Sunday, November 05, 2006

pengasuhan anak

0


Membicarakan masalah anak merupakan hal yang menarik bagi saya. Bahkan menurut saya, masalah ini tidak lekang dimakan waktu. Bagaimana tidak, karena kita memiliki pengalaman sebagai anak-anak dan kita semua pasti bersinggungan dengan anak-anak, entah itu anak kita, adik, keponakan, anak tetangga atau anak orang…

Saya termasuk orang yang percaya bahwa setiap anak memiliki watak baik. Namun begitu, dalam perkembangannya, watak inipun berfluktuasi seiring dengan pola pengasuhan dan lingkungan si anak. Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang terbuka akan perubahan tentu berbeda dengan anak yang dibesarkan pada keluarga yang konservatif. Berkaitan dengan masalah pengasuhan anak, sebuah pepatah mengatakan:
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia akan belajar menghina
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia akan belajar menghargai
…. (waduh saya lupa lanjutannya, besok kalo sudah inget saya lanjutkan lagi)

Tulisan ini bukan untuk menyalahkan keluarga atas terbentuknya perilaku anak yang buruk. Namun begitu, tulisan ini hendak mengajak kita sama-sama melihat bagaimana pola pengasuhan mempengaruhi pola pikir dan pribadi anak di masa depan. Hal yang perlu kita ingat adalah, anak tidak serta merta lahir sebagai anak nakal, anak baik, anak yang patuh, anak bandel, dsb.

Hal yang sering dilupakan dalam pengasuhan anak, atau mengawal tumbuh kembang anak atau berkomuniaksi dengan anak, adalah pengalaman orang dewasa sebagai anak. Menurut saya ini penting, karena dalam pengasuhan anak penting kiranya untuk memahami perasaan anak. Sayangnya, begitu menjadi orang dewasa hal ini acap kita lupakan karena kita cenderung berpikiran mengetahui apa yang terbaik bagi anak. Lagipula dalam hubungan anak-orang dewasa, anak berada dalam posisi sub-ordinat. Pendapat dan keinginannya seringkali tak diindahkan oleh orang dewasa. Cobalah kita berpikir sejenak. Saat kita kecil dahulu, perlakuan dari orang dewasa apa yang tidak kita sukai, dan apakah saat kita menjadi orang dewasa kita justru melakukan hal tersebut?

Hal lain yang acap dilupakan adalah, penghargaan atas keberadaan anak. Penting bagi kita sebagai orang dewasa untuk menghargai apa yang telah dilakukan anak, dan bukan justru membanding-bandingkannya dengan orang lain. Jika tidak, maka anak akan tumbuh dengan ketidakpercayaan diri serta ragu dalam mengambil keputusan yang menyangkut ats dirinya, karena dia selalu berpikir untuk tidak mengecewakan orang tuanya. Setiap anak adalah pribadi yang unik, dan banggalah atas dirinya. Every children is special.

Demikian halnya dengan pelabelan pada diri anak. Misalnya seorang anak yang dicap anak nakal. Percaya atau tidak, tapi dia akan menganggap dirinya nakal. Atau seringkali orang dewasa emlabeli anak yang atraktif dan banyak bertanya sebagai anak nakal. Padahal memang demikianlah anak-anak, jika ia banyak bergerak atau ingin tahu tentang banyak hal. Tugas kita sebagai orang dewasa adalah membimbing mereka, memastikan mereka tumbuh dengan baik. Jangan lantas mematikan kekritisan dan potensi mereka.

Anak menurut saya adalah pribadi yang sensitive, mereka begitu peka dengan keadaan di sekelilingnya dan juga perlakuan yang mereka dapatkan dari orang-orang di sekeliling mereka. Menurut saya, penting bagi kita untuk tidak menyalahkan atas perbuatan yang mereka lakukan. Namun berkomunikasi sebagai teman mereka, mengapa mereka melakukan hal tersebut. Kita akan tahu, jangan-jangan bukan kesalahan mereka, namun akibat dari tindakan mereka atau niatnya baik hanya saja mereka belum tahu caranya.

Pola pengasuhan berdampak besar terhadap perkembangan pribadi anak. Karena melalui mekanisme ini nilai ditransfer kepada anak. Melalui mekanisme ini, anak akan belajar, karena anak tidak hanya belajar dari apa yang anda sampaikan kepadanya. Dia belajar pula dari bagaimana anda bersikap, berkata dsb..

Anak bagai selembar kertas polos. Coretan atau gambaran apa yang nantinya akan ada dalam kertas polos tersebut, tergantung dari bimbingan, ajaran dan pengasuhan orang dewasa. Dan hal penting yang patut kita ingat adalah, anak bukan milik kita. Mereka adalah milik mereka sendiri. Tugas kita sebagai orang dewasa adalah memastikan mereka tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga nantinya mereka menjadi orang dewasa yang baik.

Bandung, 3 November 2006

0 komentar: