Monday, May 10, 2010

haruskah dengan kekerasan..?

0



Dalam perjalanan menuju Jakarta di sebuah gerbong kereta, tiba-tiba dikejutkan tangis seorang anak yang mungkin berumur 3-4 tahun. Mau tak mau perhatian teralih ke sana. Entah apa yang menjadi musababnya, yang menjadikan anak tersebut menangis. Yang saya ketahui beberapa saat kemudian sang ibu menyentil telinga anak tersebut. Yang tentu saja hal ini makin menambah kencang isak tangisnya.

Hal tersebut tidak berhenti di situ. Tangis sang anak belum juga reda. Ibunya mengancam akan meninggalkan dia sendiri di kereta dan mengatainya nakal. Anak tersebut masih menangis dan menolak untuk dekat-dekat dengan ibunya.

Saya menjadi teringat dengan pengalaman saya 3 tahun yang lalu saat saya berada di sebuah angkot di kota Bandung. Naiklah seorang ibu dengan putrinya yang berumur kurang lebih 6-7 tahun. Sang anak kelihatannya sangat aktif dan dia tiba-tiba menjulurkan tangannya ke jendela. Mengetahui hal tersebut sang ibu marah dan langsung menampar anaknya. Kami semua kaget menyaksikan hal tersebut.

Tidak hanya itu saja, di sebuah permukiman padat penduduk rasanya kekerasan menjadi bagian dari proses pengasuhan anak. Ketika anak dinilai nakal, tidak jarang pukulan dilayangkan. Akibatnya, tidak heran jika kekerasan menjadi bagian dari tingkah laku anak-anak ini.

Haruskah dengan kekerasan dalam upaya mengasuh atau mendidik anak? Saya percaya, tidak ada anak yang serta merta terlahir nakal. Saya juga tidak setuju dengan pelabelan 'anak nakal' dsb, ini tentu akan membawa dampak psikologis bagi anak.

0 komentar: