah banyak mengakibatkan demam, koma, depresi dan apatis (gangguan yang bersifat sarafi). 

berbahaya bukan?

Bahan kimia berbahaya di makanan tentu saja menjadi ancaman kesehatan di masyarakat. Menurut catatan WHO, sekitar 2 juta orang terutama anak-anak meninggal dunia setiap tahunnya akibat makanan dan minuman yang tidak aman. Sekitar 1,5 juta anak meninggal di dunia setiap tahunnya yang sebagian besar disebabkan makanan dan minuman yang tercemar. Tak hanya itu saja, di seluruh dunia setiap tahunnya dapat terjadi sekitar 1,5 miliar gangguan kesehatan karena makanan. 

mengenali makanan dengan bahan berbahaya
Bakso berfomalin biasanya tidak mudah hancur, awet lebih dari tiga hari di suhu ruangan, tidak lengket dan lalat enggan hinggap. 
Bakso dengan boraks biasanya teksturnya lebih kenyal, aroma bakso kurang alami, warna lebih putih, memantul jika dijatuhkan dan tidak lengket. 
Kikil berfomalin cirinya warna putih (bening) mengkilap, tekstur sangat kenyal, tidak berbau, tidak dihinggapi lalat, harganya lebih murah. 
Saos tomat berbahaya, cirinya lebih kental dan warna lebih gelap, lebih tahan lama dan anti jamur, bila dicampur air putih membutuhkan waktu lama untuk berbaur.



hilangkah rasa cinta di negeri ini?
Adanya produsen makanan yang dengan sengaja menggunakan bahan berbahaya dalam pembuatan produk makanannya dengan memikirkan keuntungan materi semata, menimbulkan tanya tentang rasa cinta di negeri ini.. Rasa cinta kepada sesama, rasa cinta kepada konsumen produknya.. Cinta tentunya tidak akan membuat seseorang menyakiti atau membahayakan orang lain.. Entah itu menggunakan bahan berbahaya dalam membuat produk makanan atau menjual bahan berbahaya tersebut di toko yang menjual bahan makanan. 

Hilangkah rasa cinta di negeri ini, sehingga ada yang lebih memilih menambah kocek di kantungnya daripada keselamatan sesamanya? Atau ketidaktahuan yang terpelihara terus?


sumber:
https://lifestyle.sindonews.com/berita/1195308/185/kenali-ciri-ciri-bakso-mengandung-boraks-dan-formalin
https://lifestyle.kompas.com/read/2009/09/01/20362112/inilah.ciri-ciri.kikil.berformalin#:~:text=KOMPAS.com%20%E2%80%94%20Berikut%20adalah%20ciri,%2D%20Tidak%20berbau.
https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/4092181/mengenali-tanda-saus-tomat-dan-sambal-yang-berbahaya
foto credit: antara





Thursday, August 28, 2014

Bersama Air Asia, Saya ke HCMC: Dari Sanalah Petualangan Backpacker Bermula

15

Sejak kecil, saya ingin sekali pergi ke luar negeri, bahkan ketika masih SD, saya ingin sekali menjadi presiden agar bisa pergi ke banyak Negara. Ini gara-gara waktu kecil melihat TV tentang berita kunjungan presiden dari Negara satu ke Negara yang lain. Hal ini tentunya yang lumrah bagi seseorang yang belum pernah ke luar negeri dan bepergian ke luar kota pun bisa dihitung dengan jari.

Akhirnya mimpi saya untuk pergi ke luar negeri pun menjadi nyata. Saya masih teringat, tahun 2009 kala itu ketika saya membuka email salah satu anggota milis mengenai promo tiket di Air Asia. Awalnya iseng saja, saya membuka situs Air Asia dan memilih perjalanan ke Ho Chi Minh City (HCMC). Sengaja saya memilih HCMC, karena saya tertarik untuk pergi ke Vietnam, Negara yang berhasil mengalahkan Amerika dan biaya hidupnya pun tidak terlalu mahal. Saya mendapatkan tiket promo Jakarta – HCMC pulang pergi Rp750.000,- Harga yang murah untuk ke luar negeri dan sesuai dengan kantong saya. Segera saya menelpon kakak saya, dan menceritakan tentang hal tersebut. Gayung bersambut, dan akhirnya kami berdua memesan tiket Jakarta – HCMC untuk keberangkatan Februari 2010. Rasanya lama sekali menunggu saat itu, dan tak bosan-bosannya kami menghitung hari serta mempersiapkan diri dengan banyak membaca catatan perjalanan orang-orang yang pernah ke HCMC.

Sebelumnya, saya banyak mendengar komentar orang-orang bahwa bepergian dengan Air Asia hanya membayar kursi saja, tidak termasuk bagasi, makan dan sebagainya. Kita tidak pernah tahu kalau tidak mencoba bukan? Lagipula, kalau kita tidak membutuhkan bagasi, mengapa harus membeli bagasi? Demikian halnya dengan makan. Ketika yang dijual adalah kursi dan menjadikan harga tiket menjadi murah, tentunya membuat pengalaman terbang bisa menjadi milik banyak orang, bukan melulu orang yang berkantong tebal.

Eng..ing eng… Akhirnya, hari yang dinanti pun tiba. Pengalaman pertama pergi ke luar negeri dan tentu saja pengalaman pertama backpacker. Tidak ada kendala ketika terbang, pramugarinya pun sangat ramah, dan akhirnya kami tiba di bandara HCMC. 


foto: www.paradiso-tour.com
Esok hari kami menjelajahi HCMC dari Chu Chi Tunnel hingga Pasar Ben Tham. Tak hanya itu, kami juga berkenalan dengan para pelancong lainnya, yang kebanyakan dari Negara asing, hal ini tentu saja semakin membuat lengkap pengalaman traveling kami. Selain tentu saja pengalaman berburu penginapan murah atau makanan murah dan halal. Setelah dihitung, pengeluaran kami sekitar Rp1.500.000,- untuk 3 hari 2 malam di HCMC. Kebanyakan pengeluaran adalah untuk membeli oleh-oleh. Maklum pertama kali ke luar negeri, pastilah banyak barang yang ingin dibeli.


menyusuri sungai Mekong
bertemu dengan traveler lainnya
Pengalaman ke luar negeri itu, yang kemudian membuat saya ketagihan untuk kembali melakukan backpacker (memang benar travelling is never enough). Hal ini juga menimbulkan semangat saya untuk mencari beasiswa ke luar negeri. Bukan karena mengejar prestige, namun saya ingin belajar di negeri orang, tidak hanya masyarakat dan budayanya tetapi juga bagaimana bisa survive di Negara asing. Agustus 2010, saya mendapatkan beasiswa ke Thailand dan Agustus 2011, saya mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar di Finlandia. Selain belajar, saya juga melakukan backpacker ke Negara-negara lain.

Tak cukup hanya di situ, Airasia pun kembali memfasilitasi saya melakukan perjalanan baru, kali ini solo backpacker. Harga tiket yang terjangkau dan kesulitan mencari teman perjalanan, membuat saya memutuskan untuk melakukan solo backpacker. Pengalaman solo backpacker saya adalah Medan dan Macau yang semuanya mengajarkan saya untuk lebih mandiri. 
Melihat Panda di Parque de Seak Pai Van, Macau

Pengalaman-pengalaman tersebut pastinya tidak akan berhenti sampai di situ saja, karena saya masih ingin berpetualang ke banyak tempat di dalam negeri serta mengunjungi Negara tetangga. Saya juga masih bermimpi pergi ke Nepal untuk melihat Himalaya, semoga bisa mendapatkan tiket murah di Air Asia atau syukur-syukur bisa menang kompetisi ini ;) 

Semoga Air Asia meluaskan penerbangannya tidak hanya rute domestik tapi juga mancanegara, dan tentu saja semoga semakin banyak promo-promo penerbangan. 



tulisan ini dibuat untuk mengikuti Kompetisi Blog 10 Tahun AirAsia Indonesia. 

Friday, March 28, 2014

Satinah oh Satinah

0

Jelang hari akhir pembayaran uang diyat, yakni 3 April besok, di satu pihak banyak yang berusaha menggalang dana untuk membebaskan Satiyah, sebut saja Melani Subono, migran care atau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tidak main-main, uang diyat tersebut mencapai Rp. 21 M, jumlah yang cukup besat. Di lain pihak ada yang tidak setuju dengan hal tersebut, dengan alasan Satinah seharusnya mendapatkan hukuman, karena Satinah sudah membunuh majikan dan mencuri uangnya. 

Lepas dari pro dan kontra terhadap hal tersebut, saya menjadi teringat pembicaraan saya beberapa waktu yang lalu dengan kawan saya terkait dengan hukuman mati. Dari pembicaraan mengenai setuju atau tidaknya hukuman mati (dan juga banyak hal lainnya) dipengaruhi oleh pengalaman kita juga. Misalnya saja, ketika ada seseorang anggota keluarga anda yang diperkosa sehingga mengalami trauma berkepanjangan yang tentu saja mempengaruhi masa depannya, bisa jadi anda kemudian menjadi setuju hukuman mati bagi pemerkosa, karena telah menghancurkan hidup seseorang. Atau misalnya ada anggota keluarga anda yang dibunuh seseorang, anda akan setuju hukuman mati bagi pembunuh tersebut. 

Saya sangat setuju apabila kehidupan di dunia ini bukanlah hitam putih, artinya kita tidak bisa serta merta melihat sesuatu dari apa yang ada adalah hitam atau putih. segala sesuatu pasti ada penyebabnya. Misalnya saja ketika seseorang mencuri karena membutuhkan uang untuk membeli makan bagi anaknya yang masih kecil, jika tidak akan mati kelaparan. Tentu saja perbuatan mencuri adalah sesuatu yang tidak baik, namun jika dilihat ternyata perbuatan tersebut adalah akibat dari tidak tersedianya lapangan pekerjaan bagi orang miskin. 

Demikian halnya dengan Satinah, perlulah kita melihat apa yang menjadi akar permasalahannya, daripada hanya melihat persoalan yang ada di permukaan yaitu Satinah bersalah karena telah membunuh dan mencuri. Tentu saja, perbuatan tersebut tidak dapat dibenarkan pun demikian kita juga tidak bisa abai dengan keadaan yang membuatnya melakukan hal tersebut. Karenanya sudah seharusnya peristiwa ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi TKI, sehingga negara ini tidak hanya menjadi negara pengirim TKI tanpa memiliki posisi tawar yang kuat. Akibatnya hanya mengirimkan TKI saja dan menerima devisa yang dihasilkan namun abai terhadap kondisi TKI yang ada di sana. Hal ini tentu saja menjadi tindakan preventif terhadap kejadian-kejadian yang mungkin timbul sebagaimana yang terjadi dalam kasus Satinah. 

Akhirnya, apa iya kita membiarkan saudara kita dihukum mati di negara lain di sana, karena sebenarnya dia memperjuangkan haknya yang tidak diterima. Lalu bagaimana dengan perlakuan tidak adil yang diterima Satinah yang menjadi pemicu kejadian pembunuhan tersebut?  

Friday, March 07, 2014

Selamat Hari Perempuan Internasional

1

saya masih ingat, 6 tahun yang lalu bersama dengan teman-teman aktivis perempuan saya ikut membagikan bunga kepada para perempuan yang melewati daerah seputaran bundaran HI, sembari mengucapkan "selamat hari perempuan". masih teringat juga 3 tahun lalu, bersama dengan kawan-kawan di kampus merencanakan perayaan hari perempuan.

hari ini atau beberapa hari yang lalu, ketika saya membaca headline di berita online, entah melalui detik.com atau yahoo.com atau melalui sosial media twitter, begitu banyak berita tentang pembunuhan perempuan atau perkosaan dsb, dsb. namun, ada sedikit berita yang membahagiakan juga buat saya, ketika melihat tayangan di TV tentang salah satu tokoh perempuan di negeri ini, yang begitu tulus memimpin sebuah kota di Jawa Timur. Ah, rasanya semua mendadak mengenal beliau. 

Memaknai hari perempuan di tengah hiruk pikuk jelang 1 bulan pelaksanaan pemilihan umum di negeri ini, tentu saja hal ini bukan berarti serta merta harus memilih calon perempuan. menurut saya sudah saatnya para pemilih menjadi pemilih yang cerdas. Bukan semata-mata karena "citra" atau  "penampilan" atau hal-hal yang sifatnya di permukaan, namun lebih pada substansi. Bagaimana komitmen calon legislatif tersebut terhadap kesetaraan gender, penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia atau ketegasan untuk tidak melakukan korupsi. untuk hal yang terakhir tersebut, rasa-rasanya sudah banyak pemberitaan mengenai korupsi yang dilakukan oleh anggota dewan yang terhormat. Uang negara yang seharusnya digunakan untuk pengentasan kemiskinan di negeri ini atau perbaikan kualitas hidup warga miskin yang jumlahnya hampir mencapai 11,5% jika memakai hitung-hitungan BPS; dipakai untuk memperkaya segelintir orang yang duduk di kursi legislatif. Belum lagi korupsi ini juga membuat program pemerintah menjadi kurang tepat sasaran, akibat disalahgunakan. Aih parahnya negeri ini. Bahkan orang yang seharusnya menjadi wakil rakyat justru mengkhianati rakyat yang memilihnya. 

Aih saya sudah melantur kemana-mana, pokoknya "Selamat Hari Perempuan". semoga momen ini dapat menjadi momen untuk mulai dihargainya hak-hak perempuan serta kesetaraan gender di negeri ini. 

Monday, February 17, 2014

One Day Trip: Curug Nangka Bogor

0

This is really unplanned trip, actually we'll go for Baduy Trip but due to flood the trip was canceled. Then we decided to have another trip, to CURUG NANGKA...
...

Jika ingin sejenak melepas kepenatan dari macet dan bisingnya ibukota, Curug Nangka bisa menjadi pilihan. Akses menuju curug nangka cukup mudah, dan bisa ditempuh dengan kendaraan umum. Dari Jakarta, saya naik kereta jurusan Bogor, dan turun di stasiun Bogor. Setibanya di stasiun Bogor, makan soto mie di depan stasiun.. yummy... mungkin karena lapar kali ya...

Dari stasiun Bogor, naik angkot 02 ke BTM (Bogor Trade Mall), bayar Rp2.500,- selanjutnya naik angkot jurusan nangka, membayar Rp7.000,- Perjalanan ke sana cukup jauh, saya sampai terkantuk-kantuk dan tidur. Kemudian turun di nangka, dari sini bisa naik ojek atau jalan kaki. Saya waktu itu naik ojek karena belum tau jalannya, tapi ternyata tidak begitu jauh, sekitar 2 km mungkin. Jika naik ojeg, sekitar Rp10.000,-  Tiket masuk, di pintu pertama Rp7.500,- dan di pintu kedua Rp2.500,- Di pintu kedua saya tidak mendapatkan tiket, entah apa bedanya tiket di pintu satu dan di pintu dua.

Di pintu masuk, ada banyak kedai-kedai orang berjualan, jadi tidak ada masalah jika lapar. Selain itu, ada juga fasilitas toilet dengan membayar Rp2.000,- Terdapat 3 curug di sini, yaitu Curug Nangka, Curung Daun dan Curug Kaung.


Untuk menuju Curug tersebut, jalan yang ditempuh tidak terlalu sulit, terdapat jalan berundak yang harus dinaiki, hingga kemudian tiba di aliran air dan terdapat tulisan Curug Nangka di tanah yang terbuat dari batu.

ini dia penanda sudah berada di Curug Nangka


sebenernya saya tidak berhasil mengetahui yang mana sebenarnya Curug Daun. Kami terus saja mengikuti jalan yang ada, hingga sampai di curug yang besar dan kami yakini sebagai Curug Kaung. Perjalanan menuju Curug tidak terlalu sulit, bahkan bisa dibilang cukup menyenangkan ketika harus menyebarangi aliran air. Selain itu terdapat banyak Owa (monyet berekor panjang) di sana, yang menambah keasrian curug ini.


Di atas sini, ada banyak sekali monyet yang membuat pemandangan terasa sangat alami dan dekat dengan alam. Hampir saja kami tidak ke Curug Nangka, jika tidak bertanya dengan penjual tentang Curug-curug yang ada di situ. Perjalanan menuju Curug Nangka, bisa jadi yang paling menyenangkan bagi saya. bagaimana tidak, untuk menuju ke sana, harus melewati aliran air dan terowongan. Namun saya tidak bisa berlama-lama di sana karena hujan dan petir.




Total pengeluaran:
Kereta Manggarai - Bogor pp      Rp10.000,-
Angkot St. Bogor - BTM pp        Rp. 5.000,-
Angkot BTM - Nangka pp           Rp14.000,-
Ojek                                              Rp  7.500,-
Tiket  masuk                                 Rp10.000,-

Total: Rp46.500,-

Saturday, February 15, 2014

Valentine's Day dan Rasa Cinta di Negeri Ini

1


Tanggal 14 Februari disebut sebagai hari valentine, hari dimana orang mengungkapkan kasih sayang pada orang yang dicintainya. Tentang sejarahnya, ada banyak versi tentang asal mula hari valentine ini. Tak hanya itu, bahkan beberapa sumber mengkaitkan hari valentine dengan keyakinannya, serta berpendapat tidak perlu merayakannya. 

Terlepas dari kontroversi atau pro konta tentang hari kasih sayang ini, saya pikir adanya hari kasih sayang adalah momentum untuk menyebarkan cinta dan kasih sayang. Cinta ini sendiri adalah kekuatan yang kuat yang mampu mengubah dunia, tidak berlebihan jika Mahatma Gandhi berkata "where there is love, there is life."  


cinta atau kasih sayang tentu saja tidak melulu adalah cinta sepasang kekasih atau pasangan, namun bisa diartikan lebih luas lagi. Cinta kepada sesama, cinta kepada lingkungan, dan sebagainya. Menjadi pertanyaan bagi saya ketika melihat realitas-realitas yang terjadi di masyarakat, dan mempertanyakan tentanga cinta. Apakah cinta sudah terkikis dari individu di negeri ini?

Suatu ketika saya menonton tayangan di sebuah stasiun televisi swasta, yang menayangkan tentang penggunaan cat tekstil dalam produksi makanan, lain waktu tentang penggunaan boraks dalam memproduksi makanan, kali yang lain tentang daging tikus yang dijual sebagai daging ayam. Apakah sudah hilang rasa cinta kepada sesama, sehingga untuk mendapatkan rupiah mengorbankan orang lain, tanpa memikirkan bagaimana akibat dari perbuatannya itu kepada orang lain. 

Di lain waktu, saya menyeberang jalan di zebra cross, traffic light berwarna merah. namun masih ada beberapa kendaraan yang melaju tanpa memikirkan pejalan kaki yang menyeberang. Hal yang sama terjadi ketika saya naik sepeda, traffic light berwarna merah dan saya menghentikan sepeda saya, namun motor dari belakang terus melaju hingga sedikit menabrak saya. Apakah tidak terpikir bahwa saya dan sepeda saya tentu saja tidak sebanding dengan motor. 

di suatu tempat yang lain, seorang ayah memperkosa anaknya, guru memperkosa muridnya atau suami yang menyiksa istrinya. tentunya masih banyak lagi kasus-kasus yang terjadi dengan nada serupa. Membuat saya kembali bertanya, hilangkah rasa cinta di antara kita semua?

Kasus korupsi yang marak diberitakan pun kembali membuat saya bertanya, apakah Rupiah sedemikian menggiurkan dibanding dengan akibat dari korupsi yang dilakukan: masih tingginya angka kemiskinan, anak putus sekolah, kesenjangan dalam masyarakat, dsb. 

namun tentu saja masih ada secercah harapan akan rasa cinta di negeri ini, ketika secara bertubi-tubi bencana datang, masyarakat saling tolong menolong, menggalang bantuan untuk membantu sesamanya yang ditimpa bencana. 

Refleksi bagi saya pribadi tentang rasa cinta ini, mungkin adalah dengan berpikir mengenai perbuatan yang saya lakukan dan implikasinya bagi orang lain. mungkin hal ini adalah hal kecil, namun adalah wujud cinta pada orang lain. dan akhirnya, selamat membagi dan menyebarkan cinta kepada sesama. 



Monday, February 10, 2014

Nasib Pejalan Kaki

0

Tidak terasa hampir satu tahun, saya kembali tinggal di ibu kota. bergelut dengan kemacetan dan akhir-akhir ini adalah banjir, sungguh sangat tidak bersahabat. saya tidak sedang menggerutu tentang banyaknya mobil di kota ini atau curah hujan yang tinggi, saya hanya ingin berbagi cerita tentang saya yang menjadi pejalan kaki. 

Menjadi pejalan kaki di jakarta tidaklah mudah, penuh perjuangan. Bukan hanya karena asap kendaraan bermotor, namun juga karena hak pejalan kaki yang seringkali terampas. Sebut saja tentang trotoar, di banyak tempat trotoar ini telah beralih fungsi, dari menjadi tempat parkir kendaraan atau tempat berjualan para pedagang. Akibatnya, pejalan kaki kehilangan tempatnya, yang seharusnya dia dapat berjalan dengan tenang di tempat yang sudah disediakan menjadi berebutan dengan pemakai jalan yang lain. 

Salah satu hal yang paling tidak menyenangkan adalah ketika menyeberangi jalan menggunakan zebra cross. Entah para pemakai jalan tidak memiliki sim atau tidak melihat adanya zebra cross, mereka menghentikan kendaraannya tepat di zebra cross atau bahkan melebihinya. sekali lagi perampasan hal pejalan kaki. tidak hanya itu saja, seringkali saya berteriak, karena beberapa pemakai jalan masih memacu kendaraannya ketika traffic lights berwarna merah. saya yakin, sebagian besar pengendara kendaraan itu adalah orang pintar yang memiliki ijazah paling tidak SMU, namun ternyata pemahaman berlalu lintasnya masih rendah. entah bagaimana mereka mendapatkan SIM. 

pernah juga suatu ketika, sehabis hujan kala itu dan saya berjalan di trotoar, sebuah mobil dengan kejamnya memacu kecepatan ketika melintasi jalan, termasuk dengan genangan. alhasil basahlah saya dengan cipratan air tersebut.

sungguh saya merindukan bagaimana dihargainya pejalan kaki, bukan hanya dari trotoar yang bebas hambatan, tetapi juga saling menghargai antara pemakai jalan.  

Friday, December 27, 2013

Hari Ibu (Perempuan) dan Setahun Menjelang Berakhirnya MDGs

1

Tulisan ini sedianya ingin saya posting tepat tanggal 22 Desember, namun ternyata karena beberapa hal, tulisan ini belum juga selesai dan tidak bisa diposting sesua rencana. Anyway, tidak masalah karena intinya toh juga akan dipublish tinggal perkara waktu saja yang berbeda.


Hari Ibu di Indonesia yang biasa diperingati tanggal 22 Desember, memiliki esensi yang berbeda dengan hari ibu di banyak negara. Bagaimana tidak, dilihat dari sejarahnya 85 tahun yang lalu tanggal 22 Desember merupakan saat dimana para perempuan aktivis di Indonesia melakukan kongres wanita (perempuan) I. Kongres yang diikuti 30 organisasi perempuan lokal dari 12 kota di Jawa dan Sumatera tersebut, merupakan tonggak penting dalam perjuangan pergerakan perempuan di Indonesia. Untuk pertama kalinya, muncul kesadaran perempuan Indonesia atas kepentingan yang berbeda dari rekan laki-laki serta pada saat itu pula perempuan Indonesia dapat berkumpul secara bebas dalam menentukkan kehendaknya. 

Meskipun pertemuan tersebut sangat bersifat java-centris, namun semua pesertanya memandang diri mereka sebagai orang Indonesia. Hal ini terlihat dari digunakannya bahasa Melayu dalam pelaksanaan pertemuan tersebut. Pertemuan yang dihadiri kurang lebih 1.000 orang, tentu saja merupakan suatu hal yang hebat pada masa itu. Bagaimana tidak, dengan kondisi transportasi pada saat itu serta tradisi yang mengukung perempuan, hadirnya para aktivis perempuan di Yogyakarta dalam kongres Perempuan Pertama adalah suatu perjuangan yang luar biasa. Terkait dengan kongres ini, bahkan ada yang mengatakan "Orang perempoean sadja kok mengadakan Congres, jang hendak diremboeg disitoe itoe apa!"

Beberapa topik yang diangkat terkait dengan permasalahan perempuan antara lain kedudukan perempuan dalam perkawinan; perempuan yang ditunjuk, dikawin dan diceraikan di luar kemauannya; poligami; dan pendidikan untuk anak perempuan. Meskipun terjadi perdebatan dalam kongres tersebut, namun semua peserta sepakat bahwa perempuan harus maju. Kongres tersebut kemudian memutuskan (wartafeminis.com):
  • untuk mengirimkan mosi kepada pemerintah kolonial untuk menambah sekolah bagi anak perempuan;
  • pemerintah wajib memberikan surat keterangan pada waktu nikah (undang-undang perkawinan), dan segeranya diadakan peraturan yang memberikan tunjangan kepada para janda dan anak-anak pegawai negeri Indonesia;
  • memberikan beasiswa bagi siswa perempuan yang memiliki kemampuan belajar tetapi tidak memiliki biaya pendidikan, lembaga itu disebut studie fonds;
  • mendirikan suatu lembaga dan mendirikan kursus pemberantasan buta huruf, kursus kesehatan serta mengaktifkan usaha pemberantasan perkawinan anak-anak;
  • mendirikan suatu badan yang menjadi wadah pemufakatan dan musyawarah dari berbagai perkumpulan di Indonesia, yaitu Perikatan Perkumpulan Indonesia (PPPI), yang bertujuan memberikan informasi dan menjadi mediator berbagai perkumpulan di dalamnya. 
Kongres perempuan ini kemudian memunculkan inisiatif para perempuan untuk mendirikan perkumpulan-perkumpulan yang bertujuan untuk membela dan melindungi hak kaum perempuan. Tidak salah jika kongres perempuan tersebut merupakan tonggak penting dalam sejarah gerakan perempuan di Indonesia. Karenanya, bagi saya pemaknaan hari ibu adalah pereduksian dari makna perjuangan perempuan di kala itu. Meskipun 85 tahun berlalu dari kongres perempuan I dilaksanakan, dalam konteks kekinian, hal yang dibicarakan tersebut masih relevan.

Lantas, apa hubungannya dengan MDGs? Sebagaimana yang kita tahu, bahwa MDGs memiliki 8 target pembangunan, yaitu menghapus kemiskinan dan kelaparan di dunia, mencapai level penddidikan dasar universal, memberdayakan perempuan dan mempromosikan kesetaraan gender, mengurangi angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya, memastikan kelestarian lingkungan hidup, serta mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Negara-negara di dunia diharapkan mampu memenuhi target MDGs, hingga tahun 2015; artinya hanya tinggal 1 tahun menuju berakhirnya MDGs.

Mengkaitkan dengan peringatan hari perempuan dan juga menjelang berakhirnya MDGs, menarik rasanya untuk melihat bagaimana kondisi perempuan dan juga target MDGs yang terkait dengan perempuan serta keadilan gender.

bersambung...

Saturday, December 14, 2013

kemudian... tentang menulis

1

Rasa-rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis, mungkin saya sudah lupa tentang asyik dan nikmatnya menulis. Entah mengapa, gairah untuk itu seakan tidak ada lagi. Menjadi teringat yang dahulu pernah saya tulis, bahwa menulis memberikan kekuatan. Pernah di masa yang lalu, ketika terluka saya bisa menghasilkan banyak tulisan, entah puisi entah cerita. Mungkin memang benar saat sedih lebih membuat saya menjadi produktif. Pernah juga, seseorang menjadi energi positif bagi saya untuk menulis, meskipun dia acapkali mencaci tulisan saya dengan mengatakan tulisan saya tidak mengalir lepas, dsb..dsb.. namun menjadi picu bagi saya untuk menulis lebih baik lagi. 

entah mengapa, rasanya ingin kembali pada masa itu ketika ide-ide berhamburan dan menulis adalah gairah bagi saya. Kini rasanya tangan dan otak beku dan menulis tak lagi menjadi suatu kebutuhan bagi saya. Seseorang pernah berkata, budaya menulis panjang hilang karena orang disibukkan dengan menuliskan status di facebook, twitter atau jejaring sosial lainnya. Mungkin benar juga, tapi jika saya melihat jejaring sosial sosial.. sepi dari kata update status.

Rasanya merindukan benar masa itu, ketika saya bisa menulis cerita pendek. Atau ketika cerita pendek saya menuai banyak pujian (kecuali seseorang, yang mencemoohnya), bukan karena saya haus pujian, namun ada yang senang membaca cerita saya adalah suatu hal yang berharga bagi saya. 

Semoga setelah tulisan kecil ini, saya menemukan hasrat saya kembali untuk menulis. Kemampuan saya memang masih jauh untuk hal ini, pun tak ada yang salah untuk melakukannya...  

Sunday, September 08, 2013

Catatan Perjalanan: Trip ke Gunung Padang

0






Perjalanan kali ini bermula dari keinginan untuk lepas sejenak dari rutinitas pekerjaan serta kegaduhan ibukota, dan juga keinginan untuk berpetualang. Yang terakhir ini, bisa jadi porsinya jauh lebih besar, hehehe. Kali ini yang jadi target adalah Gunung Padangdi Cianjur, yang baru-baru ini membawa kehebohan karena digadang-gadang sebagai salah satu situs tertua di dunia. Diperkirakan situs ini dibangun pada 8000 sM, lebih dahulu dibandingkan dengan Piramid Mesir. 😮

Bertujuh kami kesana, dan sepakat untuk berkumpul di terminal Kampung Rambutan. Kami kemudian mencari bus tujuan ke Garut (IDR 22.000). Sayangnya, kami terlambat mengawali perjalanan, saat kami sampai di Puncak Bogor, polisi sudah memberlakukan sistem satu jalur untuk kendaraan dari Jakarta. Inilah yang membuat perjalanan kami terasa lama. Dalam kondisi ini, tenang saja ada banyak orang yang berjualan makanan dan bisa keluar dari kendaraan juga untuk melepas penat setelah duduk di dalam bus. 

Setelah menunggu lebih dari satu jam, perjalanan pun dimulai kembali. Di bus yang kami naiki, kami sempat bertanya kepada salah seorang penumpang dan menyarankan agar berhenti di perempatan sebelum terminal bus Garut. Mengikuti saran tersebut, kami turun di persimpangan dan naik angkutan umum ke Warung Kondang (IDR3.000). Dari Warung Kondang ke Gunung Padang, kami menyewa mobil angkot (IDR120.000 untuk 7 orang). Sangat sulit untuk mencapai Gunung Padang dengan kendaraan umum, karena belum ada jalur transportasi ke sana. Kami juga bernegosiasi dengan sopir angkot agar bisa berhenti di Stasiun Kereta Lampegan dan juga warung kecil untuk makan siang. 

mobil angkot yang kami sewa (Foto: Dok Pribadi)

Stasiun Kereta Api Lampegan 
Jangan lupa sebelum sampai ke Gunung Padang, singgah lebih dulu ke Stasiun Lampegan. Stasiun ini merupakan stasiun ini pada tahun 2001 sempat ditutup dan difungsikan kembali pada tahun 2010. Stasiun yang dibangun pada tahun 1882 itu terletak di jalur KA Manggarai - Padalarang. Jadi sebenarnya bisa juga naik kereta dan turun di Stasiun ini, namun stasiun ini hanya melayani Kereta Api Siliwangi (Cianjur - Sukabumi). Jadi jika mau naik kereta, harus ke Sukabumi dahulu kemudian naik Kereta Api Siliwangi dan turun di Stasiun Lampegan. Dari Stasiun Lampegan ke Gunung Padang bisa naik ojek. 

Konon nama lampegan berasal dari kata-kata yang diucapkan kepada para pekerja yang sedang membuat terowongan untuk menghindari bahaya, yaitu lamp pegang... lamp pegang.... Terowongan kereta di stasiun Lampegan merupakan terowongan pertama di Jawa Barat. It has 415 meters long, pretty long and dark. Inilah pesonanya, karena panjang dan gelap jadi a bit spooky. 

Stasiun Lampegan (foto: dok pribadi)


Lampegan tunnel (foto: dok pribadi)

inside the tunnel (foto: dok pribadi)


Menuju Gunung Padang 
Setelah menikmati pemandangan di Stasiun Lampegan, termasuk masuk ke terowongan kereta, kami pun meneruskan perjalanan ke Gunung Padang. We enjoy the beautiful scenery of tea plants along the way to the site. It was really refreshing, different from the scenery in Jakarta (of course...). Usually I always fall a sleep during the trip, but the beautiful scenery made me stay awake (but not the way back, lol).

And jeng..jeng.... Finally, we arrived the gate to Gunung Padang, the biggest megalithikum site. Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal IDR2.000 sementara untuk wisatawan mancanegara IDR50.000. 

It is not to difficult to reach the top of Gunung Padang but very tiring. There was 378 stairs step upstairs. Technically there was five levels of terraces that divided into two main areas. Terdapat banyak sekali batu-batu di sana, dan kami diingatkan untuk tidak memindahkan susunan batu-batu tersebut. Beberapa batu bisa menghasilkan suara seperti gamelan jika ditabuh. 


Serba lima di gunung padang
Uniknya, dari cerita pemelihara situs gunung padang, gunung padang identik dengan angka lima. Situs ini terdiri dari lima undakan, hampir sebagian besar batu berbentuk segi lima. Dari Gunung Padang bisa melihat 5 gunung, yaitu gunung Gede, Pangrango, Pasirpogor, Kancana dan Batu.