Friday, January 06, 2012

Jilbab dan Saya



Memakai jilbab di Indonesia adalah hal yang lumrah, cara berpakaian ini bahkan dianggap sebagai cara berpakaian yang baik. Tidak hanya itu, beberapa daeraho bahkan mewajibkan perempuannya untuk berjilbab. Tinggal di negara orang, menjadikan banyak orang bertanya pada saya mengapa memakai jilbab. "Kamu tinggal di Indonesia, negara yang panas. Mengapa kamu memakai jilbab? Apa tidak gerah?" demikian tanya salah seorang teman saya dari China. Lain lagi dengan teman saya dari Perancis yang sedikit lebih 'menyerang', tak seharusnya simbol keagamaan dipaai di muka umum ( ini sejalan dengan kebijakan Prancis).

Saya memulai memaki jilbab ketika saya masuk kuliah. Saya bukan berasal dari keluarga atau lingkungan pesantren atau yang taat sekali pada agama. Ibu saya hingga saat ini terkadang memakai jilbab dan terkadang tidak. Keinginan memakai jilbab, saya rasakan di saat akhir masa SMU saya. Ketika itu banyak teman dekat saya yang kemudian memaka jilbab (ini mungkin sedikit banyak mempengaruhi saya), selain keinginan untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan menjalankan agama saya lebih baik. Tidak ada yang mempertanyakan hal ini pada saya, dan tak ada pula yang mengkritisi. Saya pun tak mempertanyakan hal ini pada diri saya.

Ketika berjilbab, saya pikir tak ada orang yang bertanya tentang agama saya. Namun ternyata tidak demikian. Ketika saya berada di Aceh, seseorang bertanya, "Apa agama adik?" Baru kali ini saya mendapat pertanyaan seperti itu, yang membuat saya heran (tentu saja).

Memakai jilbab membantu saya dalam aktivitas saya. Ketika bekerja di Aceh, memakai jilbab tentu saja menjadi hal yanga menguntungkan. Demikian halnya dalam aktivitas saya di beberapa daerah di Jawa Barat, memakai jilbab membuat saya 'lebih mudah masuk ke masyarakat'. Tidak hanya itu saja, aktivitas saya yang menuntut saya hingga larut malam masih berada di transportasi publik atau seringkali bepergian sendiri, memkai jilbab membuat saya merasa aman dan nyaman.

Namun jilbab juga membuat saya 'malu'. Ketika beberapa pemimpin daerah mewajibkan perempuan di daerah tersebut untuk memakai jilbab. Atau kewajiban memakai jilbab di lingkungan sekolah atau kantor. Jilbab menjadi alat politik dan menjadi alat untuk mengontrol tubuh perempuan.

.. Bersambung

1 komentar:

Anonymous said...

Izin copy, dll. gambarnya ya... Syukran... ^_^
(rimay23@yahoo.co.id) Riri

 

bunga rumput Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino