<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871</id><updated>2012-02-17T18:36:02.182+07:00</updated><category term='quota'/><category term='perempuan'/><category term='menikah'/><category term='finland'/><category term='puisi'/><category term='kesehatan'/><category term='sepakbola'/><category term='politics'/><category term='thailand'/><category term='lyric'/><category term='idul fitri'/><category term='You is What You buy'/><category term='renungan'/><category term='ramadhan'/><category term='cinta'/><category term='break free'/><category term='qurban'/><category term='globalization'/><category term='jalan-jalan'/><category term='prosa'/><category term='biografi'/><category term='ruang publik'/><category term='politik'/><category term='kemiskinan'/><category term='kuliner'/><category term='idul adha'/><category term='wisata'/><category term='aku ingin'/><category term='puasa'/><category term='TKI'/><category term='anak'/><category term='europe'/><category term='beasiswa'/><category term='gender'/><category term='backpacker'/><category term='resensi'/><category term='agama'/><category term='anime'/><category term='film'/><category term='buy nothing day'/><category term='ekonomi'/><category term='hukum'/><category term='lingkungan'/><category term='tulisan lepas'/><title type='text'>bunga rumput</title><subtitle type='html'>sebagaimana rumput, meski ratusan kali dicabut akan selalu ada. dan tulisan ini adalah buah pikir yang selalu ada ...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>170</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-7191132765943728211</id><published>2012-02-17T16:22:00.004+07:00</published><updated>2012-02-17T18:36:02.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI'/><title type='text'>Perlindungan terhadap BMI: Perjuangan Tiada Henti</title><content type='html'>Secara tak sengaja saya membuka folder spam di email saya dan membaca email tentang ratifikasi Konvensi PBB Tahun 1990 tentang Perlindungan Seluruh Hak-hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya oleh pemerintah pada tanggal 7 Februari lalu. Ratifikasi terhadap konvensi yang dikenal dengan nama Konvensi Buruh Migran tersebut memang telah lama diperjuangkan oleh teman-teman yang terlibat dalam perlindungan Buruh Migran Indonesia (BMI). Singkat kata perjalanan meratifikasi Konvensi ini adalah perjalanan yang sukup panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-7191132765943728211?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/7191132765943728211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=7191132765943728211' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7191132765943728211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7191132765943728211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2012/02/perlindungan-terhadap-bmi-perjuangan.html' title='Perlindungan terhadap BMI: Perjuangan Tiada Henti'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5660127725861951907</id><published>2012-02-04T16:57:00.003+07:00</published><updated>2012-02-04T18:01:40.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finland'/><title type='text'>Peduli Lingkungan Ala Finland</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rIvE07RLx0w/Ty0QCqJQ5oI/AAAAAAAABGk/fUr3LsqMRpY/s1600/index.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 187px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rIvE07RLx0w/Ty0QCqJQ5oI/AAAAAAAABGk/fUr3LsqMRpY/s200/index.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705233940807214722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan sekaligus perhatian terhadap lingkungan rasa-rasanya semakin mengemuka. Sempat saya baca sebuah berita di twiteer di Sumatra Utara, pasangan yang akan menikah wajib menanam satu batang pohon. Ini mengingatkan saya dengan perbincangan saya 5 tahun lalu, di daerah Kuningan Jawa Baratpun pasangan yang akan menikah wajib menyumbangkan satu tanaman. Tidak hanya itu saja, ada banyak gerakan menanam pohon di negeri ini, meski kasus pembalakkan hutan masih saja terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya ditunjukkan dengan gerakan menanam pohon atau menyumbangkan pohon saja. Di beberapa negara, pemerintah membuat program car free day. Yang saya tahu tentang program tersebut, kemacetan justru berpindah di tempat lain, bahkan tak jarang saya kesusahan dalam mengakses publik transportasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan tinggal di Finland, salah satu negara scandinavia ini membuat saya ingin menuliskan peduli lingkungan ala negeri seribu danau ini. Tempat sampah di sini terdiri dari beberapa macam, yaitu landwaste, metal, karton, burning waste, glass dan kertas. Sudah menjadi kewajiban dari tiap keluarga/ orang untuk memilah-milah sampahnya dan membuangnya di tempat sampah yang sesuai. Memilah-milah sampah ini pun diajarkan kepada anak-anak, sehingga ketika mereka dewasa kebiasaan memilah sampah telah tertanam di diri mereka. Terkait dengan glass recycling, bersama dengan Jerman, Finland memiliki tingkat glass recycling yang cukup tinggi yaitu 80-90%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulkan botol air mineral dan kaleng coke atau beer anda, anda akan mendapatkan voucher berbelanja. Ya, anda bisa menukarkan botol dan kaleng tersebut di supermarket dan mendapatkan voucher untuk berbelanja di supermarket tersebut. Sayangnya saya tidak terlalu memanfaatkan program ini, berhubung jarang membeli air mineral dan tak pernah membeli coke atau beer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di tanah air, untuk mendukung program peduli lingkungan di beberapa supermarket, disediakan kantong plastik atau kantong khusus dengan membayar beberapa ribu rupiah. Namun tentu saja, pihak supermarket tersebut memberikan kantong plastik secara cuma-cuma. Saya menjadi teringat, saya selalu membawa kantong plastika kemana saja saya pergi, sehingga ketika saya berbelanja saya selalu menolak kantong plastik yang diberikan. Lain halnya dengan di sini, supermarket tidak memberikan kantong plastik secara cuma-cuma (hanya ada kantong plastik ukuran kecil yang tersedia gratis), karenanya selalu membawa tas atau kantong plastik sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko-toko second hand cukup banyak ditemukan di sini. Barang-barang yang tidak terpakai dijual di toko second hand. Anda bisa menemukan barang dengan harga miring di toko second hand, dan ini artinya menggunakan konsep re-use. Jika dilihat dari sisi ekonomi, mungkin ini adalah kebermanfaatan kepemilikan. Sebagai contoh, ketika anda membeli mesin cuci baru sementara mesin cuci lama masih berfungsi, alangkah baiknya jika mesin cuci tersebut dialihkan ke orang lain yang lebih membutuhkan dari pada membuat sesak rumah anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan orang Finland dengan alam, ini terlihat dari salah satu kegiatan yang dilakukan orang Finland yaitu berburu jamur dan berry. Kebanyakan mereka dapat membedakan jamur yang bisa dimakan dan yang tidak. Ini cukup penting karena tidak semua jamur dapat dimakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak lagi cara peduli lingkungan di negeri ini yang luput dari pengamatan saya. Namun yang saya pelajari, peduli dari lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan tentu saja mari kita mulai dari sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5660127725861951907?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5660127725861951907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5660127725861951907' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5660127725861951907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5660127725861951907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2012/02/peduli-lingkungan-ala-finland.html' title='Peduli Lingkungan Ala Finland'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rIvE07RLx0w/Ty0QCqJQ5oI/AAAAAAAABGk/fUr3LsqMRpY/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-609881185785337242</id><published>2012-01-22T16:28:00.005+07:00</published><updated>2012-01-22T23:39:38.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruang publik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Merindukan Ruang Publik yang Aman bagi Perempuan (dan Anak)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1fy4tKaPAmo/Txw3h7UVRLI/AAAAAAAABGY/F2R4Oge2yHQ/s1600/3-profiles-of-a-woman-silhouette.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1fy4tKaPAmo/Txw3h7UVRLI/AAAAAAAABGY/F2R4Oge2yHQ/s200/3-profiles-of-a-woman-silhouette.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700492284342387890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Miris hati saya, ketika pagi ini membaca sebuah tulisan "&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/01/22/143837/Mahasiswi-Diperkosa-Lima-Pemuda-di-Angkot-"&gt;Mahasiswi Diperkosa Lima Pemuda di Angkot&lt;/a&gt;." Ini mengingatkan saya pada status mbak Mariana Amiruddin di FB beberapa hari yang lalu, &lt;blockquote&gt;Seorang ibu menunggu angkot di pinggir kota sendirian. Datanglah angkot kosong gelap. Saya panik, langsung saya beri tumpangan. Kebetulan satu tujuan. Lalu kami berdua diskusi soal perkosaan di angkot dan situasi kota yg memburuk.&lt;/blockquote&gt; Saya menjadi bertanya, apakah mimpi tentang ruang publik yang aman bagi perempuan (dan anak) masih jadi mimpi belaka di negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu ketika bertemu dengan kelompok perempuan di Turku (red: Finlandia), mereka bertanya apa yang membedakan hidup di Indonesia dengan di Turku dari perspektif saya yang perempuan. Agak sulit menjawabnya, ada beberapa hal yang membuat saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;turn green with envy&lt;/span&gt; dengan keadaan di sini. Salah satunya adalah rasa aman, meski malam atau dini hari saya masih berada di jalan yang sepi dan gelap, sendirian; namun saya merasa aman. Tidak ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;street harassment&lt;/span&gt; yang biasa saya dapati atau saksikan di Indonesia, entah itu komentar dari sekelompok orang (laki-laki) atau siulan. Hal yang sama saya rasakan ketika berada di Thailand, meski tentu saja kadar rasa amannya tidak setinggi di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian bertanya, akankah ketika kembali nanti ke negeri tercinta ruang publik sudah menjadi tempat yang aman bagi perempuan. Ketika berbicara tentang ruang publik dan rasa aman, kemudian saya teringat dengan pernyataan seorang tokoh yang menyalahkan busana yang dipakai perempuan. Ah.. kembali perempuan menjadi yang paling bertanggungjawab atas urusan moral. Tubuh perempuan disalahkan dan bagaimana perempuan berbusana menjadi hal yang dituding sebagai penyebab ketidakamanan pada perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya apakah pada perempuan dan busana yang dikenakannya atau pada cara pandang yang menjadikan perempuan sebagai objek? Ketika masyarakat saling menghormati dan menghargai satu sama lain, tidak memandang pihak yang lain sebagai objek, ruang publik yang aman bagi perempuan (dan anak) bahkan bagi siapa pun tentu saja bukan impian belaka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----    &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-609881185785337242?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/609881185785337242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=609881185785337242' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/609881185785337242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/609881185785337242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2012/01/merindukan-ruang-publik-yang-aman-bagi.html' title='Merindukan Ruang Publik yang Aman bagi Perempuan (dan Anak)'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1fy4tKaPAmo/Txw3h7UVRLI/AAAAAAAABGY/F2R4Oge2yHQ/s72-c/3-profiles-of-a-woman-silhouette.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-950268008932627806</id><published>2012-01-17T04:11:00.003+07:00</published><updated>2012-01-17T04:48:14.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anime'/><title type='text'>Resensi: The Girl Who Leapt Through Time</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-B0Z4j4imYRY/TxSYqciq_6I/AAAAAAAABGM/d4TKhCs9h9A/s1600/the-girl-who-leapt-through-time.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-B0Z4j4imYRY/TxSYqciq_6I/AAAAAAAABGM/d4TKhCs9h9A/s200/the-girl-who-leapt-through-time.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698347283514064802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Title : The Girl Who Leapt Through Time (Toki o Kakeru Shōjo)&lt;br /&gt;Year : 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saja kita bisa mengulang waktu...&lt;br /&gt;Kata-kata itu acapkali kita dengar, dan bagaimana jika bisa? Akankah menjadi hal yang berbeda? Benarkah itu yang kita inginkan? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Makoto, seorang remaja Jepang yang tinggal di Tokyo secara tak sengaja memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan waktu, semenjak dia selamat dari tabrakan dengan kereta api akibat rem sepedanya oblong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makoto menggunakan kemampuannya untuk berbagai hal, dari memperbaiki nilai ujian, makan puding yang sebelumnya dimakan adiknya, karaoke hingga 10 jam, memakan makanan kesukaannya, membantu seseorang mengungkapkan perasaannya, menghindari 'kecelakaan' di kelas, bahkan mencegah kematian seseorang. Melihat film ini, kadang Makoto menggunakan kemampuannya itu untuk hal yang tidak seperlunya. Dan siapa sangka kemampuan itu ternyata memiliki batasannya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki kemampuan tersebut rasanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cool&lt;/span&gt; dan mungkin kita berpikir bisa melakukan hal yang lebih baik jika bisa mengulang waktu. Kita bisa dengan mudah kembali ke waktu dengan moment yang kita suka atau memperbaiki sesuatu. &lt;blockquote&gt;"Kamu bisa melakukan perjalanan waktu, tapi pernahkah berpikir mungkin ada seseorang yang menderita karena hal itu?"&lt;/blockquote&gt; demikian kira-kira kata bibi Makoto yang dipanggilnya aunty witch. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, ketika Makoto menyadari perasaannya pada Chiaki, dia menyesal telah melakukan pengulangan waktu berkali-kali untuk menghindari Chiaki menyatakan perasaannya. Terlebih ketika mengetahui Chiaki akan menghilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kelanjutan kisah Makoto dan Chiaki? Atau bagaimana Makoto memanfaatkan kemampuannya itu? Bisa diikuti dengan menonton filmnya langsung. Menurut saya film ini cukup bagus dan mengandung pesan moral yang tentu saja sangat subjektif tergantung masing-masing dari kita. Finally, film ini cukup worthed untuk ditonton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-950268008932627806?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/950268008932627806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=950268008932627806' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/950268008932627806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/950268008932627806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2012/01/resensi-girl-who-leapt-through-time.html' title='Resensi: The Girl Who Leapt Through Time'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-B0Z4j4imYRY/TxSYqciq_6I/AAAAAAAABGM/d4TKhCs9h9A/s72-c/the-girl-who-leapt-through-time.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-1420579337823227207</id><published>2012-01-06T15:20:00.003+07:00</published><updated>2012-01-08T14:15:34.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Jilbab dan Saya</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2nBxJEAzMss/TwlCkauRttI/AAAAAAAABFo/U0HJGmLuIhQ/s1600/Jilbab_kartun_lucu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 97px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2nBxJEAzMss/TwlCkauRttI/AAAAAAAABFo/U0HJGmLuIhQ/s320/Jilbab_kartun_lucu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695156397202847442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memakai jilbab di Indonesia adalah hal yang lumrah, cara berpakaian ini bahkan dianggap sebagai cara berpakaian yang baik. Tidak hanya itu, beberapa daeraho bahkan mewajibkan perempuannya untuk berjilbab. Tinggal di negara orang, menjadikan banyak orang bertanya pada saya mengapa memakai jilbab. "Kamu tinggal di Indonesia, negara yang panas. Mengapa kamu memakai jilbab? Apa tidak gerah?" demikian tanya salah seorang teman saya dari China. Lain lagi dengan teman saya dari Perancis yang sedikit lebih 'menyerang', tak seharusnya simbol keagamaan dipaai di muka umum ( ini sejalan dengan kebijakan Prancis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memulai memaki jilbab ketika saya masuk kuliah. Saya bukan berasal dari keluarga atau lingkungan pesantren atau yang taat sekali pada agama. Ibu saya hingga saat ini terkadang memakai jilbab dan terkadang tidak. Keinginan memakai jilbab, saya rasakan di saat akhir masa SMU saya. Ketika itu banyak teman dekat saya yang kemudian memaka jilbab (ini mungkin sedikit banyak mempengaruhi saya), selain keinginan untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan menjalankan agama saya lebih baik. Tidak ada yang mempertanyakan hal ini pada saya, dan tak ada pula yang mengkritisi. Saya pun tak mempertanyakan hal ini pada diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berjilbab, saya pikir tak ada orang yang bertanya tentang agama saya. Namun ternyata tidak demikian. Ketika saya berada di Aceh, seseorang bertanya, "Apa agama adik?" Baru kali ini saya mendapat pertanyaan seperti itu, yang membuat saya heran (tentu saja). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai jilbab membantu saya dalam aktivitas saya. Ketika bekerja di Aceh, memakai jilbab tentu saja menjadi hal yanga menguntungkan. Demikian halnya dalam aktivitas saya di beberapa daerah di Jawa Barat, memakai jilbab membuat saya 'lebih mudah masuk ke masyarakat'. Tidak hanya itu saja, aktivitas saya yang menuntut saya hingga larut malam masih berada di transportasi publik atau seringkali bepergian sendiri, memkai jilbab membuat saya merasa aman dan nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jilbab juga membuat saya 'malu'. Ketika beberapa pemimpin daerah mewajibkan perempuan di daerah tersebut untuk memakai jilbab. Atau kewajiban memakai jilbab di lingkungan sekolah atau kantor. Jilbab menjadi alat politik dan menjadi alat untuk mengontrol tubuh perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.. Bersambung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-1420579337823227207?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/1420579337823227207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=1420579337823227207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1420579337823227207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1420579337823227207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2012/01/jilbab-dan-saya.html' title='Jilbab dan Saya'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2nBxJEAzMss/TwlCkauRttI/AAAAAAAABFo/U0HJGmLuIhQ/s72-c/Jilbab_kartun_lucu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-2532371962841921996</id><published>2012-01-06T02:58:00.005+07:00</published><updated>2012-01-08T14:11:09.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='backpacker'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='europe'/><title type='text'>Europe Trip</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FqCoUZpg8gY/TwlBh1C-I_I/AAAAAAAABFc/XEP84Aj-Iyg/s1600/backpacker1.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 292px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-FqCoUZpg8gY/TwlBh1C-I_I/AAAAAAAABFc/XEP84Aj-Iyg/s320/backpacker1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695155253217731570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul postingan ini mirip dengan judul film yang baru saja saya tonton. Sengaja memang, namun perjalanan saya tidak untuk menemui penpal dan menyatakan perasaan hati pada orang tersebut. Akhirnya mimpi untuk jalan-jalan d Eropa kesampaian juga, meski tidak semua negara Eropa saya jamah. Semoga masih ada next time buat saya. Amien..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo boleh dibilang perjalanan ini kurang well-prepared karena sebelumnya disibukkan dengan ujian dan tugas-tugas. Namun masih bisa searching tiket pesawat dan hostel. Perjalanan ini dimudahkan karena saat ini saya tinggal di Finland dan memiliki residence permit jadi bebas ke negara Uni Eropa lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ini benar-benar tidak ada duanya, bagaimana tidak. Beberapa jam sebelum berangkat saya masih mengerjakan soal ujian dan kemudian disibukkan membeli sepatu boots. Deritanya tidak berhenti sampai di situ saja, cerita sebelum berangkat bisa dilihat di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski perjalanan&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-2532371962841921996?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/2532371962841921996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=2532371962841921996' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2532371962841921996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2532371962841921996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2012/01/europe-trip.html' title='Europe Trip'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FqCoUZpg8gY/TwlBh1C-I_I/AAAAAAAABFc/XEP84Aj-Iyg/s72-c/backpacker1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6668898809837914929</id><published>2011-11-05T15:02:00.006+07:00</published><updated>2011-11-05T16:02:22.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='idul adha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='qurban'/><title type='text'>Qurban: to understand the pain of others</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-XYUrpVQw7cU/TrT2X82ukVI/AAAAAAAABEU/bNvGGlH_Jbk/s1600/kambing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XYUrpVQw7cU/TrT2X82ukVI/AAAAAAAABEU/bNvGGlH_Jbk/s320/kambing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671428722099392850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum Idul Adha, membuat saya ingin merenungkan makna dibalik hal tersebut. Apa yang terbersit dalam benak anda ketika ditanyakan tentang Idul Adha? Mungkin jawabnya ada Nabi Ibrahim, sapi, hewan kurban, penyembelihan,... Saya tidak akan menulis tentang bagaimana sejarah kurban, karena hal tersebut dapat dengan mudah didapatkan di internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi teringat dengan hari Raya Idul Adha yang sudah-sudah, bagaimana saya menjadi sedih ketika menatap hewan-hewan kurban tersebut. Berqurban tidak hanya harus menyisihkan sebagian harta anda untuk membeli hewan qurban dan membaginya dengan kaum papa, tapi juga mengorbankan hidup mahkluk yang lain. Hal ini membuat saya tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Nabi Ibrahim kala itu, mengutip twitter Gunawan Muhammad:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mungkin kita lupa bahwa yg harus dikorbankan Nabi Ibrahim dua hal: seorang bocah yg tak bersalah dan ikatan batinnya dgn si anak.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut rasanya berat dan saya tak bisa membayangkan jika saya berada dalam posisi tersebut. Betapa berat pengorbanan itu. Bahkan dalam kasus hewan kurban, kita membeli hewan kurban dan kemudian menyembelihnya. Bagaimana qurban yang kita lakukan mengantarkan mahkluk lain dalam sakit dan kematian. Hubungan qurban tidak hanya antara orang yang berqurban dan kaum papa yang kemudian menerima daging kurban, tetapi juga dengan hewan yang dikurbankan. Mungkin hubungan yang terakhir kurang kita perhatikan, namun jika kita hayati akan membuat kita tersadar tentang arti pengtingnya hidup, dan merefleksi pengorbanan yang kita lakukan. Kita tidak hanya berkorban dengan menyisihkan harta untuk membeli hewan qurban, tetapi juga mengorbankan hidup hewan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi dari berkorban tidak hanya berbagi dengan orang lain (terutama mereka yang tak berpunya), tetapi juga memaknai pengorbanan yang dilakukan. Ini tentu saja tak hanya berlaku pada hari raya idul adha, tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita. Hal kecil saja, pernahkah kita berpikir ketika mengkonsumsi sesuatu, untuk menjadi suatu barang tentu ada pengorbanan yang dilakukan. Ketika menjumpai makan siang kita, mungkin itu adalah pengorbanan ibu/ayah/istri/suami kita yang melupakan rasa lelah setelah bekerja mencari uang dan membuat masakan tersebut yang bahkan mungkin mengorbankan waktu istirahatnya. Jika kita merunut asal suatu barang makan akan banyak cerita pengorbanan-pengorbanan yang akan kita dapatkan. Hal ini akan membuat kita lebih menghargai sesuatu dan memaknai sesuatu bahkan hal kecil sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat merayakan idul adha...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_nOJpMMy9Ak/TrT2ejPtcJI/AAAAAAAABEg/Fj9vsYba6-M/s1600/idul.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_nOJpMMy9Ak/TrT2ejPtcJI/AAAAAAAABEg/Fj9vsYba6-M/s320/idul.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671428835483938962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6668898809837914929?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6668898809837914929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6668898809837914929' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6668898809837914929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6668898809837914929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/11/qurban-to-understand-pain-of-others.html' title='Qurban: to understand the pain of others'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-XYUrpVQw7cU/TrT2X82ukVI/AAAAAAAABEU/bNvGGlH_Jbk/s72-c/kambing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6266096775692520544</id><published>2011-10-17T00:18:00.005+07:00</published><updated>2012-01-04T06:50:54.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku ingin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>sejenak membincangkan cinta dalam sajak 'Aku Ingin'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ejb4Zf2Wouo/TpsUFBXP_cI/AAAAAAAABD0/A2OvlfarGZY/s1600/lilin3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 143px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ejb4Zf2Wouo/TpsUFBXP_cI/AAAAAAAABD0/A2OvlfarGZY/s200/lilin3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664143032846384578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:&lt;br /&gt;Dengan kata yang tak sempat diucapkan&lt;br /&gt;Kayu kepada api yang menjadikanya abu&lt;br /&gt;Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:&lt;br /&gt;Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan&lt;br /&gt;Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada&lt;br /&gt;Sapardi Djoko Damono, (1989)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://youtu.be/_VxcEZUW1I4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin cinta adalah tema yang paling sering kita dengar saban hari, entah di televisi, roman, lagu atau dalam kehidupan sehari-hari. Membincangkan tentang cinta membuat saya teringat dengan sajak Aku Ingin-nya Sapardi Djoko Damono. Puisi ini cukup populer, jika tidak percaya anda bisa menggooglingnya dan akan keluar berlembar-lembar hasil termasuk musikalisasi puisi tersebut. Mungkin andapun akan menemukan video karya saya di &lt;a href="http://youtu.be/_VxcEZUW1I4"&gt;sini&lt;/a&gt;, wah kenapa saya malah jadi promosi ya ^_^ hehehe.. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;back to the topic&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini mungkin terkesan sederhana, namun sejatinya mengandung makna yang dalam (setidaknya bagi saya). Untaian kata-kata tersebut menyentuh benar dalam diri saya, salah satu kepiawaian SDD adalah meramu kata-kata dan ini adalah salah satunya. Bahkan hingga kini saya masih berusaha memaknai untaian kata dalam sajak itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mencinta dengan sederhana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Saya menjadi bertanya bagaimanakah itu mencintai dengan sederhana? Cinta dalam wajah yang sederhana, tanpa ada kerumitan atau hal-hal yang 'wah'. Membaca sajak 'Aku Ingin', SDD menghadirkan wajah keserhanaan cinta dalam peniadaan sebagaimana hubungan api dan kayu atau awan dan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati kata-kata tersebut, membuat saya berpikir tentang unconditional love. Hubungan kayu dan api dan awan dan hujan, mungkin adalah hubungan yang tak pernah kita pikirkan. Rasa-rasanya hubungan tersebut adalah suatu yang normal adanya, mungkin demikianlah pengorbanan, tak mengharap berbalas. Suatu hubungan yang tulus mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang menjadi bertanya, kenapa mencintai seseorang, andai dia adalah pembunuh, masihkah mencintainya? andai dia bukan anak kita, masihkah mencintainya? dan masih banyak andai andai yang lain tentu saja. Cinta.. dan pada akhirnya saya hanya bisa mengutip kata-kata Joni Mitchell,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;....and still somehow I really don't know love at all. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah saya yang membuat cinta menjadi sebuah rumusan yang complicated dan tak berusaha mennyederhanakannya? entahlah.. Mungkin saya masih terjebak dengan definisi atau apalah tentang cinta atau mungkin bagaimana menyebut perasaan saya. Menjadi bertanya apakah saya sudah benar-benar mencinta? Mencinta dengan sederhana sebagaimana yang tertuang dalam sajak aku ingin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6266096775692520544?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6266096775692520544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6266096775692520544' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6266096775692520544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6266096775692520544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/10/sejenak-membincangkan-cinta-dalam-sajak.html' title='sejenak membincangkan cinta dalam sajak &apos;Aku Ingin&apos;'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ejb4Zf2Wouo/TpsUFBXP_cI/AAAAAAAABD0/A2OvlfarGZY/s72-c/lilin3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-3993647011383521054</id><published>2011-08-31T13:05:00.002+07:00</published><updated>2011-09-05T04:55:24.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finland'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='idul fitri'/><title type='text'>Idul Fitri di Finlandia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-0N6bnYHtrps/TmPzr4R6MCI/AAAAAAAAA8Q/LpZ9sbCb_Ws/s1600/ied.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0N6bnYHtrps/TmPzr4R6MCI/AAAAAAAAA8Q/LpZ9sbCb_Ws/s320/ied.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648626292820160546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan di tanah air yang masih belum menentukan Hari Raya Idul Fitri, beberapa hari yang lalu KBRI Finlandia mengumumkan bahwa Idul Fitri jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011. Ini adalah kali kedua saya merayakan lebaran tidak bersama keluarga. Jika tahun lalu, saya bersama teman-teman saya beramai-ramai mendatangi KBRI Thailand namun tidak tahun ini. Jarak Turku-Helsinki yang cukup jauh (2.5 jam), selain saya juga belum pernah ke Helsinki (selain di Bandara ketika menunggu penerbangan ke Turku) dan juga adanya jadwal di kampus membuat saya mengurungkan niat saya untuk ke KBRI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fortunately, Natasha gave me information about Ied Prayer in Turku. Yo, saya bersama muslim lain di Turku mengikuti Shalat Ied di Leaf areena Kärsämäentie 3. Shalat ied ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Muslim Somalia, dan kebanyakan jamaah yang datang berasal dari Somalia. Leaf Areena adalah gedung olahraga di kota Turku, gedung ini cukup luas dan memadai untuk melakukan shalat Ied. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana shalat di sini cukup berbeda dengan di tanah air, tidak hanya karena saya dan teman-teman perempuan saya dari Indonesia yang mengenakan mukena (sementara yang lain tidak), bahkan anak kecil di sebelah saya (kira-kira berumur 8 tahun) mengenaikan topi pandan ^_^ tetapi juga kerapian shalat. Sebelum shalat dimulai, bahkan kami sempat bingung arah kiblat, dan ketika shalat pun barisan (shaf)-nya belum cukup rapi (menurut pandangan saya). Parahnya, meski tempat shalat cukup luas, namun karena seorang ibu menyuruh anaknya berada di samping kanan dan kiri saya, membuat saya tidak leluasa bergerah. Alhasil, saya tidak bisa berkonsentrasi karena sempitnya tempat ketika akan sujud atau duduk T_T &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai shalat Ied, ada khotbah yang tidak saya mengerti karena tidak menggunakan bahasa Inggris. Uniknya, di dekat pintu keluar beberapa anak membawa sekaleng permen dan jamaah yang datang bisa mengambil permen. Selain itu ada juga balon berwana hijau bertulis Ied Mubarak dari Perhimpunan Muslim Somalia yang bisa diambil oleh para jamaah yang datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IED MUBARAK!!! Minal Aidin wal Faidzin&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-3993647011383521054?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/3993647011383521054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=3993647011383521054' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3993647011383521054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3993647011383521054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/08/idul-fitri-di-finlandia.html' title='Idul Fitri di Finlandia'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0N6bnYHtrps/TmPzr4R6MCI/AAAAAAAAA8Q/LpZ9sbCb_Ws/s72-c/ied.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-2275083012347463572</id><published>2011-08-22T06:13:00.002+07:00</published><updated>2012-01-17T00:04:02.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finland'/><title type='text'>Welcome to the Country of Thousand Lakes</title><content type='html'>Perjalanan dari Bangkok ke Helsinki kurang lebih memakan waktu 10 jam. Penerbangan dengan maskapai dari negara asal pembalap Kimi Raikonen cukup menyenangkan, mereka menyediakan fasilitas entertainment, sayangnya film yang tersedia tidak cukup menarik bagi saya dan saya lebih memilih untuk tidur karena beberapa hari yang lalu saya tidak cukup tidur dan seperti biasa, penyakit saya mengantuk setiap berada di kendaraan selalu muncul. Makanan yang disediakan cukup berlimpah meski tidak bisa dibilang enak, standar saja. Saya berangkat bersama teman satu kampus saya asal Vietnam, Ha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya sempat deg-degan juga, dengan barang bawaan saya dan ternyata kekhawatiran saya terbukti bagasi saya overweight (nggak tanggung-tanggung 7 kg). Untungnya petugasnya hanya memperingati saya agar pada saat perjalanan pulang saya hati-hati agar tidak overweight lagi. Sedikit tips untuk mensiasati barang bawaan, datang lebih cepat untuk check in, karena biasanya semakin awal kita check in kemungkinan diperbolehkan jika bagasi kita overweight lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Helsinki sekitar pukul 6 dan perjalanan belum berakhir karena masih harus menunggu penerbangan ke Turku yang artinya saya harus menunggu sekitar 6 jam. Bandara Helsinki tidak terlalu besar dan tidak banyak fasilitas gratis yang bisa dimanfaatkan hanya ada wi fi yang bisa saya akses dari hp saya. Dan saya pun duduk dan tiduran di kursi yang disediakan untuk menunggu. Bandaranya tidak terlalu ramai dan tidak banyak hal menarik untuk dilihat jadi waktu saya benar-benar habis untuk tiduran dan internetan sekedar chat via YM atau Facebook. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Hz_PG7ZXiSg/TuaHrfr4ESI/AAAAAAAABFQ/2qW7SYe-_Eg/s1600/SDC10363.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Hz_PG7ZXiSg/TuaHrfr4ESI/AAAAAAAABFQ/2qW7SYe-_Eg/s320/SDC10363.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685380760911483170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Helsinki - Turku ditempuh dalam waktu 1 jam. Pesawat ke Turku cukup kecil dan anehnya di tiket tidak tertera nomor tempat duduk. Ketika saya tanyakan pada pramugari, saya bisa memilih tempat duduk manapun yang saya suka, karena tidak ada nomor tempat duduk. Begitu tiba di bandara Turku, I got surprise. Ya, bandaranya kecil dan lengang. Sesampainya di badara Turku, Heli (tutor Ha) sudah ada di sana dan kami (saya dan Wanna) masih harus menunggu Nina, tutor kami yang datang tak lama kemudian. Kami pun segera menuju apartemen kami, yang memakan waktu kira-kira 20 menit. Kesan pertama yang saya dapatkan jalannya cukup lengang tidak ada kemacetan sama sekali dan kotanya cukup kecil (jauh berbeda dengan Bangkok atau Jakarta). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This is My Apartment&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apartemen tempat saya tinggal, Kuunsilta berada di Ritzinkuja dan letaknya berdekatan dengan apartemen lain yaitu Pilvilina dan Haliskyla. Kurang lebih 5 menit berjalan kaki, ada Supermarket, Hesburger (Finnish burger), Pizzeria &amp; Kebab, Penyewaan DVD dan ATM. Letaknya tidak jauh juga dari Kampus (15 menit bersepeda dan 45 menit berjalan kaki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki 2 orang flatmate dan kami berbagi dapur, bathroom dan toilet. Lebih bagus daripada dormitory saya di AIT dan kamarnya pun lebih luas. Internet super duper cepat, ini bagian yang saya suka.  &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-2275083012347463572?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/2275083012347463572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=2275083012347463572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2275083012347463572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2275083012347463572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/08/welcome-to-country-of-thousand-lakes.html' title='Welcome to the Country of Thousand Lakes'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Hz_PG7ZXiSg/TuaHrfr4ESI/AAAAAAAABFQ/2qW7SYe-_Eg/s72-c/SDC10363.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6729318428826173439</id><published>2011-08-09T22:29:00.011+07:00</published><updated>2011-08-11T03:27:03.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thailand'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><title type='text'>Ngabuburit di Kampung Jawa, Ketemu Cucunya KH Ahmad Dahlan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BbisKxRXFu8/TkFsGdBCOjI/AAAAAAAAAr0/TIPVZGzqcPg/s1600/masjid%2Bjawa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BbisKxRXFu8/TkFsGdBCOjI/AAAAAAAAAr0/TIPVZGzqcPg/s320/masjid%2Bjawa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638907066568555058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ngabuburit kali ini saya pergi ke Kampung Jawa di Bangkok. Cukup mudah untuk menuju Kampung Jawa, dari AIT naik van ke Victory Monument (30 THB) dilanjutkan menggunakan BTS ke Surasak (35 THB). Turun dari BTS dari exit nomor 4 dan jalan menuju gang pertama di sebelah kiri. Anda bisa pula menanyakan pada penduduk sekitar tentang lokasi surau (untuk masjid disebut surau).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun terkenal dengan nama kampung jawa, namun kebanyakan penduduk yang saya temui tidak bisa berbahasa Jawa, atau jikapun bisa hanya sedikit-sedikit. Adapula yang bisa berbahasa Indonesia. Beberapa penduduk kebanyakan adalah generasi ketiga atau keempat, beberapa dari mereka yang saya temui, tidak mengetahui tepatnya daerah asal orang tuanya di Jawa. Namun, beberapa di antara mereka bisa berbahasa Indonesia. Selain Masjid Jawa, terdapat pula pekuburan muslim di sana dan juga madrasah untuk mengaji yang diselenggarakan selepas maghrib, namun selama bulan puasa ini tidak ada kegiatan.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngabuburit di Kampung Jawa cukup asyik, bagaimana tidak karena sepanjang jalan ada banyak penjual makanan dan halal pastinya. Menurut salah seorang penjual, dia berjualan selama bulan puasa saja. Saya membeli makanan untuk sahur (chicken, lupa namanya) seharga 30 THB. Jika ingin membeli ta'jil untuk buka puasa pun ada banyak pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-k9BsSMj9BfA/TkHn4W8N8dI/AAAAAAAAAr8/9o-uhP-L81M/s1600/buka%2Bpuasa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-k9BsSMj9BfA/TkHn4W8N8dI/AAAAAAAAAr8/9o-uhP-L81M/s320/buka%2Bpuasa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639043163861414354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anda pun bisa berbuka puasa di Masjid Jawa. Meski namanya masjid Jawa, namun tidak tertutup kemungkinan bagi orang luar yang ingin bergabung. Kala itu saya lihat ada juga orang dari Asia Selatan pun datang ke sana. Di sana saya berkenalan dengan Ibu Asmi, yang kebetulan bertanggung jawab untuk konsumsi hari itu. Saya cukup beruntung karena beliau bisa berbahasa Inggris. Ayah bu Asmi dari Jawa yang telah lama tinggal di Thailand dan ibunya dari Singapura. Sayangnya beliau tidak bisa menjelaskan sejarah orang tuanya sampai di Thailand. "Dulu saya bisa bahasa Jawa, tapi sekarang sudah lupa," demikian tutur bu Asmi. Bu Asmi dahulu tinggal di Kampung Jawa, namun sekarang beliau tinggal di daerah Ramkamheng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Xy0MEBInrRg/TkHrXB-MnQI/AAAAAAAAAsM/I7P4r3rpF4o/s1600/makanan%2Bbuka.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Xy0MEBInrRg/TkHrXB-MnQI/AAAAAAAAAsM/I7P4r3rpF4o/s320/makanan%2Bbuka.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639046989343399170" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum adzan maghrib kami berkumpul di dalam surau dan mengaji bersama-sama. Selesai mengaji, seorang Bapak membagikan uang 20 THB kepada orang yang datang. Pukul 6.30 pm, kami duduk di meja dan kursi yang sudah disediakan plus hidangan buka puasa. 1 meja terdiri dari 2 kursi untuk 4 orang dan masing-masing meja ada 1 nampan besar berisi makanan: kurma, bakpau (isi ayam dan bakpau manis), dan makanan khas Thai yang saya tak tahu namanya. Ada juga jahe hangat, es kayu manis dan milo. Selesai menikmati makanan, kami mengikuti shalat maghrib berjamaah disana dan menikmati jamuan makan malam. Uniknya, makan tidak menggunakan piring, namun langsung di nampan besar (1 meja 1 nampan), sehingga terasa sekali kebersamaannya. Selain nasi terdapat pat khing (tumis kacang panjang dan ayam), gorengan yg terbuat dari ikan (semacam fish nugget), dan sayur dgn kuah ada beef dan beberapa dedaunan lain yang saya tidak tau namanya. Serta kelengkeng dan rambutan sebagai pencuci mulut. Melalui tata cara ini, saya benar-benar merasa rasa kebersamaan.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-PW4Hssx8jt8/TkHqTlY45FI/AAAAAAAAAsE/ziXWhtrHl2Q/s1600/with%2BDahlan%2Bfam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-PW4Hssx8jt8/TkHqTlY45FI/AAAAAAAAAsE/ziXWhtrHl2Q/s320/with%2BDahlan%2Bfam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639045830619489362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selesai menyantap makanan, kami ngobrol dengan beberapa orang di sana. Mereka bercerita tentang leluhur mereka yang berasal dari jawa. Kemudian kami bertemu dengan Ibu Walidah dan anaknya yang mengajak kami datang ke rumahnya. Bahkan mereka mengajak kemi menginap pula. Ketika sampai di sana, kami baru mengetahui ternyata beliau adalah cucu KH Ahmad Dahlan. Beliau sedikit-sedikit bisa berbahasa Indonesia dan menceritakan tentang sejarah keluarganya di sana. Ibu Walidah Dahlan adalah anak terakhir dari 10 bersaudara dari anak laki-laki KH Ahmad Dahlan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;more photo can be viewed &lt;a href="https://picasaweb.google.com/ria.permana/KampungJawa"&gt;here&lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6729318428826173439?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6729318428826173439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6729318428826173439' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6729318428826173439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6729318428826173439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/08/ngabuburit-di-kampung-jawa-ketemu.html' title='Ngabuburit di Kampung Jawa, Ketemu Cucunya KH Ahmad Dahlan'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BbisKxRXFu8/TkFsGdBCOjI/AAAAAAAAAr0/TIPVZGzqcPg/s72-c/masjid%2Bjawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-2430778407457574307</id><published>2011-08-07T14:00:00.006+07:00</published><updated>2011-08-07T18:16:47.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thailand'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puasa'/><title type='text'>serunya buka puasa di KBRI Thailand</title><content type='html'>Meski kemarin adalah puasa pertama saya, namun seminggu berpuasa di negeri gajah ini sudah bisa membuat saya merindukan suasana puasa di Indonesia. Ramainya penjual yang menawarkan ta'jil buka puasa dan juga orang-orang yang menghormati orang berpuasa adalah suasana berpuasa yang bisa saya rasakan di Indonesia, sementara di sini (pengalaman tinggal di dalam kampus) tidak demikian, buka puasa di tempat masing-masing tanpa ada adzan yang berkumandang (kecuali jika menginstal program islamic finder) seperti yang saya lakukan atau tinggal di dekat prayer room, dan tak ada pula penjual yang menawarkan makanan khas buka puasa seperti kolak dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan akan tanah air sedikit terobati ketika mengikuti acara buka puasa bersama yang diadakan KBRI di Thailand. Acara yang diselenggarakan tanggal 6 Agustus lalu di Aula Achmad Yani, dihadiri kurang lebih 200 orang Indonesia yang berdomisili di Bangkok. Bahkan seorang mahasiswa Indonesia yang tinggal di Chiang May rela menempuh perjalanan kurang lebih 9 jam untuk ikut menghadiri acara tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya dapat mencicipi masakan Indonesia macam soto, ayam goreng, sayur brokoli, kolak, es blewah, dll tapi juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat indonesia di Bangkok. Selain buka puasa, dilaksanakan pula shalat maghrib, isya dan tarawih bersama. &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-2430778407457574307?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/2430778407457574307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=2430778407457574307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2430778407457574307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2430778407457574307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/08/serunya-buka-puasa-di-kbri-thailand.html' title='serunya buka puasa di KBRI Thailand'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-644235305547354795</id><published>2011-08-04T00:22:00.002+07:00</published><updated>2011-08-04T00:57:34.267+07:00</updated><title type='text'>Komunitas Dayak Losarang: New Masculinity?</title><content type='html'>Sebelumnya saya berpikir Komunitas Dayak Losarang adalah komunitas suku Dayak Kalimantan yang berada di Indramayu. Namun ternyata tidak ada kaitan antara Komunitas Dayak Losarang ini dengan suku Dayak di Kalimantan. Jika anda sedang berada di Indramayu, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Komunitas Dayak Losarang. Lokasinya cukup mudah dijangkau, dari jalur pantura, berhenti di Kantor Polsek Losarang dan ikuti jalan di sebelahnya (dekat dengan yayasan milik Da'i Bachtiar). Selanjutnya anda bisa berjalan kaki kurang lebih 10 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasinya cukup mencolok karena dikelilingi pagar tembok yang digambar dengan relief-relief serta bangunan yang cukup unik. Terdapat 5 bangunan di sana, yaitu rumah pemimpin (Bpk Takmad Diningrat), ruang workshop, tempat untuk upacara dan ruang meditasi. Komunitas ini cukup terbuka, tamu yang datang disambut baik oleh mereka dan mereka juga cukup terbuka mengisahkan sejarah komunitas ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be continue  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-644235305547354795?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/644235305547354795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=644235305547354795' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/644235305547354795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/644235305547354795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/08/komunitas-dayak-losarang-new.html' title='Komunitas Dayak Losarang: New Masculinity?'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-3125770655364414101</id><published>2011-06-27T22:31:00.005+07:00</published><updated>2011-06-27T22:38:57.983+07:00</updated><title type='text'>Talad near by AIT</title><content type='html'>Ada beberapa talad (pasar) yang dekat dengan AIT. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Thamassat Hospital Talad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--8LH1Z5lF7U/TgikAOUgk5I/AAAAAAAAAqM/d-wpxgs7KoM/s1600/SDC10131.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--8LH1Z5lF7U/TgikAOUgk5I/AAAAAAAAAqM/d-wpxgs7KoM/s320/SDC10131.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622924458523136914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasar ini adalah morning market yang mulai pada pukul 08.00 dan berakhir pukul 3 siang. Pasar yang terletak di dalam Thamassat hospital ini cukup mudah diakses dari AIT, pun demikian pasar ini hanya ada hari senin dan kamis saja (meski terkadang ketika saya ke sana hari selasa, pasar ini ada juga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak barang yang bisa dibeli di pasar ini, namun paling banyak adalah fashion. Selain itu ada juga makanan dan anda juga bisa pijat di sini. Jika anda datang ke pasar ini pada pagi hari, anda bisa melihat morning alm, dimana beberapa orang memberikan makan kepada para monk yang sedang berdoa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada juga green market dimana anda bisa membeli sayur-sayuran dengan harga yang lebih murah dibandingkan di grocery :p &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Taladnat (Thamassat night market)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Pasar ini terletak di lokasi Thamassat university. Dari AIT, bisa menggunakan sepeda dan berangkat dari gate 2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Talad Thai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah pasar sayuran terbesar di Asia Tenggara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-3125770655364414101?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/3125770655364414101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=3125770655364414101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3125770655364414101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3125770655364414101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/06/talad-near-by-ait.html' title='Talad near by AIT'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--8LH1Z5lF7U/TgikAOUgk5I/AAAAAAAAAqM/d-wpxgs7KoM/s72-c/SDC10131.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5705678691020917067</id><published>2011-05-17T21:53:00.005+07:00</published><updated>2011-08-03T22:46:15.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thailand'/><title type='text'>Jim Thompson, an American who fall in love with Thailand</title><content type='html'>Jim Thompson (James Harrison Wilson Thompson) adalah seorang businessman (juga arsitek dan kolektor barang-barang antik) dari Amerika, yang kemudian bergabung dengan US Army. Dalam tugasnya, dia berkunjung ke Thailand dan jatuh cinta dengan negara yang dikenal sebagai negeri gajah putih tersebut. Setelah pensiun dari tentara, Jim Thompson tinggal di Thailand dan dia ikut mengenalkan thai silk ke dunia internasional. Dalam perjalanan busnisnya di Malaysia, Jim Thompson menghilang dan tidak ada kabar berita hingga saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jim Thompson kemudian membangun sebuah rumah untuk menampilkan koleksi-koleksinya, yang mana pembangunan rumah tersebut butuh waktu satu tahun. Rumah tersebut kemudian menjadi museum yang dikenal dengan Jim Thompson House. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya bisa dibaca di &lt;a href="http://breakfree-zone.blogspot.com/2011/05/jim-thompson-house-museum-di-atas-kanal.html"&gt;sini&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5705678691020917067?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5705678691020917067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5705678691020917067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5705678691020917067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5705678691020917067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/05/jim-thompson-american-who-felt-in-love.html' title='Jim Thompson, an American who fall in love with Thailand'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6333123069629125832</id><published>2011-05-05T12:57:00.004+07:00</published><updated>2011-05-17T00:14:18.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemiskinan'/><title type='text'>seorang awam membaca RUU Fakir Miskin</title><content type='html'>Baru-baru ini, entah di FB, di twitter atau di situs online ramai dengan kunjungan DPR RI ke Australia dalam rangka studi banding untuk RUU Fakir Miskin. Bukan karena substansi RUUnya tapi karena email. Saya tidak akan membahas tentang persoalan email dan komisi 8, tetapi bagaimana saya sebagai orang awam membaca RUU Fakir Miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi lengkap RUU Fakir Miskin bisa dibaca di &lt;a href="http://www.dpr.go.id/id/ruu/kesejahteraan-rakyat/Komisi8/116/RUU-TENTANG-PENANGANAN-FAKIR-MISKIN"&gt;sini&lt;/a&gt; Terkait dengan penduduk miskin, berdasarkan data BPS tahun 2010, terdapat 31 juta penduduk miskin, atau setara dengan jumlah penduduk Malaysia atau separuh dari total populasi Thailand (Komnas HAM). Terkait dengan penanganan fakir miskin, pemerintah sebenarnya telah memiliki beberapa undang-undang, yaitu &lt;a href="http://www.depkes.go.id/downloads/UU_No._40_Th_2004_ttg_Sistem_Jaminan_Sosial_Nasional.pdf"&gt;UU Sistem Jaminan Sosial Nasional&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://dissos.jabarprov.go.id/data/arsip/UU-Kesos-No11-2009.pdf"&gt;UU Kesejahteraan Sosial&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam RUU tersebut, fakir miskin didefinisikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Fakir miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kehidupan dirinya dan/atau keluarganya&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan definisi tersebut, berarti seseorang dikategorikan sebagai fakir miskin jika: tidak memiliki sumber mata pencaharian dan tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi dirinya dan atau keluarganya. Kemudian muncul pertanyaan bagaimana jika seseorang memiliki sumber mata pencaharian namun tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi dirinya dan keluarganya? mengingat kata sambung yang digunakan adalah 'dan' bukan 'dan/ atau'. Jadi kedua kondisi tersebut harus terpenuhi. (atau ini adalah sesat pikir saya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam RUU tersebut, saya membaca hanya ada 1 pasal (pasal 18) yang berbicara secara khusus tentang perempuan, itupun dalam konteks penyuluhan dan bimbingan. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ayat 1 : Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyelenggarakan penyuluhan dan bimbingan bagi fakir miskin agar mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam meningkatkan kualitas hidupnya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ayat 3 : Selain kepada sasaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), penyuluhan dan bimbingan diberikan kepada: a.  para ibu selama periode sebelum hamil, masa kehamilan, sesudah melahirkan dan menyusui, sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUU ini sama sekali tidak menyinggung tentang perempuan kepala keluarga, yang kemungkinan banyak diantaranya adalah fakir miskin. Identifikasi perempuan kepala keluarga akan membuat RUU ini lebih sensitif, mengingat adanya klausul tersebut akan membuat para stakeholder memberikan perhatian kepada perempuan kepala keluarga, terlebih di beberapa daerah (berdasarkan video yang saya lihat, hasil produksi sebuah NGO) masih ada perlakuan diskriminatif terhadap perempuan kepala keluarga yang menjadikan mereka semakin termarginalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibaca secara keseluruhan RUU ini gender netral, artinya tidak membeda-bedakan antara perempuan dan laki-laki. Semua fakir miskin, baik perempuan atau laki-laki memiliki hak yang sama. Memang belum ada data secara spesifik yang menggambarkan kemiskinan perempuan, namun apabila melihat realitas yang terjadi dimana angka kematian ibu masih cukup tinggi, masih adanya ketimpangan gender dalam partisipasi anak perempuan dan laki mengikuti pendidikan formal di tingkat sekolah lanjutan, masih terkonsentrasinya pekerja perempuan di sektor pekerjaan dengan tingkat pendidikan dan gaji yang rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung.. maaf saya sakit perut jadi belum bisa melanjutkan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6333123069629125832?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6333123069629125832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6333123069629125832' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6333123069629125832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6333123069629125832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/05/seorang-awam-membaca-ruu-fakir-miskin.html' title='seorang awam membaca RUU Fakir Miskin'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-7207676577942130958</id><published>2011-04-30T13:46:00.004+07:00</published><updated>2011-04-30T13:55:45.203+07:00</updated><title type='text'>Eropa Boi ....</title><content type='html'>Rasanya masih mimpi saja, ketika mendapatkan email ini. Eropa.. akankah saya kesana? Last week I got email from Maheva committee selection:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dear applicant,&lt;br /&gt;You have applied for a MAHEVA scholarship under the ERASMUS MUNDUS Action 2 project, to study in one of MAHEVA European partner Universities in 2011/12 Academic Year.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After examination of your application file, the MAHEVA Selection Committee has the pleasure to inform you that your candidature has been accepted within the frame of a MAHEVA mobility at University of Turku. OUR SINCERE CONGRATULATIONS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOST UNIVERSITY: University of Turku&lt;br /&gt;TYPE OF MOBILITY: MASTER&lt;br /&gt;DURATION OF THE MOBILITY: 10 MONTHS&lt;br /&gt;MONTHLY SUBSISTENCE ALLOWANCE: 1000 euros&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finland... Scandinavian country.... please tell me that this is not a dream&lt;br /&gt;Wish everything going well.. they will give me permit ti extend my study. I hope so&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-7207676577942130958?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/7207676577942130958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=7207676577942130958' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7207676577942130958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7207676577942130958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/04/eropa-boi.html' title='Eropa Boi ....'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4745592404738243082</id><published>2011-04-19T19:51:00.002+07:00</published><updated>2011-04-19T19:59:57.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politics'/><title type='text'>Gender Quota in Election</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;“Women's empowerment and their full participation on the basis of equality in all spheres of society, including participation in the decision-making process and access to power, are fundamental for the achievement of equality, development and peace.”&lt;/blockquote&gt; (Beijing Declaration, 1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gender quotas in election can be a means to boost women’s participation in politics. This is in line with the international agenda for women’s advancement in all spheres, as mention in the Convention on the Elimination of all Forms of Discrimination against Women (CEDAW) and also Beijing Platform for Action 1995. Now gender quota seems became ‘fever’, which is followed by several countries in the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Indonesia, the regulation on gender quota for the first time is introduced on 2003 through Law number 23/ 2003. New law on Legislative General Election (Law number 10/2008) and Political Party (Law number 2/2008) also regulated gender quota. Mentioned on that law, every political party should ensure at lease 30% quota of women representatives in the process of establishment, as well as in the board structures. Furthermore, a political party could participate in 2009 general election if there were at least 30% women in the party’s board. But, that regulation seems as just a symbolic sign, since not followed by clear regulated implementation as well as sanction for non-compliance. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for the complete essay can click &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/53338072/Assignment-Gender-Politics-ria"&gt;here&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4745592404738243082?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4745592404738243082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4745592404738243082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4745592404738243082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4745592404738243082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/04/womens-empowerment-and-their-full.html' title='Gender Quota in Election'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-89318685980597481</id><published>2011-04-14T10:28:00.004+07:00</published><updated>2011-04-14T12:15:56.195+07:00</updated><title type='text'>Songkran dan Pariwisata Thailand</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-j5h1Apvaz5E/TaZrxz3sU6I/AAAAAAAAAjI/y_axFfJ8IyM/s1600/IMG_2055.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-j5h1Apvaz5E/TaZrxz3sU6I/AAAAAAAAAjI/y_axFfJ8IyM/s400/IMG_2055.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595278090535981986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pariwisata tidak melulu tentang pemandangan alam ataupun pembangunan tempat yang menarik, namun juga menjadikan festival sebagai sarana menarik wisatawan. Hal ini tampaknya telah menjadi cara negeri Gajah Putih dalam memasarkan pariwisatanya, misalnya saja festival Songkran. Tahun ini menurut perkiraan Kasikorn Research Center (KResearch) jumlah wisatawan selama songkran akan mencapai 17 juta orang. Hal ini didukung pula dengan diskon khusus yang diberikan sejumlah maskapai penerbangan ke Thailand selama songkran.  &lt;br /&gt;Songkran atau perayaan tahun baru tradisional Thailand dirayakan pada pertengahan bulan April. Tahun ini festival tersebut berlangsung pada 13-15 April, yang juga menjadi hari libur nasional dan dapat dinikmati di seluruh penjuru Thailand. Bahkan masing-masing provinsi memiliki tema-tema tersendiri plus beberapa kegiatan menarik, seperti pertunjukkan tarian, festival makanan tradisional. &lt;br /&gt;Perang air yang menjadi ciri khas perayaan Songkran mengajak para wisatawan untuk ikut ambil bagian dalam perayaan itu dan menjadikan festival lebih ‘hidup’. Tengok saja perang air di Khao San Road –kawasan backpacker di Thailand, yang menjadi tempat favorit para turis untuk merayakan Songkran-, berbagai orang dari berbagai negara berbaur dengan para penduduk lokal mengikuti perang air dan tepung. Ratusan orang memadati Khao San Road dan saling menembak satu sama lain dengan water gunnya dan juga menaburkan tepung ke wajah orang lain.&lt;br /&gt;Songkran tidak hanya perang air, berbagai kegiatan spiritual berlangsung di beberapa temple, misalnya saja Wat Po yang terkenal dengan patung reclining Budha-nya. Para turis diajak secara langsung untuk melihat bagaimana penduduk lokal merayakan Songkran, misalnya pemberian sedekah atau bersembahyang. Acara tersebut dimeriahkan pula dengan pertunjukkan budaya dan festival makanan tradisional yang mengajak para pengunjung mengenal Thailand lebih dekat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-89318685980597481?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/89318685980597481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=89318685980597481' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/89318685980597481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/89318685980597481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/04/menikmati-perang-air-selama-songkran.html' title='Songkran dan Pariwisata Thailand'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-j5h1Apvaz5E/TaZrxz3sU6I/AAAAAAAAAjI/y_axFfJ8IyM/s72-c/IMG_2055.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4426310100105529941</id><published>2011-03-28T22:50:00.002+07:00</published><updated>2011-03-28T23:07:25.172+07:00</updated><title type='text'>sebuah cerita dari Nakhon Nayok</title><content type='html'>3 hari, saya dan teman-teman saya akhirnya berkesempatan melakukan field trip. Lokasi tujuan field trip adalah Pak Phli District di Nakhon Nayok Province. Daerah ini tidak jauh dari AIT, bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam dengan menggunakan van. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kerinduan berada di lapangan, bercerita dengan masyarakat, belajar dari mereka. Namun di sini tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Bagaimana tidak? Kendala bahasa menjadi tantangan terbesar dan mempersulit pendekatan dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membandingkan dengan negeri tercinta, tentu saja di sini keadaannya jauh lebih baik. Meski salah seorang petinggi negara mengajukan excuse tentang masih belum baiknya pelayanan publik di Indonesia karena wilayah yang luas dan penduduk yang banyak. Jika dibandingkan dengan Thailand, tentu saja Indonesia jauh lebih luas dan lebih banyak penduduknya. Namun tentu saja itu bukan menjadi alasan untuk tidak memenuhi hak-hak warga negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi kesehatan, semuanya gratis. Termasuk alat kontrasepsi, menjadi teringat perbincangan saya dengan kawan-kawan perempuan saya tentang alat kontrasepsi. Ketika mereka akan menggunakan alat kontrasepsi, bukan sejarah kesehatannya yang ditanyakan, namun mau alat kontrasepsi dengan harga berapa. Ironis, negara berusaha mengatur laju pertumbuhan penduduk, namun di sisi lain menjadikan perempuan tidak lebih dari objek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di Indonesia pendidikan masih belum gratis, atau kalaupun gratis masih ada pungutan-pungutan lain. Tidak demikian halnya di sini. Pendidikan gratis hingga SMU dan negara juga memberikan bantuan untuk seragam dan buku, jadi pendidikan benar-benar gratis. Tidak hanya itu saja, di sebuah sekolah yang saya kunjungi bahkan jika ada kasus siswi yang hamil, setelah melahirkan dia bisa kembali ke sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula uang pensiun bagi mereka yang berumur 60 tahun, meski jumlahnya tidak banyak (500 THB/ bulan atau sekitar 150.000/bulan) namun tentu saja lebih baik dari pada tidak ada. Bagi para difabel juga mendapatkan tunjangan tiap bulannya. Jika di suatu daerah membutuhkan day care service, daerah tersebut dapat mengajukan permohonan ke pemrintah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi termenung dengan keadaan negeri saya yang tercinta, kapan bisa benar-benar memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Rasanya banyak orang kaya di negeri ini, bisa dilihat tentu saja dari perputaran uang yang terjadi, atau mall yang tak pernah miskin pembeli. Kemana larinya pajak-pajak itu?  &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4426310100105529941?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4426310100105529941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4426310100105529941' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4426310100105529941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4426310100105529941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/03/sebuah-cerita-dari-nakhon-nayok.html' title='sebuah cerita dari Nakhon Nayok'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5399081924921882058</id><published>2011-03-14T01:16:00.000+07:00</published><updated>2011-03-16T01:20:43.245+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-DJNFyTshQNo/TX-tVyNxCBI/AAAAAAAAAjA/92JqLQQQ1s8/s1600/japan.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 332px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DJNFyTshQNo/TX-tVyNxCBI/AAAAAAAAAjA/92JqLQQQ1s8/s400/japan.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584372652731074578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5399081924921882058?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5399081924921882058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5399081924921882058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5399081924921882058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5399081924921882058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/03/blog-post.html' title=''/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DJNFyTshQNo/TX-tVyNxCBI/AAAAAAAAAjA/92JqLQQQ1s8/s72-c/japan.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-957656327784280672</id><published>2011-03-10T15:20:00.003+07:00</published><updated>2011-03-10T16:23:53.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Sebuah Apologi: Catatan di Hari Perempuan Internasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-A0f94ks6Gtk/TXiXVOBjnwI/AAAAAAAAAhw/CywCyZly_5I/s1600/images%2B%25283%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 72px; height: 97px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-A0f94ks6Gtk/TXiXVOBjnwI/AAAAAAAAAhw/CywCyZly_5I/s320/images%2B%25283%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582378128923401986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah apologi saya atas komentar saya di sebuah situs jejaring sosial. Kenapa apologi, karena ini adalah pembelaan saya atas kata-kata saya, yang saya sadari sulit untuk saya lempar ulang di situs tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Maret lalu adalah peringatan 100 tahun hari perempuan internasional. Perayaan ini bukan tanpa sebab, ini adalah penghargaan atas perjuangan perempuan biasa yang meretas sejarah, sebuah perjuangan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. 100 tahun yang lalu pada tanggal 8 Maret 1911, untuk pertama kalinya hari perempuan sedunia diperingati (meski tentu saja perjuangan perempuan tidak dimulai dari tahun itu) di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss. Lebih dari satu juta perempuan dan laki-laki turun ke jalan menuntut hak untuk ikut serta dalam pemilu dan posisi di dalam pemerintahan , mereka menuntut hak bekerja, kesempatan memperoleh pelatihan, dan penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan. Peringatan ini tentu saja penghargaan dan dukungan terhadap perjuangan perempuan, tidak hanya masa lalu, tapi juga masa kini dan masa yang akan datang. Perjuangan itu masih berlanjut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah apologi saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Harapan di "hari Perempuan Sedunia" : semoga tahun depan atau tahun ini ada yang mencetuskan "Hari Laki-Laki Sedunia"&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;harus ada sejarahnya kenapa, jangan terus karena perempuan punya hari perempuan dan laki-laki mempertanyakan harinya..&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, bahwa butuh waktu berabad-abad bagi perempuan untuk mendapatkan haknya (hak memilih, hak bekerja, hak atas pendidikan, dsb), karena tentu saja laki-laki telah lebih dahulu mendapatkan haknya. Hari perempuan adalah penghargaan serta dukungan bagi perjuangan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan keadaan perempuan? Berdasarkan data UNIFEM, secara global 6 dari 10 perempuan mengalami kekerasan fisik atau seksual. Di Indonesia, berdasarkan data Komnas Perempuan tahun 2004, terdapat 5.934 kasus kekerasan menimpa perempuan. Meski jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, tentu saja tidak menjadi indikator bahwa kekerasan terhadap perempuan meningkat. Berdasarkan data Bank Dunia, secara global kesempatan mendapatkan pendidikan masih didominasi laki-laki, dimana 65% anak perempuan tidak sekolah. Di Indonesia, tingkat kematian ibu masih cukup tinggi yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup, yang masih menjadi salah satu yang tertinggi di kalangan negara-negara ASEAN (Kompas). Berdasarkan data World Bank di tahun 2002, angka melek huruf perempuan adalah 86%, sementara laki-laki 94%. Juga lebih pendeknya jumlah waktu rata-rata sekolah perempuan daripada lelaki (6,5 berbanding 7,6 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari perempuan bukan sekedar simbolis saja, namun penghargaan serta dukungan bagi perjuangan perempuan, untuk kondisi yang lebih baik. Dan, masihkah anda bertanya mengapa? Ketika secara pribadi mempertanyakan diskriminasi yang mungkin pernah dialami atas nama jenis kelamin, mungkin anda bisa berefleksi sendiri. Pernahkah anda diperlakukan tidak adil, hanya karena anda laki-laki atau perempuan? Menjadi teringat diri saya, dalam sebuah acara keluarga ketika saya kecil. Saya iri dengan saudara laki-laki saya yang bisa bermain, sementara saya dan (tentu saja) saudara-saudara perempuan saya yang lain harus membantu memasak dan mempersiapkan makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Hari Perempuan Men-traktir Sedunia" .....&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sengaja saya menanggapi joke ini. Di Indonesia, jumlah remitan PRT migran (yang semuanya adalah perempuan) mencapai 7,135 miliar dolar AS (lebih lanjut bisa dibaca di &lt;a href="http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/02/prt-migran-oh-prt-migran.html"&gt;sini&lt;/a&gt;) Jumlah yang tidak sedikit, bahkan penyumbang devisa negara terbesar kedua. Uang dari cucuran keringat perempuan tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan. Jadi, tidakkah merasa sudah 'ditraktir' perempuan. Ini tentu saja belum termasuk dengan pekerjaan tidak berbayar (baca: reproductive work) yang dilakukan perempuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-957656327784280672?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/957656327784280672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=957656327784280672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/957656327784280672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/957656327784280672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/03/sebuah-apologi-catatan-di-hari.html' title='Sebuah Apologi: Catatan di Hari Perempuan Internasional'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-A0f94ks6Gtk/TXiXVOBjnwI/AAAAAAAAAhw/CywCyZly_5I/s72-c/images%2B%25283%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-8290207200697836170</id><published>2011-02-27T12:06:00.002+07:00</published><updated>2011-02-27T13:42:57.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>PRT migran oh PRT migran...</title><content type='html'>Beberapa hari lalu publik dikejutkan dengan pernyataan Ketua DPR RI, Marzuki Alie yang menyatakan &lt;blockquote&gt;"PRT TKW itu membuat citra Indonesia buruk."&lt;/blockquote&gt; Lebih lanjut Marzuki menyarankan untuk menghentikan sementara pengiriman TKW PRT, yang dinyatakannya sebagai pendapat pribadi. &lt;blockquote&gt;"Saya setuju hentikan TKW PRT untuk sementara waktu. PRT sebaiknya tidak kita kirim karena memalukan. Sebaiknya dihentikan. Ini pendapat pribadi."&lt;/blockquote&gt; Pernyataan yang mengundang kontroversi itu tak ayal menuai berbagai protes. Bagaimana tidak, karena pernyataan itu mencerminkan bagaimana PRT TKIP dipandang, terlebih oleh seorang pejabat publik yang sayangnya adalah ketua DPR. (sengaja saya menggunakan singkatan TKIP atau Tenaga Kerja Indonesia Perempuan, karena menurut saya istilah TKW mendiskriminasikan TKIP, ketika istilah TKI digunakan untuk laki-laki sementara perempuan menggunakan istilah TKW-Red).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data migrancare, tidak kurang 4.5 juta warga Indonesia berada di luar negeri debagai pekerja migran (TKI. Ini artinya sekitar 2% penduduk Indonesia (mengambil angka sensus penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia 237.556.363) mengadu nasib sebagai TKI, dan jumlah ini tentu saja terus bertambah, mengingat hampir setiap tahun sekitar 600-700 ribu orang diberangkat ke luar negeri (http://www.tkiindo.co.cc)   Sebagian besar dari mereka (sekitar 70%) adalah perempuan yang bekerja di sektor domestik (PRT) dan manufaktur, sementara laki-laki kebanyakan bekerja sebagai buruh perkebunan, konstruksi, transportasi dan jasa (migrantcare). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan pahlawan devisa rasanya cukup tepat, bagaimana tidak dari cucuran peluh mereka tersumbang kurang lebih Rp 24 triliun bagi devisa negara yang berasal dari remitan (Kemenakertrans). Sementara itu, berdasarkan penelusuran Kantor Bank Indonesia (KBI) Surabaya, jumlah remitan pada tahun 2010 mencapai 100 triliun (Republika). Bahkan menurut data migrancare, pada tahun 2010, jumlah remitan mencapai 7,135 miliar dolar AS, atau lebih besar dari jumlah bantuan pembangunan negara asing (1,2 miliar dolar AS). Jumlah yang tidak sedikit tentu saja, dan TKI menjadi penyumbang devisa nomor 2 untuk negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membincangkan persoalan PRT migran cukuplah kompleks, dan hal ini tidak bisa dipandang dari sisi kurangnya skill PRT Indonesia atau perilaku negatif dari PRT migran, sebagaimana yang disampaikan Marzuki Alie. PRT migran menjadi alternatif upaya karena negara belum mampu menyejahterakan warganya. Tidak hanya itu saja, PRT migran yang semuanya perempuan menghadapi berbagai bentuk diskriminasi, misalnya saja diskriminasi dalam pengupahan, rentan terhadap kekerasan baik fisik atau seksual serta jam kerja yang cukup panjang. Ini belum ditambah dengan rentannya posisi mereka sebagai pekerja migran yang berhadapan dengan sistem keimigrasian yang restriktif dan  belum terlindunginya hak-haknya dalam UU tenaga kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi teringat percakapan saya beberapa waktu lalu dengan mantan PRT migran yang menceritakan panjangnya jam kerja yaitu dari jam 5 pagi hingga jam 2 pagi, hampir 21 jam! Hal ini tentu saja hanya dialami perempuan, karena sektor domestik (rumah tangga) yang telah dikonstruksikan sebagai ranah perempuan. Tingginya permintaan akan sektor domestik ini kemudian menyebabkan feminisasi migrasi, dimana sebagian besar migran adalah perempuan. Bahkan salah satu dampak hal ini, pihak PJTKI lebih memudahkan TKIP dibanding TKIL, misalnya saja dengan membebankan biaya yang cukup besar bagi calon TKIL yang akan berangkat ke luar negeri. Tuntutan ekonomi kemudian menjadikan banyak perempuan mengadu nasib di luar negeri sebagai PRT migran. Ketiadaan skill dan rendahnya pendidikan membuat mereka kurang bisa mengakses sektor profesional. Pertanyaannya, apakah menjadi PRT migran adalah cita-cita mereka? Bagaimana dengan negara, apakah sudah mampu menyediakan pendidikan murah berkualitas bagi warganya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimpakan kesalahan pada PRT migran mencerminkan kesan 'cuci tangan' pemerintah. Bukankah menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan bahwa setiap PRT yang bekerja di luar negeri memiliki keterampilan yang memadai? Dan bukankah kewajiban negara untuk melindungi warga negaranya? termasuk mereka yang bekerja di luar negeri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghentikan pengiriman PRT migran untuk sementara waktu bukanlah jalan keluar yang cerdas, terlebih ketika negara belum mampu memberikan kesejahteraan bagi warganya. Cita-cita negara kesejahteraan sebagaimana tertuang dalam konstitusi nasional tampaknya masih jauh dari realitas. Menghentikan pengiriman PRT migran sementara waktu bahkan boleh jadi mempertinggi jalur ilegal pengiriman PRT migran. Hal ini juga jelas pelanggaran hak untuk bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seharusnya pemerintah mulai membuat langkah-langkah strategis dan serius serta  kebijakan pro rakyat. Pengakuan terhadap Pekerja Rumah Tangga migran dan juga komitmen perlindungan yang serius adalah wajib hukumnya. PRT migran bukanlah komoditas, dan perlu adanya perlindungan komprehensif terhadap mereka, misalnya saja dengan meningkatkan kualitas pekerja rumah tangga, memastikan PRT migran bekerja di tempat yang aman, kontrol terhadap PJTKI, serta memaksimalkan diplomasi perlindungan terhadap TKI. Hal ini tentu saja perlu dibarengi dengan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan warga negara seperti penciptaan lapangan kerja, kebijakan sosial bagi warga negara, pendidikan gratis dan berkualitas, dan tentu saja pemberantasan korupsi.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;"Jumlah TKI di LN Capai 3 Juta," di http://us.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/03/tgl/20/time/162544/idnews/562163/idkanal/10 (27/02/2011).&lt;br /&gt;http://www.migrantcare.net/&lt;br /&gt;"Marzuki Alie: TKW PRT Buat Citra Indonesia Buruk," di http://us.detiknews.com/read/2011/02/26/135623/1579983/10/marzuki-alie-tkw-prt-buat-citra-indonesia-buruk (26/02/2011)&lt;br /&gt;"Pernyataan Marzuki Alie Soal PRT Diprotes Keras," di http://us.detiknews.com/read/2011/02/26/204930/1580172/10/pernyataan-marzuki-alie-soal-prt-diprotes-keras (27/02/2011)&lt;br /&gt;"Marzuki Tak Pantas Hina Pahlawan Devisa," di http://us.detiknews.com/read/2011/02/27/042027/1580222/10/marzuki-tak-pantas-hina-pahlawan-devisa (27/02/2011) &lt;br /&gt;"Tahun 2010, TKI kirim Uang Rp 100 Triliun," &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Republika&lt;/span&gt;, di http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/12/05/150754-tahun-2010-tki-kirim-uang-rp-100-triliun (27/02/2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-8290207200697836170?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/8290207200697836170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=8290207200697836170' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8290207200697836170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8290207200697836170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/02/prt-migran-oh-prt-migran.html' title='PRT migran oh PRT migran...'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6119568752601680442</id><published>2011-02-17T19:03:00.002+07:00</published><updated>2011-02-21T00:30:23.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Surname</title><content type='html'>Mengisi sebuah formulir kadang menjadi hal yang menjengkelkan ketika mereka meminta surname. Nama saya terdiri dari 3 kata, dan semuanya adalah nama saya. Tidak ada surname di nama saya, namun karena ketentuan yang berkiblat barat itu, jadilah kata kedua pada nama saya adalah middle name dan kata terakhir sebagai surname. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hal yang menarik membincangkan surname ini. Teman saya memiliki surname yang merupakan nama keluarganya. Ketika dia dipanggil Mrs. X, dia menolak karena itu berarti dia adalah istri dari ayahnya. Lain halnya dengan teman saya yang berasal dari negeri matador, dia memiliki 2 surname, yaitu nama belakang ibu dan ayahnya dimana keduanya dipakai secara bersamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menjadi menarik ketika saya berdiskusi dengan teman saya dari Jepang, yang meneliti tentang surname di Jepang. Di Jepang, ketika seseorang menikah, mereka diwajibkan untuk mengganti nama belakangnya. Bisa nama belakang istri ataupun suami, tergantung kesepakatan berdua. Namun tentu saja, kebanyakan menggunakan nama belakang pihak laki-laki. Persoalan menjadi rumit, ketika keduanya bercerai dan dalam kasus sang anak ikut istri. Ketika suami menikah lagi, kemudian meminta sang anak melepaskan nama keluarganya dan mengganti dengan nama keluarga ibu. Nama adalah identitas, sehingga tidak terbayangkan ketika sudah puluhan tahun menggunakan nama tersebut dan diminta untuk menggantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana di negara ini? Saya melihat kecenderungan dari teman-teman perempuan saya secara informal menggunakan nama belakang suaminya (yang padahal bukan surnamenya). Sekedar catatan, tentu saja bukan berasal dari masyarakat patrilineal macam batak atau matrilineal macam minangkabau. Entahlah apa maksudnya. Namun bagi saya, timbul pertanyaan, kenapa harus perempuan yang menggantinya? kenapa bukan laki-laki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berkeluarga, beberapa perempuan menggunakan nama keluarga (ayah)nya di belakang namanya. Ketika dia kemudian pergi ke luar negeri, orang menyapanya dengan Ms. ....(nama keluarganya). Ketika kemudian dia berkeluarga, dia kemudian menggunakan nama suaminya di nama belakangnya. Tidak hanya itu saja, orang-orang kemudian memanggilanya dengan sebutan Bu.... (nama suaminya). Atau ketika anaknya lahir kemudian disapa dengan ibunya .... (nama anaknya). Aah.. kapan dipanggil dengan namanya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang boleh jadi berkata, apalah arti sebuah nama mengutip kata Shakespeare. Tapi bukankah nama adalah identitas seseorang?&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6119568752601680442?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6119568752601680442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6119568752601680442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6119568752601680442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6119568752601680442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/02/surname.html' title='Surname'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6425798243992100218</id><published>2011-02-16T13:06:00.006+07:00</published><updated>2011-02-21T00:16:29.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>How Far Can You Go, a note from Pornography Law</title><content type='html'>UU Pornografi kembali mencuat ketika sidang Ariel dilakukan, bagaimana tidak karena Ariel menjadi selebritis pertama yang dikenai hukuman berdasarkan UU Pornografi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro kontra tentang UU Pornografi hingga kini masih ditemui, meski tentu saja tidak sekencang ketika awal-awal Undang-Undang ini disahkan. Meski banyak yang kontra, banyak pula yang mendukung dikeluarkannya undang-undang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya undang-undang ini (katanya) tidak lepas dari keprihatinan akan banyaknnya anak-anak yang mengakses pornografi atau menjaga moralitas bangsa. Pun demikian, hal ini mengandung ambiguitas, bukankah kita sudah memiliki UU Perlindungan Anak dan UU ITE? dan apakah persoalan moralitas bisa dibawa ke ranah hukum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak pasal 1 ayat 1 dalam UU tersebut tentang definisi pornografi:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya&lt;br /&gt;melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum,&lt;br /&gt;yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan&lt;br /&gt;dalam masyarakat.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah definisi norma kesusilaan? siapakah yang menentukan? jikalau yang menentukan adalah masyarakat, masyarakat yang mana? Kita tidak bisa lantas mengenaralisasi, sebagaimana diketahui negara kita terdiri dari banyak etnis dan budaya, singkat kata sangat pluralis. Bagaimana menentukan definisi norma kesusilaan dalam masyarakat yang sangat plural? Selama ini kita mendefinisikan norma kesusilaan terkait dengan adat atau agama, dan itu tentu saja menjadikan adanya perbedaan dalam mendefinisikan norma kesusilaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan definisi yang kabur dan sangat multitafsir, menjadi pertanyaan bagaimana implementasi Undang-undang di masa datang. Bisa dipastikan apabila definisi yang kelak dipakai adalah definisi kelompok yang suaranya paling kencang, dan apakah itu menggambarkan masyarakat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelasan pasal 4 ayat 1 huruf (a) disebutkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Yang dimaksud dengan "persenggamaan yang menyimpang" antara lain persenggamaan atau aktivitas seksual lainnya dengan mayat, binatang, oral seks, anal seks, lesbian, dan homoseksual.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak pasal tersebut, homoseksual adalah deviant, dan negara hanya mengakui heteronormativity. Persoalan seksualitas adalah persoalan privat dan dengan memberikan pelabelan tersebut, negara telah memasuki ranah pribadi seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang tersebut, tidak memiliki sensitifitas akan trafiking dan bahkan persetujuan pun bisa jadi karena keterpaksaan, ancaman dan sebagainya. Hal ini terlihat dalam pasal 8:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang ini jelas mengatur masalah moralitas terkait dengan seksualitas. Persoalannya adalah di masyarakat Indonesia yang patriarkal ini, ketika berbicara mengenai seksualitas, maka yang ditunjuk adalah perempuan. Artinya, mengatur seksualitas adalah mengatur/ mengontrol tubuh perempuan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang pornografi dapat diunduh di &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/49202112"&gt;sini&lt;/a&gt;. Lebih lanjut tentang UU pornografi dapat dilihat di &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/49202258"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6425798243992100218?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6425798243992100218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6425798243992100218' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6425798243992100218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6425798243992100218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/02/how-far-can-you-go-note-from.html' title='How Far Can You Go, a note from Pornography Law'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4014735781861904866</id><published>2011-02-07T20:23:00.004+07:00</published><updated>2011-03-03T20:59:32.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>sexual contract</title><content type='html'>One of the most popular theory on state is social contract theory. Thomas Hobbes (1651), John Locke (1689), and Jean-Jacques Rousseau (1762) are the most famous philosophers of contractarianism. The notion of this theory is the society give their sovereignty to the state in order to receive or maintain social order through role of law. Meaning that the basis the basis of government is consent, in where people are agree to be roled and government are entitled to role.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas Hobbes (1588-1679) came with the idea of a state of nature (anarchy condition), and in that condition, there are no social goods. In order to produce the things that not exist, social cooperation is needed so people will not harm each other and people must rely on one another to keep their agreement. It means that in order to have social order, people need government and in establishing government people give some of their personal freedom, and give authority to the government to enforce laws and agreements. So, those who living under a government are parties to a social contract.     &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Social contract theory argue that “the state exists to enforce the rules necessary for social living, while morality consists in the whole set of rules that facilitate social living”.  (Rachels, p. 144)  Thus, government is needed to enforce the basic rules of social living (e.g. don’t rob people, don’t break agreements), while morality may encompass some rules that are important for social living but are outside the scope of the state (this might include, for example, “Don’t insult people for no reason”.)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sexual contract is the critic to social contract theory. She address that admittedly women are found as equals in their relations with men, but they are not part of that group which later contracted in to form the political state. Social contract theory does not challenge the original patriarchal right. As Sir Robert Filmer claimed that political power is paternal power. Meaning that when they talking about individual, they talking about individual man. Women is missing in the social contract theory. If men getting their right because they give their contract to the state, so women having their right because of their relations with men. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If social contract is the story of freedom, sexual contract is the story of subjection. The story of sexual contract is to show how sexual difference (whether man or woman and the contraction) as political difference, is central to the civil society (Pateman).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be continue....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;References&lt;br /&gt;"Social Contract Theory," available online on http://www.csus.edu/indiv/g/gaskilld/ethics/sct.htm (03/03/2011)&lt;br /&gt;"Social Contract Theory," available online on http://www.politicalphilosophy.info/socialcontracttheory.html.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4014735781861904866?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4014735781861904866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4014735781861904866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4014735781861904866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4014735781861904866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/02/sexual-contract.html' title='sexual contract'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4217840300213606735</id><published>2011-02-06T21:55:00.004+07:00</published><updated>2011-02-06T23:08:13.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>violence against women</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;human rights are women's right&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;(UN Conferences)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What come on your mind, when somebody ask you about violence against women? have you ever experience? &lt;br /&gt;Did you know that based on UNIFEM data, globally, up to six out of every ten women experience physical and/or sexual violence in their lifetime. A World Health Organization study of 24,000 women in 10 countries found that the prevalence of physical and/or sexual violence by a partner varied from 15 percent in urban Japan to 71 percent in rural Ethiopia, with most areas being in the 30–60 percent range. For more figure around the world, you can click &lt;a href="http://www.unifem.org/gender_issues/violence_against_women/facts_figures.php"&gt;here&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women are situated on the context of legal pluralism, meaning that a single standard law may not operative. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4217840300213606735?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4217840300213606735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4217840300213606735' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4217840300213606735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4217840300213606735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/02/violence-against-women.html' title='violence against women'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5383966623164265841</id><published>2011-01-30T22:18:00.003+07:00</published><updated>2011-01-31T14:00:24.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thailand'/><title type='text'>Kebun Binatang Minimalis Dusit Zoo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TUZd6bTwTpI/AAAAAAAAAgo/AL2HMFJ4eWs/s1600/IMG_1898.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TUZd6bTwTpI/AAAAAAAAAgo/AL2HMFJ4eWs/s320/IMG_1898.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568241247634607762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Weekend, saatnya jalan-jalan... Meski banyak assignment menanti dan juga buku-buku yang harus dibaca, tapi jalan-jalan tetep jalan terus. Kali ini ke Dusit Zoo, penasaran juga dengan kebun binatang di sini, siapa tau saja menemukan gajah putih, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari AIT menuju Dusit Zoo cukup mudah, tinggal menggunakan van dari Thamassat University menuju Victory Monument (30 THB). Dari Victory Monument, bisa menggunakan taxi (70 THB, tergantung kemacetan) atau menggunakan bus no. 28. Biaya masuk untuk foreigner 100 THB (jika menunjukkan kartu mahasiswa mendapatkan diskon 50%, jadi cukup bayar 50 THB). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5383966623164265841?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5383966623164265841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5383966623164265841' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5383966623164265841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5383966623164265841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/01/kebun-binatang-minimalis-dusit-zoo.html' title='Kebun Binatang Minimalis Dusit Zoo'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TUZd6bTwTpI/AAAAAAAAAgo/AL2HMFJ4eWs/s72-c/IMG_1898.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-8636732806363566909</id><published>2011-01-25T21:56:00.005+07:00</published><updated>2011-01-31T20:13:43.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thailand'/><title type='text'>menelusuri kota tua Ayuthaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TUayswNnIeI/AAAAAAAAAgw/7shdgP5ljrA/s1600/IMG_1820.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TUayswNnIeI/AAAAAAAAAgw/7shdgP5ljrA/s320/IMG_1820.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568334471216177634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di masa lampau, Ayuthaya adalah ibukota Thailand (kerajaan siam), namun kemudian dipindahkan ke Bangkok ketika Siam ditaklukan Myanmar (Burma).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara menuju Ayuthaya. Dari AIT bisa ke stasiun Chiang Rak (20 THB), perjalanan ditempuh kurang lebih 1,5 jam. Kereta apinya mengingatkan saya pada kereta api ekonomi di Indonesia. Begitu tiba di stasiun, akan banyak sopir tuktuk yang menawarkan jasanya. Bila anda tidak ingin capek, bisa menggunakan jasa tuktuk, namun tentu saja karena tidak sesuai dengan prinsip ekonomis, kami menolak tawaran sopir tuktuk. Dari stasiun, anda bisa berjalan menuju sungai untuk menyeberang (3-4 THB). selanjutnya bisa menyewa sepeda di cafe yang tidak jauh dari tempat anda berhenti (40 THB). Karenanya, sangat disarankan untuk datang pagi-pagi, rental sepedanya hanya hingga pukul 18.00. Alternatifnya, dari Future Park bisa naik van ke Ayuthaya (maaf tidak tahu bianyanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya bisa diklik di &lt;a href="http://breakfree-zone.blogspot.com/2011/01/menelusuri-kota-tua-ayuthaya.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-8636732806363566909?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/8636732806363566909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=8636732806363566909' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8636732806363566909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8636732806363566909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/01/menelusuri-kota-tua-ayuthaya.html' title='menelusuri kota tua Ayuthaya'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TUayswNnIeI/AAAAAAAAAgw/7shdgP5ljrA/s72-c/IMG_1820.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5714193487600879515</id><published>2011-01-25T21:25:00.003+07:00</published><updated>2011-01-25T21:54:43.543+07:00</updated><title type='text'>being a women</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;perempuan adalah realitas yang belum selesai (beuvoir)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi teringat pertanyaan yang dilontarkan dosen saya, di hari pertama kelas dimulai. "Apa yang tidak anda sukai menjadi perempuan?" saya masih teringat dengan jawaban saya kala itu. karena perempuan selalu diidentikkan dengan reproductive work, terutama pekerjaan rumah tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu saja jawaban pertanyaan tersebut berdasarkan pengalaman kami sebagai perempuan. saya masih ingat ketika dalam pertemuan keluarga, atau ada event yang terkait dengan life cycle (pernikahan, kematian, dsb). terdapat pembagian kerja berdasarkan gender, perempuan sibuk di dapur (meski dalam beberapa kasus, ada laki-laki yang terlibat mencuci gelas). saya masih teringat, apa yang saya rasakan ketika itu. saya merasa tidak adil, ketika saudara-saudara laki-laki saya tidak mengerjakan pekerjaan yang sebagaimana saya lakukan (esp memasak). padahal kami yang perempuan juga tidak dilahirkan serta merta bisa mengupas bawang atau mengiris wortel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata hal itu juga berlangsung kembali di sini, ketika saya jauh dari keluarga saya. bukan lagi institusi keluarga, tetapi kelompok. dalam sebuah pertemuan, selalu saja perempuan yang sibuk dengan hal masak memasak, sementara tidak demikian dengan yang laki-laki. adil sekali (dengannadasinisme). hanya untuk event tertentu laki-laki terlibat (misal:bakar ikan, bakar ayam, bakar sate). Bukankah untuk event bersama, seharusnya dikerjakan bersama-sama? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika politik selalu identik dengan laki-laki, demikian halnya dengan organisasi. semuanya sangat laki-laki. perempuan dianggap tidak berpengalaman, atau mungkin untuk membuat demarkasi, bahwa perempuan bekerja di bagian logistik. ini mungkin sebabnya kebanyakan seksi konsumsi pasti perempuan. Jika perempuan ingin ambil bagian pada sesuatu, maka ia harus berusaha 2 kali lipat dibanding laki-laki. menjadi teringat dengan hal yang saya alami (kadang sayang iri dengan saudari perempuan saya yang tidak mengalami diskriminasi apapun, andai saja saya tidak tinggal di masyarakat yang sexist). betapa laki-laki lebih dihargai dari pada perempuan, terutama untuk jenis pekerjaan tertentu dengan alasan pulang malam, perempuan nanti akan hamil, dsb, dsb. kadang saya tertawa getir dengan hal itu dan berujar mengapa tidak sekalian saja membuat aturan bahwa pegawai harus laki-laki? tentu saja tidak akan, karena mereka butuh perempuan untuk mengerjakan hal yang remeh temeh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(to be continue..)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5714193487600879515?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5714193487600879515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5714193487600879515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5714193487600879515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5714193487600879515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/01/being-women.html' title='being a women'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-249174668989147521</id><published>2011-01-22T11:10:00.002+07:00</published><updated>2011-01-22T11:50:11.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>it's complicated</title><content type='html'>Title : It's Complicated&lt;br /&gt;Stars : Meryl Streep, Alex Baldwin, Steve Martin&lt;br /&gt;Genre : Drama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini mengisahkan seorang perempuan, Jane (Meryl Streep) yang memiliki usaha kue yang cukup sukses. Jane bercerai dengan suaminya Jake (Alec Baldwin) 10 tahun yang lalu, dan mereka memiliki 3 orang anak yang sudah tumbuh dewasa. Jake selingkuh dengan seorang perempuan muda, Agnes dan kemudian menikahinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka berdua bertemu, kemudian affair antara Jane dan her ex-husband terjadi. Jane merasa hal tersebut salah, namun tidak dengan Jake. Dikisahkan juga tentang Adam, arsitek yang bekerja untuk menata ulang ruma Jane. Adam yang dalam upaya menyembuhkan dirinya dari perceraian yang dialaminya, kemudian jatuh cinta dengan Jane. Jane pun memulai menjalin hubungan dengan Adam. Jake menjadi cemburu dengan hubungan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Adam melihat Jake telanjang ketika sedang webcam chat dengan Jane. Dia menyadari adanya hubungan antara keduanya dan memutuskan untuk menjauh dari kehidupan Jane. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang rasa-rasanya happy ending, karena dua pasangan yang bercerai akhirnya rujuk kembali. Hal menarik bagi saya, adalah ketika Jane merasakan berada dalam posisi orang ketiga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-249174668989147521?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/249174668989147521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=249174668989147521' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/249174668989147521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/249174668989147521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/01/its-complicated.html' title='it&apos;s complicated'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-8742074988866071254</id><published>2011-01-15T22:28:00.004+07:00</published><updated>2011-01-18T00:14:30.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>membincangkan poligami</title><content type='html'>Selama beberapa hari berjalan-jalan ke beberapa tempat, ada banyak pengalaman yang saya peroleh dan tentu saja ada pertanyaan yang mengusik saya. Ketika berada di Vietnam, beberapa orang menanyakan tentang poligami di Indonesia. Mereka berpikir bahwa semua laki-laki di Indonesia memiliki istri lebih dari satu. Bahkan menurut seorang ibu di hotel yang saya inapi, persoalan poligami di Indonesia sempat dimuat di surat kabar di Vietnam. Tidak heran jika mereka berpikir bahwa poligami adalah hal yang lumrah bagi semua laki-laki di Indonesia (dan juga di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam). Nabi Muhammad memiliki istri lebih dari 1, hal ini yang selalu menjadi justifikasi dilakukannya poligami. Padahal tidak demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membincangkan poligami boleh jadi adalah hal yang terlalu sering diulas. Akhir-akhir ini poligami memang sering diperbincangkan, entah karena dilakukan oleh dai kondang dll. Beberapa argumen tentang poligami antara lain: poligami bisa dilakukan apabila suami bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya. Bisakah demikian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain adalah atas persetujuan istri pertama. Hal ini menurut saya debatable juga. Apakah persetujuan itu, memang benar-benar pilihannya? Namun berbicara tentang pilihan, benarkah itu adalah pilihan? Bagaimana membedakan pilihan, apabila pikiran atau mindset sudah terbentuk oleh budaya, sehingga tidak melihat alternatif lain? Apakah bisa disebut pilihan?  &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-8742074988866071254?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/8742074988866071254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=8742074988866071254' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8742074988866071254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8742074988866071254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/01/membincangkan-poligami.html' title='membincangkan poligami'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-8348747803093950955</id><published>2011-01-15T08:20:00.005+07:00</published><updated>2011-01-15T08:46:40.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thailand'/><title type='text'>Som Tam, papaya salad ala Thailand</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TTD24Vo8v5I/AAAAAAAAAgI/FL7p32P_Sl0/s1600/Photo-0088.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TTD24Vo8v5I/AAAAAAAAAgI/FL7p32P_Sl0/s320/Photo-0088.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562216987544567698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bingung memilih menu desert yang cihuy? Som Tam atau papaya salad bisa jadi pilihan. Makanan yang cukup populer di daerah Asia Tenggara ini, merupakan perpaduan antara manis, asam, asin dan pedas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tipe Som Tam, yaitu som tam thai (dengan taburan kacang), som tam bu dengan taburan kepiting yang telah ditumbuk) dan som tam lao (dengan campuran ikan). Untuk 2 kategori som tam yang divut belakangan, saya belum pernah mencobanya. Ketika saya mencoba papaya salad di Laos, ternyata spicy sekali. Lebih spicy daripada som tam yang selama ini saya makan di Thailand. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat som tam pun cukup mudah, berikut adalah resepnya:&lt;br /&gt;alat : lesung kecil dan penumbuknya&lt;br /&gt;bahan:&lt;br /&gt;1 buah pepaya yang masih hijau (kecil) &lt;br /&gt;4 siung bawang putih&lt;br /&gt;tomat cery, potong jadi 2&lt;br /&gt;6 buah cabe (atau sesuai selera)&lt;br /&gt;kacang panjang potong kecil secukupnya&lt;br /&gt;1 wortel parut&lt;br /&gt;2 sendok jeruk nipis atau air asem&lt;br /&gt;2 sendok gula aren&lt;br /&gt;saus ikan &lt;br /&gt;udang kering&lt;br /&gt;kacang madu ditumbuk kasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara:&lt;br /&gt;1. kupas pepaya dan cuci untuk menghilangkan getahnya. Hilangkan bijinya dan parut. &lt;br /&gt;2. tumbuk bawang putih dan cabe hingga halus lalu masukkan gula aren dan aduk hingga merata&lt;br /&gt;3. tambahkan jeruk nipis/ asem, saus ikan, aduk-aduk&lt;br /&gt;4. masukkan parutan pepaya, aduk-aduk&lt;br /&gt;5. masukkan udang kering, wortel, tomat cery dan kacang panjang, aduk-aduk&lt;br /&gt;6. hidangkan dengan taburan kacang diatasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa juga dimakan dengan sticky rice.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-8348747803093950955?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/8348747803093950955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=8348747803093950955' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8348747803093950955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8348747803093950955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/01/som-tam-papaya-salad-ala-thailand.html' title='Som Tam, papaya salad ala Thailand'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TTD24Vo8v5I/AAAAAAAAAgI/FL7p32P_Sl0/s72-c/Photo-0088.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-1598867134277577284</id><published>2011-01-04T17:45:00.005+07:00</published><updated>2011-01-12T20:06:54.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Jalan-Jalan: Cambodia-Vietnam-Laos</title><content type='html'>Awalnya liburan ini saya berencana ke Cambodia, kembali ke Thailand dan mengunjungi beberapa tempat di sana, lalu lanjut ke Laos. Namun in the last minute, rencana berubah perjalanan dari Cambodia dilanjutkan ke Vietnam dan Laos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari AIT, kami menggunakan van menuju perbatasan Thailand - Cambodia (190 THB). Perjalanan yang lumayan berat, karena berdesak-desakan di van (beruntunglah, saya mendapatkan tempat yang cukup lega). Perjalanan ke perbatasan (Poipet) kira-kira memakan waktu 2 jam. Meskipun sudah ada perjanjian antara RI dan Cambodia bulan Juni 2010, namun bebas visa belum terlaksana (berdasarkan info di internet, implementasi memakan waktu 6 bulan). Petugas di perbatasan mengatakan mungkin tahun depan (2011) WNI bebas visa di Cambodia, dan biaya visa on arrival sebesar USD 20 (jangan lupa membawa pasfoto 3x4 berwarna untuk visa). Petugasnya sangat ramah pada saya (ketika mengetahui saya WNI), menjadi teringat tulisan di sebuah blog yang mengatakan hal itu disebabkan jasa Soeharto ketika terjadi konflik di Cambodia. Benarkah? entahlah, namun saya satu-satunya yang tidak dimintai uang lebih untuk memproses visa. Meski ramah, petugasnya meminta uang tambahan (100 THB). Tentu saja, dengan berpatokan papan pengumuman yang ada di sana, anda dapat mendebatnya dan tidak memberikan uang tambahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kami naik tuk-tuk dan membayar USD1 per orang (1 tuk tuk berisi 4 orang) menuju ke stasiun bus. Di stasiun bus, banyak orang yang menawarkan jasa penukaran mata uang. Ambil bus ke Suai dan dari Suai ke Siam Rip (ongkos bus total 200 THB). Dari Siam Reap, kami naik tuk-tuk menuju penginapan. Ada banyak penginapan di sana, anda bisa memilih dari tarif murah hingga yang mahal. Kami menginap di &lt;a href="http://www.tropicalbreezegh.com"&gt;Tropical Breeze Guest House&lt;/a&gt; di Wat Damnak Village, biaya kamar untuk 3 orang (USD 15), untuk 2 orang (USD 12). Fasilitas kamar: TV, hot water.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penginapan, kami menuju ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cultural Village&lt;/span&gt;. Cultural Village sebagaimana Taman Mini-nya Cambodia, dan anda bisa melihat beberapa pertunjukan di sana. Harga tiket masuk USD 11. Besoknya, kami menuju ke Angkor Wat menggunakan Tuk tuk (mengenai Angkor Wat bisa dibaca di &lt;a href="http://breakfree-zone.blogspot.com/2011/01/travelers-note-children-of-angkor.html"&gt;sini&lt;/a&gt;). Untuk membeli souvenir, jangan lupa pergi ke night market. Ada juga old market, namun harganya lebih mahal dibanding night market. Saya membeli beberapa souvenir seperti scarf, kaos dan key chain. Jangan lupa untuk menawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami meneruskan perjalanan keesokan harinya menuju Pnom Phen (sebenarnya, untuk menghemat waktu bisa menggunakan bus malam menuju pnom phen). Perjalanan dari Siem Reap ke Pnom Phen memakan waktu 10 jam. Di sana kami menginap di Hotel Home Town, karena beberapa penginapan full. Receptionistnya cukup ramah, namanya Eat. Oya anda bisa nego harga di sini, apalagi jika menginap dalam waktu lama bisa dapat harga lebih murah. Harga kamar di Home Town USD 21/kamar, saya ambil kamar untuk 3 orang. Harga kamar sebenarnya bisa ditekan hingga USD 15/night. No breakfast, ada fasilitas komputer plus internet di loby, welcome drink, hot water (bisa sauna juga), refrigerator, dan international chanel. Dari Hotel ini  bisa jalan ke central market (kebanyakan yang dijual sih baju-baju), river bank dan royal palace. Meski di Pnom Phen, bisa makan makanan Indonesia (kangen dengan masakan Indonesia)di Warung Bali, yang lokasinya nggak jauh juga dari hotel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, kami mengunjungi S21 dan museum.Lalu ke Raseed market dan royal palace. Besoknya lanjut ke Sihanouk Ville by bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sihanouk Ville untuk ke HCMC (Vietnam) harus ke Pnom Phen, ada beberapa bus, yaitu bus pagi (08.00, 06.00) dan siang (12.00, 13.00). Untuk ke Vietnam nggak perlu visa, jadi langsung saja naik bus. saya ambil bus jam 08.00 dan sampai di HCMC pukul 14.00. Untuk penginapan di HCMC bisa dicari di kawasan pham ngu lao atau bu vien. Kali ini saya menginap di Madam Cuc (fasilitas free breakfast &amp; dinner, internet, hot water). Bisa cari penginapan dengan harga murah (dulu saya pernah dapat kamar seharga USD 10 dan 7 di daerah Bu Vien). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah dapat penginapan, saya ke War Remnance Museum dan Ben Tham Market. Jangan lupa ikut tour sungai mekong dan kalau ingin mengetahui strategi perang Vietnam melawan Amerika bisa ikut tour Cu Chi Tunel. Namun saya belum kesampaian juga mengunjungi masjid yang ada di HCMC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah pernah ke HCMC, jadi besoknya saya memutuskan ke Dalat, city of eternal spring. Agar dapat harga bus murah, beli di agen busnya langsung. Harga tiket bus HCMC-Dalat: 130.000 dong. Saya berangkat pukul 08.00 dan sampai di Dalat pukul 12.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dari Dalat ke Nha Trang menggunakan bus (perjalanan ke Nha Trang bisa dibaca di &lt;a href="http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/12/travelers-note-next-stop-nha-trang.html"&gt;sini&lt;/a&gt;). Perjalanan menuju Danang dari Nha Trang, saya tempun dengan sleeper train. Pengalaman pertama naik sleeper train dan saya nggak mau mencoba lagi. Mereka tidak membagi penumpang berdasarkan jenis kelamin dan rasanya kurang nyaman. Kereta berangkat pukul 12.00 am, uniknya penumpang dipersilahkan masuk ke dalam, kurang lebih 15 menit sebelum kereta datang. Jika datang lebih cepat, harus menunggu di ruang tunggu.  Sampai di Danang pukul 10.00 WIB. Dari Danang, langsung menuju Hoi An dengan bus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-1598867134277577284?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/1598867134277577284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=1598867134277577284' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1598867134277577284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1598867134277577284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/01/jalan-jalan-cambodia-vietnam-laos.html' title='Jalan-Jalan: Cambodia-Vietnam-Laos'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-3811147557909219347</id><published>2010-12-15T12:41:00.003+07:00</published><updated>2010-12-15T13:11:18.463+07:00</updated><title type='text'>Traveler's Note: next stop Nha Trang</title><content type='html'>Perjalanan dari Da Lat ke Nha Trang ditempuh kurang lebih 5 jam. Setelah sebelumnya meminta pihak hotel memsankan tiket bus ke Nha Trang, jam 12.30 saya dijemput minibus menuju terminal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan tiket adalah hal yang sulit dan menyebalkan. Bagaimana tidak? Karena para calon penumpang tidak antri dan saling serobot. OMG, it worse rather than in Indonesia. Cukup lama juga saya mendapatkan tiket, sampai akhirnya saya memasang tampang muka sebal (memang sebal betulan) dan beberapa saat kemudian, petugas memberikan tiket saya. Harga tiket dari Da Lat ke Nha Trang adalah 100.000 dong (Rp. 50.000). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sebelah saya perempuan Vietnam. Dia cukup ramah, meski selalu berbicara bahasa Vietnam (yang tentu saja tidak saya pahami). Dia menunjukkan kebolehannya merajut pada saya (yang membuat saya gr dia akan merajut sepanjang perjalanan dan memberikan hasilnya pada saya, hahaha). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dari Da Lat ke Nha Trang boleh dibilang tidak terlalu menyenangkan, karena jalannya yang berliku dan kadang tidak bagus (bumpy road) serta ada perbaikan di beberapa jalan. Tidak hanya itu saja, kami juga melewati jalanan berkabut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak enaknya, saya harus menahan kencing selama 2 jam (OMG). Cukup sulit juga bagi saya dan membuat perjalanan terasa kurang menyenangkan. Di tengah perjalanan sebenarnya bus berhenti dan memberi kesempatan bagi penumpang untuk kencing. Namun, arealnya di daerah terbuka (tidak ada toilet). Mengetahui hal ini saya mengurungkan niat saya, padahal sudah bersegera memakai sandal gunung saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah 45 menit kemudian, bus berhenti di sebuah tempat pemberhentian yang menyedeikan fasilitas toilet. Finnaly... Dan, tak lama kemudian kami sudah sampai di Nha Trang, tempat pemberhentian saya selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana di kota-kota Vietnam yang sudah-sudah, di sini orang-orangnya sangat overwhelming. Siapa lagi, kalau bukan tukang ojeg. Dari awal kedatangan saya, mereka sudah menyapa saya dengan ramahnya dan ujung-ujungnya menawari jasa hotel atau tour. Hotel yang saya tuju adalah Kim Ngan Hotel, yang letaknya sebenarnya tidak jauh dari pemberhentian bus saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat salah mengambil jalan, sehingga harus menempuh rute yang cukup jauh. Beberapa tukang ojek menawarkan bantuannya, namun saya tolak. Sampai akhirnya ada orang yang cukup baik Mr. Binh yang mengantarkan saya ke hotel. Dia bahkan memberikan nomor telpon kepada saya (namun maaf, saya tidak menghubungi dia lagi). Meski agak sulit juga berkomunikasi dengan dia, karena dia tidak terlalu bisa bahasa Inggris. Saya sempat curiga juga dengan niat baiknya, namun dia berkata "No Dollar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Hotel Kim Ngan, saya mendapatkan kamar dengan harga cukup murah USD 6 (tanpa ac). Kamarnya cukup bagus dengan balkon (sayang menghadap ke pemukiman penduduk di belakang hotel ini yang sayangnya tidak tertata dengan baik. Hotel letaknya cukup strategis (10 menit ke pantai). Namun jika ingin lebih dekat lagi ke pantai, pilih hotel yang terletak di Tran Phu atau Hung Vuong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak mau ambil pusing, saya meminta bantuan pihak hotel untuk membantu saya mendapatkan tiket KA ke Da Nang. Padahal, sebenarnya saya bisa naik bus dengan harga USD 12. Sementara tiket kereta USD 14 (plus USD 2 untuk pihak hotel), rugi deh saya... Positive thinkingnya, gpplah, hitung-hitung merasakan kereta api di Vietnam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-3811147557909219347?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/3811147557909219347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=3811147557909219347' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3811147557909219347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3811147557909219347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/12/travelers-note-next-stop-nha-trang.html' title='Traveler&apos;s Note: next stop Nha Trang'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6805498897238009332</id><published>2010-11-28T12:54:00.003+07:00</published><updated>2010-12-02T23:41:34.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>Let's Talking about Household</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TPHviDITH5I/AAAAAAAAAc0/cj6DDMlUIEk/s1600/household.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TPHviDITH5I/AAAAAAAAAc0/cj6DDMlUIEk/s320/household.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544475984504496018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;What is a household?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Household is different then family. Why? Karena household adalah unit produksi dan konsumsi. Sementara keluarga terikat dengan ikatan darah, batin (atau mungkin yang lebih tepat adalah emosional).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6805498897238009332?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6805498897238009332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6805498897238009332' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6805498897238009332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6805498897238009332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/11/lets-talking-about-household.html' title='Let&apos;s Talking about Household'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TPHviDITH5I/AAAAAAAAAc0/cj6DDMlUIEk/s72-c/household.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-8115930281680081518</id><published>2010-11-28T12:33:00.004+07:00</published><updated>2010-11-28T12:54:05.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><title type='text'>Rethinking Empowerment</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TPHrbyLQPmI/AAAAAAAAAcs/iLhBlpSa1ns/s1600/empowerment2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TPHrbyLQPmI/AAAAAAAAAcs/iLhBlpSa1ns/s320/empowerment2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544471478827761250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Every people, every organizations, the society and also the government talking about empowerment. What is empowerment? Even in the different/ conflicting different approach, they talking about empowerment. May be empowerment is such of watchword, it seems to fit many shoes. Even for women empowerment in the still largely male dominated world. What is the actually mean of empowerment? It is a buzzy and fuzzy word. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the article 'rethinking em(power)ment, gender and development'; Parpart, Rai and Staudt propose a new approach to women empowerment by focusing in 4 issues. First, empowerment should be analysed in global and national as well as local terms. Second, empowerment involves the exercise rather than possession of power. Third, empowerment take a place in institutional, material and discursive context and at least, empowerment is both of process and outcome. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;What the Scholar Said about Empowerment&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-8115930281680081518?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/8115930281680081518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=8115930281680081518' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8115930281680081518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8115930281680081518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/11/rethinking-empowerment.html' title='Rethinking Empowerment'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TPHrbyLQPmI/AAAAAAAAAcs/iLhBlpSa1ns/s72-c/empowerment2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6872033520101044325</id><published>2010-11-28T10:51:00.003+07:00</published><updated>2010-11-28T11:06:50.908+07:00</updated><title type='text'>ria dan kratongnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TPHUN8iGP3I/AAAAAAAAAck/XVYutUANjto/s1600/my%2Bkratong.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TPHUN8iGP3I/AAAAAAAAAck/XVYutUANjto/s320/my%2Bkratong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544445952322322290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hmm... karena ujian dan tentu saja assignment, belum sempat update blog ini lagi. Is it an excuse? Because actually tomorrow I have an exam. Wish me luck ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu yang lalu, adalah loy kratong festival (lebih lengkapnya klik di &lt;a href="http://breakfree-zone.blogspot.com/2010/11/loy-kratong-festival.html"&gt;sini&lt;/a&gt;). Penasaran juga saya dengan festival ini, setelah nyasar sampai ke lokasi Taladnat, akhirnya kami (saya dan teman2) sampai ke lokasi (yang sebenarnya nggak jauh dan kalau mau juga bisa jalan kaki). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak mau ketinggalan dengan orang lain, saya membeli kratong di sana. Tentu saja, pilihan dijatuhkan pada kratong yang paling murah (hehehe, prinsip ekonomi berjalan..). Dengan harga 20 bath, kratong tersebut menjadi milik saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kratong saya terbuat dari batang pisang (jadi penasaran berapa ratus batang pisang yang dipakai ketika festival ini berlangsung). Selanjutnya batang pisang tersebut ditutup dengan daun pisang, dan dihias dengan bunga-bungaan. Di dalamnya terdapat 3 buah dupa, 1 lilin kecil dan kembang api. It's beautiful..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ritual orang Thai, saya pun melayarkan kratong saya ke danau. Good bye my kratong... Dan tentu saja sebelumnya 'make a wish' (yang ini tentu saja kepada Tuhan). Hmm, semoga saya bisa bisa melewati hari-hari saya di sini dengan baik, mendapatkan nilai yang bagus di ujian saya dan meninggalkan hal-hal yang buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loy kratong saya ikut 'menyampah' di danau tersebut. Namun saya senang, dia bisa berlayar dan lilin padam hingga titik darah penghabisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6872033520101044325?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6872033520101044325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6872033520101044325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6872033520101044325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6872033520101044325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/11/ria-dan-kratongnya.html' title='ria dan kratongnya'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TPHUN8iGP3I/AAAAAAAAAck/XVYutUANjto/s72-c/my%2Bkratong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-3388584049423489700</id><published>2010-11-08T11:14:00.004+07:00</published><updated>2011-01-17T05:24:09.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thailand'/><title type='text'>Ancient Siam (1 day trip)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TTNvB0Q_pAI/AAAAAAAAAgQ/esgACUz2xD0/s1600/IMG_1088.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TTNvB0Q_pAI/AAAAAAAAAgQ/esgACUz2xD0/s320/IMG_1088.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562912041733170178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saturday is travelling day, and now the destination is Ancient Siam. Ancient Siam located in Samutprakan province. This place reminds me to Taman Mini Indonesia Indah (TMII). If TMII consist of traditional houses in all part of Indonesia, in Ancient Siam, you can found the temples and another building in Thailand. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How to go there?&lt;br /&gt;From Mochit (BTS station)via sky-train go to onnut station(40 bath). Then from Onnut, exit from gate 2 and across the street and wait the bus in the bus stop. You can use bus number 25, and it is free if you told you will go to ancient siam. May be it is one of the government strategy to attract tourists go to Ancient Siam. Then, continue your journey with songthrew (public transportation in Thailand), and the fee only 8 bath. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancient Siam&lt;br /&gt;The entrance ticket is 350 bath, but if you show your student ID card you will get discount and only pay 200 bath. Ancient Siam open from 8 am until 5 pm. You can go around ancient siam by bicycle or golf car or train. Using bicycle is free, but for another means you should pay. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The bicycle are good and all of them are japanesse bike. Hmm.. I wanna have one, because it's very comfortable. They will take your picture (but next after you return your bike, they will offering you that photo. The fee is 100 bath, but it is okay if you do not want take it. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TTNvdT-ln4I/AAAAAAAAAgY/sFGUOixWM-c/s1600/IMG_1146.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TTNvdT-ln4I/AAAAAAAAAgY/sFGUOixWM-c/s200/IMG_1146.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562912514102370178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;You can see all of temples in Thailand. But, they also modified some of them. When you are hungry, you can go to the floating market where the seller using canoe. Of course, it's not in the river, but in the lake. &lt;br /&gt;Now, the adventure began. You just riding your bicycle and through the map, you can explore that place.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-3388584049423489700?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/3388584049423489700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=3388584049423489700' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3388584049423489700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3388584049423489700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/11/ancient-siam-1-day-trip.html' title='Ancient Siam (1 day trip)'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TTNvB0Q_pAI/AAAAAAAAAgQ/esgACUz2xD0/s72-c/IMG_1088.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-262713281376866299</id><published>2010-10-31T23:45:00.002+07:00</published><updated>2010-10-31T23:55:54.633+07:00</updated><title type='text'>learning gender</title><content type='html'>Learning gender makes me questioned my self. Yeah, and I questioned a lot. In the past, I found this statement, "sometimes my life is not mine." Now, I still thinking on it. Whether I want to go on my way or not. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Learning gender makes me break down my mind. Thinking something behind. Yeah, I already did it in my previous study. Thinking something behind, but not through gender lens. Thinking about interest, and it makes me did not believe anything. "No free lunch" and "there are no forever friend and enemy." The conspiracy theory is very influence me, may be until now. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now I should thinking on gender perspective, doing gender analysis. Seems easy hah? But not really.. Thinking who gain, who loss; who does, who does not; who has who has not, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Learning gender, I should brave to be different, thinking beyond of the mainstream. And it is also important on my process, as a women and as feminist.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-262713281376866299?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/262713281376866299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=262713281376866299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/262713281376866299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/262713281376866299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/10/learning-gender.html' title='learning gender'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-7533109212331066666</id><published>2010-10-26T19:05:00.003+07:00</published><updated>2010-10-26T19:09:28.926+07:00</updated><title type='text'>my video project</title><content type='html'>After spending much time to make this video, I published it in front of peoples... This is not my first project, but this is my first video that published to the public.. Hope you will enjoy it also.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="”fullpost”"&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-22e215ac48e3d0f5" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v20.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3D22e215ac48e3d0f5%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331657128%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D7E63DF1AE586C30AA15D5392AC5DC33B3CD11760.4D7A5369854F02EA1756AA130F7D56780F52D288%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D22e215ac48e3d0f5%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D8_P3E8D-16MMQzMhTovE7ZbjOvk&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v20.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3D22e215ac48e3d0f5%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331657128%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D7E63DF1AE586C30AA15D5392AC5DC33B3CD11760.4D7A5369854F02EA1756AA130F7D56780F52D288%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D22e215ac48e3d0f5%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D8_P3E8D-16MMQzMhTovE7ZbjOvk&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-7533109212331066666?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=22e215ac48e3d0f5&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/7533109212331066666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=7533109212331066666' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7533109212331066666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7533109212331066666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/10/my-video-project.html' title='my video project'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4448463072815841167</id><published>2010-10-10T23:52:00.004+07:00</published><updated>2010-10-11T00:23:25.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thailand'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Grand Palace - Wat Po - Suan Lum Night Bazzar (1 day tour)</title><content type='html'>Nggak nyangka, ternyata rencana mendadak buat wisata kesampaian juga. Dan tujuan wisata kali ini adalah Grand Palace, Wat Po dan Suan Lum Night Market Bazaar. Akhirnya, kami bersembilan (plus beryll, anggota terkecil grup kami) berpetualang ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Grand Palace&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TLH14Fr68QI/AAAAAAAAAZo/1LIReXUcBTU/s1600/IMG_0985.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TLH14Fr68QI/AAAAAAAAAZo/1LIReXUcBTU/s320/IMG_0985.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526468561708183810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;How to go there?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara untuk menuju Grand Palace dari AIT/ Thamassat University:&lt;br /&gt;Pertama, menggunakan van tujuan BTS (30 bath). Dari BTS menggunakan sky train dan berhenti di Siam (30 bath), kemudian berganti kereta menuju ke Thaksin (5 bath). Selanjutnya menggunakan Chao Phraya Boat Express, untuk menuju ke sana dari pintu keluar akan ada penanda yang menunjukkan arah ke Chao Phraya Boat Express station. Selanjutnya dengan menggunakan boat tersebut, berhenti di Tha Chang (17 bath). Dan anda cukup berjalan saja menuju Grand Palace. [cara ini yang kami gunakan ke sana].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menggunakan van tujuan National Monument. Dari National Monument menuju ke Ratchavithee Hospital untuk menstop bus (no.12) ke Grand Palace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menggunakan van ke Thamassat University (not Rangsit). Dari sana anda dapat berjalan ke Grand Palace (tapi lumayan jauh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya klik di&lt;a href="http://breakfree-zone.blogspot.com/2010/10/grand-palace-wat-po-suan-lum-night.html"&gt; sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4448463072815841167?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4448463072815841167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4448463072815841167' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4448463072815841167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4448463072815841167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/10/grand-palace-wat-po-suan-lum-night.html' title='Grand Palace - Wat Po - Suan Lum Night Bazzar (1 day tour)'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TLH14Fr68QI/AAAAAAAAAZo/1LIReXUcBTU/s72-c/IMG_0985.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-7526910534010006113</id><published>2010-10-07T21:24:00.002+07:00</published><updated>2010-10-07T21:38:14.742+07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Menggunakan Internet Banking</title><content type='html'>Dulu saya tidak berpikir untuk memiliki internet banking, namun begitu meninggalkan Indonesia, terasa sekali keuntungannya. Apalagi untuk membayar beberapa tagihan. Sayang, karena waktu yang begitu mepet ketika kepergian saya di Indonesia, jadi belum sempat apply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bank yang saya miliki menawarkan fasilitas internet banking dengan pendaftaran melalui ATM atau online (via internet). Pilihan yang kedua pun saya lakukan, karena sangat mudah dan dapat saya lakukan dari sini. Namun ternyata sulitnya bukan main, dari sms password yang tidak kunjung sampai, hingga saya mengirimkan email berkali-kali ke customer servicenya. Kadang kemarahan membuat segala sesuatu cepat dibalas. Saya masih teringat betapa kesalnya saya ketika email yang mereka berikan ternyata (sepertinya) adalah email otomatis untuk kasus tersebut. Bagaimana tidak, karena jawaban yang diberikan tidak merujuk pada email yang saya tulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya bisa juga apply, namun permasalahan ternyata masih mendera saya. Ketika saya login, ternyata password awal tidak bisa diganti. Dan ketika saya login kedua kalinya, password tersebut tidak bisa digunakan dan alhasil ID saya terkunci. Oh My GOd, apakah kesalahan di saya yang gaptek atau tekhnologinya yang terlalu canggih. Dan sekarang saya masih dalam proses untuk reset password, tentu saja dengan mengubungi pihak bank tersebut. Tentu saja, hal ini terkait dengan keamanan, namun dari kacamata nasabah, hal ini sangat menyulitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank lain yang saya miliki juga menawarkan fasilitas internet banking, tapi untuk apply harus di tempat pertama membuka tabungan? Whats? Tentu saja, tidak akan saya lakukan, memangnya mereka mau membayar ongkos transportasi saya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya membuka account di sebuah bank. Pembukaan awalnya cukup murah dibandingkan di Indonesia (kalau tidak salah dulu untuk buka awal umumnya Rp 500.000,-). Namun demikian, jika anda menginginkan fasilitas ATM, anda harus membayar sejumlah uang, ini tentu saja berbeda dengan di Indonesia. Namun selanjutnya anda tidak perlu membayar administrasi ATM. Iseng, saya mencoba mendaftar internet banking bank ini. Ternyata, cukup mudah, anda bisa mendaftar online. Prosesnya sangat mudah dan ketika lupa password, juga tidak perlu menelpon bank tersebut. Mungkin inilah kemudahan yang ditawarkan bank tersebut, yang mengusung slogan easy bank, easy net, etc..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-7526910534010006113?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/7526910534010006113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=7526910534010006113' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7526910534010006113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7526910534010006113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/10/pengalaman-menggunakan-internet-banking.html' title='Pengalaman Menggunakan Internet Banking'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-1587724506139873840</id><published>2010-10-07T11:40:00.000+07:00</published><updated>2010-10-07T11:40:41.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='globalization'/><title type='text'>Gender Dimension on Globalization</title><content type='html'>Globalization as the situation of border-less world, can not be avoided. Actually globalization is not a new process, it was happened long long time ago, since the colonization era. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Globalization&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gender and Globalization&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Globalization gave different impact between women and men, among women and among men. &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-1587724506139873840?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/1587724506139873840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=1587724506139873840' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1587724506139873840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1587724506139873840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/10/gender-dimension-on-globalization.html' title='Gender Dimension on Globalization'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-3262557984560650669</id><published>2010-10-07T11:26:00.002+07:00</published><updated>2010-10-07T11:43:18.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>ketika perempuan bersama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TK1P0deJfNI/AAAAAAAAAZQ/_qIXZDpnVQw/s1600/Sisterhood.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TK1P0deJfNI/AAAAAAAAAZQ/_qIXZDpnVQw/s320/Sisterhood.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525160080536337618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;picture: google images&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari dua bulan ini saya berada di salah satu perguruan tinggi di negeri Gajah Putih untuk menimba ilmu. Di sini saya bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam etnis, kebangsaan dan budaya. Demikian halnya dengan mahasiswa Indonesia yang belajar di sini, berasal dari berbagai macam latar belakang, baik itu suku, profesi atau agama. Terasa sekali pluralitas di sini, tidak salah jika kemudian kampus ini mengusung slogan &lt;i&gt;multinational community&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang pluralitas, menjadi teringat perbincangan dengan teman saya. Mereka terkejut ketika saya menceritakan bahwa Indonesia terdiri dari kurang lebih 17.000 pulau, dengan berbagai suku dan memiliki lebih dari 300 bahasa lokal. Saya bangga dengan keragaman yang dimiliki Indonesia, dan di perantauan semangat nasionalisme itu menjadi semakin kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keragaman tidak hanya menjadi milik suatu daerah atau negara, keragaman juga dimiliki perempuan. Mengapa secara spesifik saya membahas perempuan? Tentu saja bukan semata karena saya belajar &lt;i&gt;Gender and Development&lt;/i&gt;, namun karena isu pluralisme (keberagaman) sangat dekat dengan isu perempuan. Melalui pluralisme, keragaman perempuan diakui dan melalui pluralisme, perempuan memperoleh hak-haknya karena kebenaran tidak hanya milik laki-laki, tetapi juga perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampus tempat saya menuntut ilmu, kami-perempuan, berasal dari negara yang berbeda, agama yang berbeda, budaya yang berbeda dan juga status sosial ekonomi yang berbeda, bahkan mungkin orientasi seksual yang berbeda. Namun secara biologis kami sama, perempuan, dan kami merasakan hal yang sama sebagai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menolak dan menentang pelecehan seksual, dan bersama kami menyadari pula bahwa pelecehan seksual tidak hanya dialami perempuan saja, namun mayoritas korban adalah perempuan. Meskipun di sini menganut &lt;i&gt;zero tolarance for sexual harassment&lt;/i&gt;, namun tidak lantas membuat pelecehan seksual raib. Pelecehan seksual masih saja terjadi, dan mungkin sebagaimana fenomena gunung es, karena rata-rata korban tidak mau menceritakan pengalamannya. Entah karena merasa malu, dan tidak ingin kasusnya tersebar luas atau tekanan dari pihak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendukung korban berbicara saja tidak cukup untuk melawan pelecehan seksual, karena yang lebih penting adalah mendukung budaya yang saling menghargai antara perempuan dan laki-laki, diantara laki-laki dan diantara perempuan. Tanpa adanya rasa saling menghargai, mustahil menciptakan lingkungan yang harmoni. Terlebih dengan adanya berbagai perbedaan. Inilah yang kemudian mendorong kami untuk memulai mengorganisasikan diri, membentuk wadah untuk berkumpul dan bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perempuan bersama, dengan segala perbedaan yang dimiliki masing-masing individu kami merasa kuat dan bersemangat untuk mendukung dunia yang ramah perempuan, ramah anak dan ramah pada kelompok terpinggirkan lainnya. Mungkin ini sebuah awal dari perjuangan yang entah kapan akan selesainya, namun niat baik akan menuai hasil yang baik juga bukan? Semoga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-3262557984560650669?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/3262557984560650669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=3262557984560650669' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3262557984560650669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3262557984560650669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/10/ketika-perempuan-bersama.html' title='ketika perempuan bersama'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TK1P0deJfNI/AAAAAAAAAZQ/_qIXZDpnVQw/s72-c/Sisterhood.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5628565432601443993</id><published>2010-10-03T22:21:00.012+07:00</published><updated>2010-10-04T06:15:22.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>siam park</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TKilng7DWDI/AAAAAAAAAZE/aUUTwjW6Yhc/s1600/IMG_0874.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TKilng7DWDI/AAAAAAAAAZE/aUUTwjW6Yhc/s320/IMG_0874.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523847041241012274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siam park atau Suan Siam adalah salah satu objek wisata di Thailand. Berkunjung ke siam park, membuat saya teringat akan Dufan, meski tentu saja berbeda. Bangunannya terlihat lama, terlebih dengan gambar-gambarnya yang rasanya agak jadul. Namun terawat dengan baik. Kalau dibandingkan dengan Dufan sih menurut saya masih jauh lebih bagus Dufan, namun ada beberapa permainan yang nggak kalah ok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siam park terletak di utara bangkok, yang terletak di Khan Na Yao district. Tempat rekreasi ini dibuka sejak November 1980. Selain memiliki banyak tempat bermain, Siam Park memiliki water park terbesar di dunia (masuk dalam Guinness World Records). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selengkapnya klik di &lt;a href="http://breakfree-zone.blogspot.com/2010/10/wisata-ke-siam-park.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5628565432601443993?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5628565432601443993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5628565432601443993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5628565432601443993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5628565432601443993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/10/siam-park.html' title='siam park'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TKilng7DWDI/AAAAAAAAAZE/aUUTwjW6Yhc/s72-c/IMG_0874.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6971474768157202980</id><published>2010-10-02T22:27:00.002+07:00</published><updated>2010-10-02T22:38:02.773+07:00</updated><title type='text'>Breast Cancer Awareness Month</title><content type='html'>Bulan Oktober merupakan breast cancer awareness month, yang merupakan bagian dari kampanye internasional untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara. Termasuk pula di dalamnya penggalangan dana untuk riset, pencegahan dan penyembuhan serta pemberian informasi dan dukungan bagi mereka yang terkena kanker payudara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye ini pertama kali diadakan pada tahun 1985 di Amerika oleh AstraZeneca, perusahaan yang memproduksi obat kanker. Kampanye tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan mamografi sebagai senjata ampuh melawan kanker payudara. Perhatian terhadap kampanye kanker payudara ini kemudian semakin mendunia, dan banyak yang terlibat di dalamnya, termasuk Estee Lauder dan Avon, perusahaan kosmetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pita merah jambu sebagai lambang kepedulian terhadap kanker payudara, pertama kali diperkenalkan oleh Susan G Komen Fondation, yang aktif di bidang kanker payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;apa itu kanker payudara?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kanker payudara merupakan kanker pada jaringan payudara, yang umumnya diderita perempuan. Pria juga beresiko terkena kanker payudara, namun kemungkinannya sangat kecil. (wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6971474768157202980?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6971474768157202980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6971474768157202980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6971474768157202980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6971474768157202980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/10/breast-cancer-awareness-month.html' title='Breast Cancer Awareness Month'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-1097928812924988800</id><published>2010-10-02T16:36:00.011+07:00</published><updated>2010-10-04T07:02:24.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>patriarchy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TKb-JIHbvtI/AAAAAAAAAYU/VDvNAVw0BQ4/s1600/gender.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TKb-JIHbvtI/AAAAAAAAAYU/VDvNAVw0BQ4/s320/gender.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523381425767431890" /&gt;&lt;/a&gt; source: thefiendish.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;What is patriarchy?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;There are a lot of concepts to explain patriarchy, in the different ways. Nevertheless, patriarchy has 2 similar core elements, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;first&lt;/span&gt;, gender inequality and &lt;span style="font-style:italic;"&gt;second&lt;/span&gt; is a degree of systematicity. The first core can be expressed as the domination of men over women. The domination here is based on the social dimension, not using biological categories. If patriarchy using biological categories, the way to overcome patriarchy is by eliminating one category it means the destruction of human species.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patriarchy derived from patriarch, meaning: elder men. There are some definitions of patriarchy:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;principle of the dominion of senior males over juniors, male as well as female, in the family, tribe or nations, allied with the reckoning of descent in the male line. (dictionary)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a set of social power relation that enable men to dominate women (sokoloff).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a system of social structures and practices in which men dominate, oppress and exploit women (walby). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To sum up, patriarchy can be defined as a system of social structures and practices in which enable men dominate, oppress and exploit women as well as the domination of the older to the younger. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walby defined 6 structures of system of patriarchy: patriarchal relations in household work, patriarchal relations in paid work, a patriarchal state, male violance, patriarchal relations in sexuality and patriarchal relations in cultural institutions. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There have been two major form of patriarchy (Walby): public and private. Private patriacrhy is based upon household production, in where a patriarch controlling women individually and directly in the relatively private sphere of the home. While public patriarchy is based on structures rather than the household. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;more, click &lt;a href="http://ria-permana.blogspot.com/2010/10/patriarchy.html"&gt;here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-1097928812924988800?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/1097928812924988800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=1097928812924988800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1097928812924988800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1097928812924988800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/10/patriarchy.html' title='patriarchy'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TKb-JIHbvtI/AAAAAAAAAYU/VDvNAVw0BQ4/s72-c/gender.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-3395057328287452559</id><published>2010-10-02T15:55:00.005+07:00</published><updated>2010-10-02T16:50:14.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Tes Keperawanan Sebagai Syarat Masuk Sekolah: Kalau Tidak Perawan Tidak Boleh Sekolah?</title><content type='html'>"Tiap-tiap warga negara berhak atas pendidikan dan pengajaran."&lt;br /&gt;(UUD 1945)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TKcASHYzGtI/AAAAAAAAAYk/TLtJFfyUc3M/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 243px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TKcASHYzGtI/AAAAAAAAAYk/TLtJFfyUc3M/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523383779213908690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anggota dewan dari salah satu provinsi di Indonesia mengeluarkan wacana tentang tes keperawanan sebagai syarat masuk sekolah. Hal ini menuai kontroversi, ada yang pro dan banyak pula yang kontra. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, jika saya tidak perawan, apakah saya bisa sekolah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbincang tentang tes keperawanan, menurut saya menjadi sangat diskriminatif. Bagaimana tidak, karena tes tersebut hanya ditujukan kepada anak perempuan. Dan tentu saja, hal ini melanggar hak anak dan hak asasi manusia, serta sebagaimana pasal dalam UUD 1945 yang saya kutip dimuka, sangat tidak konstitusional, karena tiap-tiap warga negara berhak atas pendidikan dan pengajaran tidak peduli perawan atau perjaka, semua tanpa terkecuali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperawanan perempuan dipandang tinggi di masyarakat, inilah yang kadang membuat saya tersenyum kecut. Bukankah seharusnya tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan? Apa bedanya antara laki-laki dan perempuan. Jika kemudian memandang tes keperawanan adalah solusi akan maraknya pergaulan bebas, adanya tes tersebut membuat perempuan seakan sebagai 'terdakwa' akan maraknya pergaulan bebas. Bagaimana dengan laki-laki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kemudian tes tersebut diterapkan, bagaimana dengan anak perempuan yang tidak lolos tes tersebut? Mereka akan mengalami beban agenda. Tidak bisa sekolah sudah pasti, dan bagaimana mereka mengakses pendidikan? Siapa yang kemudian bertanggung jawab atas hal tersebut? Yang kedua adalah stigma masyarakat terhadap dirinya. Anak-anak relatif rapuh dibandingkan dengan orang dewasa, dan sudah pasti beban mental dan psikologis yang ditanggungnya dapat berakibat pada kejiwaannya. Dan ini hanya akan dialami oleh anak perempuan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan tingginya pergaulan bebas di kalangan remaja yang sangat dikhawatirkan para orang tua, tes keperawanan sebagai syarat masuk sekolah bukanlah solusi yang bijak. Hal ini justru mengarah pada diskriminasi dan merugikan anak. Bukankah sebagai orang dewasa kita harus memikirkan yang terbaik untuk anak? Pendidikan seks untuk remaja dapat menjadi alternatif yang bijak dalam menangkal maraknya pergaulan bebas, terlebih di tengah masifnya terpaan informasi dan komunikasi melalui media massa yang dapat dengan mudah diakses oleh semua orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOLAK TES KEPERAWANAN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MASUK SEKOLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-3395057328287452559?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/3395057328287452559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=3395057328287452559' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3395057328287452559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3395057328287452559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/10/tes-keperawanan-sebagai-syarat-masuk.html' title='Tes Keperawanan Sebagai Syarat Masuk Sekolah: Kalau Tidak Perawan Tidak Boleh Sekolah?'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TKcASHYzGtI/AAAAAAAAAYk/TLtJFfyUc3M/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-8726969397443103640</id><published>2010-09-09T15:34:00.007+07:00</published><updated>2011-11-10T13:03:54.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prosa'/><title type='text'>another version of snow white...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TIinmiaoz-I/AAAAAAAAATg/SlFwSiKPLko/s1600/Easter-Princess-Snow-White.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TIinmiaoz-I/AAAAAAAAATg/SlFwSiKPLko/s320/Easter-Princess-Snow-White.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514842024230572002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kelas kami membicarakan sebentar tentang snow white alias puteri salju. Dr. Kyoko kemudian menceritakan tentang versi asli cerita snow white. Ide ceritanya sama, hanya saja untuk tulisan berikut saya kembangkan sendiri. Dan untuk bagian terakhir (ending cerita) saya kembangkan sendiri. Terinspirasi juga dengan buku perempuan pemintal kegelapan di bagian cerita cindelarat. Rasanya menarik melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin semua orang membenciku, tidak anak kecil tetapi juga orang dewasa. Semua orang berpikir akulah si pemuja kecantikan, yang tidak ingin tersaingi hingga kemudian tega membunuh anak tiriku demi untuk predikat 'yang paling cantik.' Aku dan cermin ajaibku serta usahaku menyingkirkan anak tiriku, itukah yang kalian dengar? Apakah kalian tahu kakiku dipasung dan dibakar di api, serta harus menari di hadapan Snow White hingga aku mati..? Sekarang, dengarkan ceritaku, dan lupakanlah sebentar cerita yang pernah kalian dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah menyangka jika kemudian setelah beberapa saat ratu wafat, raja memintaku menjadi pendampingnya. Dengan menjadi istri raja, aku otomotis menjadi ratu bukan? Ini tentu saja kebanggaan tersendiri untukku, dari semula perempuan biasa, menjadi seorang ratu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja memiliki seorang anak perempuan yang kemudian tumbuh menjadi seorang putri yang cantik, tentu kalian mengenalnya bukan? ya Snow White. Tentang kecantikan, hmmm rasanya semua perempuan ingin menjadi cantik. Kecantikan dilabelkan pada perempuan dan rasanya perempuan selalu dituntut untuk tampil cantik. Rasanya tidak hanya diriku saja yang ingin menjadi cantik. Terlebih aku adalah ratu bukan? Jika kemudian aku iri dengan kecantikan snow white, rasanya wajar saja. Sebagai perempuan kalian tentu saja pernah iri dengan perempuan lain yang lebih cantik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan itu masalahnya. Biarkan aku memberitahu kalian hal yang tidak pernah orang lain ketahui. Aku berusaha menjadi ratu, istri dan ibu yang baik. Namun kemudian, setelah beberapa saat tinggal di istana, aku mengatahui sesuatu yang tentu saja kalian tidak pernah mengetahuinya. Kecantikan Snow White tidak saja menarik hati para pangeran dari kerajaan tetangga, tetapi juga Raja. Ya, ayah snow white sendiri. Incest (lebih lanjut tentang incest dapat diklik di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Incest"&gt;sini&lt;/a&gt;)adalah suatu hal yang tidak diperkenankan, ini adalah aib kerajaan dan juga aib keluarga kami. Kultur berkata bahwa incest adalah sesuatu hal yang tabu, hal ini dibenarkan juga dari segi kesehatan, karena anak hasil incest memiliki kecenderungan mengalami kelainan genetis. Beruntunglah aku yang memiliki cukup pengetahuan tentang medis dan obat-obatan, meski kemudian hal ini membuatku dicap sebagai penenung (witch). Adalah suatu hal yang jarang ketika perempuan memiliki pengetahuan tentang hal tersebut, sehingga perempuan seperti aku kemudian dikonotasikan sebagai penenung. Aku jadi bertanya, apakah salah ketika perempuan berusaha menguasai ilmu kesehatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada ceritaku, bisakah kalian membayangkan jika berada dalam posisi aku? Aku sangat terpukul, namun aku harus berbuat sesuatu. Aku berusaha menyelamatkan Snow White, puteri angkatku dengan membuang dia jauh-jauh dari istana. Aku tidak ingin kejadian ini berlanjut dan diketahui publik. Jika hal ini tercium oleh pihak luar, bahkan oleh musuh kerajaan kami tentu akan menjadi pukulan telak bagi raja. Aku membenci hal ini, karena bagaimanapun juga Raja bersalah, tidak seharusnya dia melakukan incest pada anak kandungnya. Dengan alasan kerajaan, aku harus mengesampingkan hal tersebut dan tentu saja, perasaanku. Snow White yang masih belia tentu saja tidak mengeti pertimbanganku. She is a little bit green to know the truth. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu dan berganti bulan. Aku masih saja khawatir dengan keadaan Snow White. Aku berharap agar dia tidak hamil, karena jika hal itu terjadi tentu akan menjadi masalah baginya. Dia masih sangat muda dan tentu saja untuk (sekali lagi) nama baik kerajaan.Inilah alasanku selalu memantau Snow White, bukan untuk mencari tahu siapa yang paling cantik di seluruh dunia. Dan ternyata kekhawatiranku terjadi, Snow White hamil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kalian mengetahui jika siang dan malam aku berusaha meramu daun-daunan bukan untuk membuat racun yang kemudian aku taruh ke dalam apel. Aku meramu daun-daunan agar menjadi ramuan yang dapat menggugurkan kandungan Snow White, tentu saja sebelum janin itu bertambah besar. Akhirnya aku berhasil membuat ramuan itu dan menaruhnya di sebuah apel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku menyamar menjadi seorang nenek tua dan bertamu ke rumah Snow White. Aku tahu, hatinya yang lembut menjadikannya langsung iba kepadaku. Nenek tua yang terlantar. Kemudian aku memberinya apel sebagai ucapan terima kasih. Aku memaksanya untuk menerimanya serta memakannya. Aku berharap agar ramuan itu dapat bekerja dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( to be continued )...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada beberapa versi yang ada di otak saya untuk mengakhiri cerita ini.&lt;br /&gt;saya tidak setuju dengan pertentangan antar perempuan jika kemudian dijadikan ending cerita. jadi kemungkinan terbesar adalah institusi yang kemudian menjadi penyebab sang ibu tiri dipasung dan dipaksa menari hingga mati.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-8726969397443103640?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/8726969397443103640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=8726969397443103640' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8726969397443103640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8726969397443103640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/09/another-version-on-snow-white.html' title='another version of snow white...'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TIinmiaoz-I/AAAAAAAAATg/SlFwSiKPLko/s72-c/Easter-Princess-Snow-White.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5894338087922430287</id><published>2010-09-07T00:53:00.002+07:00</published><updated>2010-09-07T01:51:11.845+07:00</updated><title type='text'>Ada Apa Dengan PNS</title><content type='html'>Bulan-bulan ini adalah musim penerimaan PNS, baik di pusat atau di daerah. Meski banyak dihujat namun peminat PNS tidaklah surut. Melihat hal ini saya jadi berpikir, menjadi PNS adalah orang yang terpilih, bagaimana tidak untuk 1 posisi saja orang harus berebut dengan sekian orang. Itu idealnya, namun terkadang proses berkata lain bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi teringat cerita seorang teman yang sudah menghabiskan uang sekian juta demi menjadi PNS. Beberapa berhasil dan beberapa tidak. Membaca status seseorang hari ini (biasa FB), seseorang berkomentar kalau dirinya tidak mau mengeluarkan uang sepeser pun untuk menjadi kacung negara. Membaca hal itu saya jadi bertanya sendiri, apakah sedemikian hinanya menjadi PNS? Mungkin PNS memiliki citra negatif di mata sebagian orang. PNS dihujat sekaligus dipuja, mungkin demikian realitas di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari bernegara adalah adanya birokrat yang menjadi pelayan negara. Pun demikian terkadang beberapa oknum dari birokrat menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya dan hal inilah yang kemudian membuat citra negatif bagi PNS. Bagaimana tidak karena PNS adalah pelayan masyarakat, maka hal-hal seperti ini dengan mudah menjadi buah bibir. Apalagi uang yang dipakai adalah uang rakyat, sehingga menjadi sangat sensitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5894338087922430287?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5894338087922430287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5894338087922430287' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5894338087922430287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5894338087922430287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/09/ada-apa-dengan-pns.html' title='Ada Apa Dengan PNS'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4060347544653955571</id><published>2010-09-07T00:14:00.002+07:00</published><updated>2010-09-07T00:53:04.985+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Eropa?</title><content type='html'>Eropa menjadi incaran banyak orang untuk studi, demikian hasil kesimpulan saya setelah berbincang dengan beberapa kawan saya. Saya sendiri masih menyimpan impian untuk dapat melanjutkan studi saya di Perancis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magnet Eropa&lt;br /&gt;Eropa memiliki magnet yang menjadi daya tarik bagi banyak orang untuk didatangi. Tidak hanya pengalaman menjejakkan kaki di negeri asing atau mengunjungi tempat tersohor macam Menara Eifel, Pisa atau museum madame tousaud, tetapi juga banyak universitas di Eropa yang sudah tersohor, sebut saja Sorbone, Leiden, Heidelberg atau Oxford. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip sebuah situs (klik di &lt;a href="http://www.ehef-jakarta.org/web/study-in-europe.html"&gt;sini&lt;/a&gt;) ada beberapa alasan mengapa belajar di Eropa, yaitu:&lt;br /&gt;- Enhance your career prospects&lt;br /&gt;- Obtain your career prospects&lt;br /&gt;- Obtain an internationally recognized degree&lt;br /&gt;- Expand your horizons&lt;br /&gt;- Gain experience of a different culture&lt;br /&gt;- Make new friends&lt;br /&gt;- Improve your language skills&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup menarik bukan, tidak heran jika Eropa menjadi magnet bagi banyak orang untuk belajar. Tidak hanya itu saja, Eropa pun berhasil mencitrakan dirinya sebagai pusat pengetahuan bagaimana tidak sebagian besar negara maju ada di Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca dan merenungkan hal ini saya menjadi teringat. I'm not turn green with envy, I want to be the objective one. Penghargaan bagi alumni Eropa tentu saja berbeda dengan alumni negara lainnya (moreover jika cuma negara tetangga). Memang selama ini pendidikan kita berkiblat ke barat. Mungkin rasanya seperti bumi dan langit jika melihat pencapaian di sana dan di sini. Ya iyalah secara negara berkembang berkutat dengan masalah kolonialisasi dan baru merdeka tahun berapa.. Sementara negara maju itu sudah lebih settle. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But its okay, selama untuk kemajuan negara kita kenapa enggak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4060347544653955571?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4060347544653955571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4060347544653955571' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4060347544653955571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4060347544653955571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/09/mengapa-eropa.html' title='Mengapa Eropa?'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-397051586379575593</id><published>2010-09-04T16:54:00.002+07:00</published><updated>2010-09-04T17:00:54.565+07:00</updated><title type='text'>Feminist Research Methodology</title><content type='html'>Why feminist research methodology?&lt;br /&gt;What the differences between feminist research methodology and another kind of research methodology?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-397051586379575593?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/397051586379575593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=397051586379575593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/397051586379575593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/397051586379575593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/09/feminist-research-methodology.html' title='Feminist Research Methodology'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-2597882410936137125</id><published>2010-08-20T11:47:00.003+07:00</published><updated>2010-08-20T12:00:01.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><title type='text'>Gender and Technology</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;“To talk about women and technology in the same breath seems strange, even incongruous. Technology is powerful, remote, incomprehensible, human, scientific, expensive and –above all – male. What does it have to do with women?"&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Faulkner and Arnold, 1985, p.1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do you think that technologies are inherently male? Are technologies have male's face? On the science project we can see the less number of women. May be male dominated the technologies area, but we can see women's contribution in technology innovation (although in a small number). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-2597882410936137125?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/2597882410936137125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=2597882410936137125' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2597882410936137125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2597882410936137125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/08/gender-and-technology.html' title='Gender and Technology'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-2821070869067774723</id><published>2010-08-19T23:48:00.003+07:00</published><updated>2010-08-20T00:31:39.785+07:00</updated><title type='text'>jalan-jalan ke pasar Talad Nat</title><content type='html'>Setelah sebelumnya kesasar, gara-gara direction yang salah akhirnya kesampaian juga pergi ke pasar Talad Nat. Pasar ini berada di lingkungan kampus Thamassat dan hanya beroperasi pada hari senin dan kamis malam (iih, kayak puasa aja ya..). Pasar Talad Nat mengingatkan saya pada pasar malam di Indonesia. Ada banyak penjual, dari baju sampai makanan. Sayangnya untuk makanan harus ekstra hati-hati, karena banyak yang tidak halal. Cukup banyak juga pengunjungnya di sana, mungkin karena harga yang ditawarkan relatif murah (benarkah? saya juga nggak tau). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda ke pasar Talad Nat dari gate 2 AIT cuma membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit (bener nggak ya, soalnya nggak dihitung dengan seksama sih). Di sana saya membeli mangga plus sambelnya yang habis dimakan sepanjang jalan. Kangen banget makan rujak, jadi nemu mangga plus sambelnya membuat saya tergiur.. hmmm, yummy. Harga mangga 10 bath dan sambalnya juga 10 bath. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bekal sahur, saya membeli semacam telur dadar ditaburi kerang dan udang, ada juga taugenya (berhubung tidak terlalu suka tauge jadi nggak pakai). Untuk memakannya, ada juga saos sambalnya (sayang tidak terlalu pedas, dan seperti saus di sini yang saya temukan yang sudah-sudah, terlalu encer). Rasanya enak juga, dan harganya 35 bath. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya ketika saya membeli green tea, rasanya bukan rasa green tea dan terlalu banyak airnya. Hmmm, kecewa juga. Harganya 10 bath. &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-2821070869067774723?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/2821070869067774723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=2821070869067774723' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2821070869067774723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2821070869067774723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/08/jalan-jalan-ke-pasar-talad-nat.html' title='jalan-jalan ke pasar Talad Nat'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-1826505348236460460</id><published>2010-08-19T15:03:00.005+07:00</published><updated>2010-08-20T21:26:27.522+07:00</updated><title type='text'>my new bicycle</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TGznr6THmkI/AAAAAAAAATY/aZL1Evd3-_w/s1600/Photo-0043.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TGznr6THmkI/AAAAAAAAATY/aZL1Evd3-_w/s320/Photo-0043.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507031185937111618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Finally, I got my bicycle. Yes the red one, you can see the picture. But I am not yet decided her name. Hmm, still thinking about it. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I bought at Big C, future park and the price is 1.690 bath. More expensive than ladies bike that I want (it just 1.250, that's why I want to buy it Cheaper!!). But it's okay... So she will accompany me, my adventure here.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By having that bike, its mean that I should postponed my plan to buy folding bike (may be after I return back to Indonesia (I dun't know when, but I wish soon), I can buy a folding bike). Amien...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okay.. let's bike for study, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-1826505348236460460?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/1826505348236460460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=1826505348236460460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1826505348236460460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1826505348236460460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/08/my-new-bicycle.html' title='my new bicycle'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TGznr6THmkI/AAAAAAAAATY/aZL1Evd3-_w/s72-c/Photo-0043.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-1577982415006572823</id><published>2010-08-16T22:51:00.005+07:00</published><updated>2010-09-26T02:27:12.054+07:00</updated><title type='text'>paid and unpaid labor, what do u think?</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;The informal slogan of the Decade of Women became “Women do two-thirds of the world’s work, receive 10 percent of the world’s income and own 1 percent of the means of production&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Richard H. Robbins, Global Problems and the Culture of Capitalism, (Allyn and Bacon, 1999), p. 354&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TGljmsNpx8I/AAAAAAAAATQ/WqIlW2Q41RI/s1600/IMG_0001.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TGljmsNpx8I/AAAAAAAAATQ/WqIlW2Q41RI/s320/IMG_0001.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506041535791744962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbicara hal ini menjadi teringat perbincangan yang tak disengaja dengan guru kursus bahasa saya. Waktu itu membahas tentang makanan, dan muncul pertanyaan mengapa kebanyakan koki adalah laki-laki. Tanpa berpikir panjang, saya menjawab karena pekerjaan itu dibayar... Perempuan memasak untuk keperluan rumah tangganya (red:keluarganya) namun tidak dibayar (unpaid work), dan kebanyakan untuk pekerjaan yang tidak dibayar (dalam hal ini kerja rumah tangga) memang kebanyakan dikerjakan perempuan. Maaf, mungkin gambarnya kurang sesuai. Tapi berhubung koleksi pribadi dan menggambarkan perempuan yang bekerja di sektor informal, saya pikir tidak ada salahnya untuk dipublish. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi teringat pula sekolah feminis di salah satu desa di Kuningan, yang beberapa kali saya fasilitasi, rasanya pernah juga membahas tentang masalah ini. Dan hari ini, saya mempelajari tentang paid and unpaid labor in the context of gender and development. Okay, let's explore this case...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih sebenarnya paid work? Jawabannya tentu saja mudah, pekerjaan yang menghasilkan uang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Apa itu unpaid work? Ada beberapa pekerjaan yang dapat dikategorikan sebagai unpaid work, yaitu domestic work, informal sector, volunteering work, and subsistence work. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-1577982415006572823?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/1577982415006572823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=1577982415006572823' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1577982415006572823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1577982415006572823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/08/paid-and-unpaid-labor-what-do-u-think.html' title='paid and unpaid labor, what do u think?'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TGljmsNpx8I/AAAAAAAAATQ/WqIlW2Q41RI/s72-c/IMG_0001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-343531438935221497</id><published>2010-08-16T22:00:00.005+07:00</published><updated>2010-08-20T16:10:13.921+07:00</updated><title type='text'>my first day</title><content type='html'>Today is my first day at the campus. Back to campus again, quite interesting isn't it? My first class is about gender and development: principle and concept by Dr. Kyoko. She explained the whole of her class and asked the participants of her class to introduce her/his self and explain why she/he took gender and development. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am a female and still on the process of being feminist. For me, its quite interesting to study about gender issues. I have a dream to have contribution at gender and development in my country, esp for the better life of women. As the government officer I wish I could contribute by making gender budgeting and pro women policy. Hmm... but you know my obsession? I just wanna live in a remote area. Having interaction with the society esp the women and the child. And doing something with my little hand. Someday...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then we watched a film titled Impossible Dream. That film told about double burden of women. She did housework and should worked too. She got up earlier than did all of the house work with her daughter. Her husband and her son just sitting and waiting for the food. The male got bigger amount of food rather than the female. Then a day, the wife dreamed... she shared the house work with his husband. It looks nice isn't it? Why it just in her dream? Lets doing something... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-343531438935221497?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/343531438935221497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=343531438935221497' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/343531438935221497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/343531438935221497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/08/my-first-day.html' title='my first day'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-8423525820846687984</id><published>2010-08-10T22:18:00.005+07:00</published><updated>2010-08-22T14:46:58.670+07:00</updated><title type='text'>welcome to land of smile</title><content type='html'>Akhirnya, keinginan saya untuk sekolah lagi tercapai sudah, meski bukan di tempat yang sangat saya harapkan [moi, je voudrais continuer mon etudie a sorbone, may be someday.. Amien]. Jum'at lalu surat sakti itu akhirnya datang juga, selalu saja on the last minute. Tapi kalo nggak gitu kayaknya nggak afdol kali ya [secara bikin orang sport jantung dulu]. Padahal visa sudah kelar dari minggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurus visa pendidikan ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;land of smile&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;download visa form di &lt;a href="http://www.mfa.go.th/internet/consular/Visaapplicationform.pdf"&gt;sini&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;kalau sudah diisi datang ke kedutaannya. Untuk permohonan visa diurus dari jam 09.00 - 15.00 WIB&lt;br /&gt;pengambilan visa dilayani 2 hari sesudahnya&lt;br /&gt;Pemrosesan visa pendidikan di sana nggak ribet, asal sudah mengantongi visa request dan certificate of admission, dijamin bakal lancar2 aja. Oya untuk mengurus visa pendidikan biaya sebesar USD 65. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hari senin datang juga, saya memakai penerbangan Garuda pukul 09.40. Setelah sebelumnya sempet dibikin nervous dengan taksi yang tak kunjung datang akhirnya saya bisa sampai ke bandara tepat waktu. thanx God. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dari Jakarta ke Suvarnabhumi kurang lebih 3,5 jam. Begitu saya menginjakkan kaki di Suvarna bhumi, sudah membuat saya terkagum-kagum dengan bagusnya bangunan tersebut. Hmmm, kapan bandara Indonesia bisa seperti ini ya...? Setelah beberapa saat mencari-cari Student Union yang menjemput saya, akhirnya saya menemukan mereka juga... Finnaly. Dengan pd-nya saya bertanya dengan bahasa indonesia kepada seseorang dari Student Union yang menjemput saya. Ternyata dia bukan orang Indonesia, dan menunjukkan wajah bingungnya. Astaga, segera saja saya sadar, dan langsung menggunakan bahasa inggris... hfff......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa Belajar di Thailand?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa reaksi orang-orang ketika saya bilang saya akan melanjutkan sekolah saya di negeri gajah putih tersebut. Ada yang senang, ada yang biasa saja, dan ada yang mengernyitkan dahi "mengapa di thailand?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi teringat reaksi beberapa orang untuk golongan yang ketiga. Mereka bertanya mengapa saya tidak melanjutkan ke Australia? Atau berpendapat bahwa pendidikan di Thailand sama halnya dengan di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tidak ke Australia? 1. karena saya gagal dapat ADS, but it's okay 2.masih dipikir jawabannya. Mengapa tidak singapura? 1. saya tidak suka singapura (karena beberapa kasus pembuangan sampah ke indonesia atau penambahan wilayahnya yg membuat wilayah indonesia berkurang), dan beberapa hal yang lain meski pendidikan di sana yang paling bagus se Asia Tenggara (katanya). Dan mengapa ke thailand? Let me tell you my argument&lt;br /&gt;1. Thailand adalah satu-satunya di Asia Tenggara yang belum pernah dijajah. Karena alasan itu (is it silly argument? but for me not), saya ingin merasakan atmosfer di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Thailand dekat dengan negara-negara lain di Asia yang ingin saya kunjungi. Let me mention : Vietnam, Kamboja, Laos.... So, let's go for traveling. Selain itu, tentu saja ada banyak tempat di Thailand yang menarik untuk dikunjungi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kemungkinan implementasi yang lebih besar. Tentu saja karena berada di satu kawasan dengan keadaan yang relatif sama, kemungkinan implementasi lebih besar. Terlebih untuk saya yang belajar ilmu sosial, bukankah lebih baik menggunakan kacamata dari negara berkembang, ketimbang dari negara maju? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Biaya hidup yang relatif murah. Jika anda berkantong tebal, tentu saja hal ini bukan masalah. Namun bagi saya? yang mendapatkan kucuran dana dari beasiswa tentu saja menjadi hal yang harus diperhitungkan.  &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-8423525820846687984?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/8423525820846687984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=8423525820846687984' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8423525820846687984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8423525820846687984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/08/welcome-to-land-of-smile.html' title='welcome to land of smile'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6450334852684874411</id><published>2010-07-24T19:25:00.002+07:00</published><updated>2010-07-26T08:37:40.736+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Tiap tahunnya, pada tanggal 23 Juli dirayakan hari anak. Pun demikian, catatan buruk keadaan anak indonesia masih saja ditemui. Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, apakah perayaan tersebut baru sebatas seremonial belaka? Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan saya di ibukota, tak jarang saya bertemu dengan anak-anak yang menghabiskan hidupnya di jalan. Tidak jarang pula saya melihat mereka tidur di jembatan penyeberangan. Atau di suatu tempat kumuh di utara jakarta, tempat saya biasa berinteraksi dengan kawan-kawan kecil saya. Mereka tinggal tak jauh dari tumpukan sampah. Rumah berderet rapat dari ujung ke ujung, nyaris tak ada sela. Sungguh ini bukan tempat yang baik untuk tumbuh kembang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6450334852684874411?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6450334852684874411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6450334852684874411' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6450334852684874411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6450334852684874411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/07/tiap-tahunnya-pada-tanggal-23-juli.html' title=''/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4933484890871884549</id><published>2010-07-20T15:06:00.002+07:00</published><updated>2010-07-20T15:09:40.361+07:00</updated><title type='text'>Perubahan</title><content type='html'>Jika dulu saya begitu menginginkannya, namun entah mengapa saya sekarang begitu gamang. Ada berbagai rasa yang melingkupi diri saya. Terasa sekali begitu berat meninggalkan 'zona nyaman' saya. Bertempur di negeri antah berantah yang belum pernah saya pijak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4933484890871884549?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4933484890871884549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4933484890871884549' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4933484890871884549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4933484890871884549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/07/perubahan.html' title='Perubahan'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-3745240395660231419</id><published>2010-07-18T23:20:00.001+07:00</published><updated>2010-07-19T00:35:48.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><title type='text'>wisata kuliner di kota tua</title><content type='html'>Awalnya sih saya bermaksud mencoba makan ice cream di ragusa (dari dulu belum juga kesampaian). Akhirnya, habis dari tempat anak-anak, saya ke ragusa yang nggak jauh dari kawasan kota tua. Ternyata di sana nggak hanya ada ragusa, tapi juga beberapa kedai makanan. Tempatnya enak banget, cozy and full music (pas kesana lagi diputer lagunya MLTR, wah jadi keinget masa-masa smp dulu...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan pertama adalah ikan kambing-kambing (gak tau kenapa dinamakan ikan kambing-kambing, padahal bentuknya nggak kayak kambing). Paket ikan kambing-kambing ini terdiri dari ikan kambing-kambing (bisa buat 2 orang), sambal mangga n kecap (tapi gak pedes hfff... suka sebel kalo makan sambel nggak pedes)n nasi 1 porsi. Selain ikan kambing-kambing juga ada baronang, kwe, dsb dengan harga sama Rp 30.000,-. Buat sayur, seperti biasa saya pilih kangkung balacan, yang satu porsinya lumayan banyak dengan harga terjangkau Rp 10.000,- aja. Minum, saya pesan Es Teh Thailand (mentang-mentang mau ke sana, hehehe). Tehnya mirip sama teh tarik (saya sampai sekarang masih belum bisa bedain sama teh tarik). &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TEM64IzashI/AAAAAAAAATA/mxapTX_PNIs/s1600/Photo-0021.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TEM64IzashI/AAAAAAAAATA/mxapTX_PNIs/s320/Photo-0021.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495300706432365074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TEM7RZy40tI/AAAAAAAAATI/LwtMUkI00Ok/s1600/Photo-0022.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TEM7RZy40tI/AAAAAAAAATI/LwtMUkI00Ok/s320/Photo-0022.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495301140490277586" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya, buat dessert adalah ice cream ragusa yang udah saya tunggu-tunggu. Saya pesan spagheti ice cream. Dinamakan spagheti karena bentuknya dibuat mirip spagheti, ice creamnya dilumuri cokelat di bagian atasnya trus ada taburan manisan buah kering,kacang. Emang ice creamnya beda, begitu sampai di mulut langsung lumer... yummy... patut dicobain deh ice cream lainnya, sayang perut dah nggak muat lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-3745240395660231419?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/3745240395660231419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=3745240395660231419' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3745240395660231419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3745240395660231419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/07/wisata-kuliner-di-kota-tua.html' title='wisata kuliner di kota tua'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/TEM64IzashI/AAAAAAAAATA/mxapTX_PNIs/s72-c/Photo-0021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6981682175150296731</id><published>2010-07-06T22:11:00.001+07:00</published><updated>2010-07-06T22:18:54.291+07:00</updated><title type='text'>Thanx God</title><content type='html'>Terkadang saya lupa bersyukur, terlebih ketika hal itu terasa sulit bagi saya. Rasanya sulit sekali menerima rencana Tuhan saat itu. Saya masih ingat, acap kali saya menangis, sedih, memaki, aaah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini saya menerima email :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dear Ms Ria Permania Sari,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please be inform that you are awarded a full scholarship from Japanese Government. The formal letter will be sending to you as soon as the admission done preparing, we would like to inform you before hand so that you can prepare yourself to  ask permission to take a leave/resign from your job/work.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We would like to apologies for the late information coz we just received today the confirmation from the Japanese Government.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am looking forward to hear from you. Please do not hesitate to contact us if you need clarification.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ms Agnes&lt;br /&gt;GDS Secretariat&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak percaya, berkali-kali saya membacanya untuk meyakinkan diri saya. Beberapa kali saya apply beasiswa, namun belum ada yang berhasil. &lt;br /&gt;Sebenarnya saya mendaftar 2 beasiswa lagi, dan baru pengumuman 1-2 bulan mendatang.. &lt;br /&gt;Tuhan, tunjukkan yang terbaik buat saya, amien...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6981682175150296731?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6981682175150296731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6981682175150296731' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6981682175150296731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6981682175150296731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/07/thanx-god.html' title='Thanx God'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6422360587635375749</id><published>2010-06-30T21:48:00.003+07:00</published><updated>2010-07-13T15:38:54.259+07:00</updated><title type='text'>Islam in the Globalising World</title><content type='html'>Hari ini saya mengikuti seminar Islam in the Globalising World, there are some points that I'll share...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan mengenai Islam dan dunia Barat tampak mengemuka semenjak berakhirnya perang dingin. Ini tidak lepas pula dari tesis Samuel Hutington dalam bukunya yang fenomenal, "Benturan Antar Peradaban", dimana setelah komunisme berakhir, musuh Barat adalah Islam. Tesis ini tampak menuai kebenaran ketika belakangan bermunculan banyak kasus terorisme. Islam kemudian berubah menjadi agama yang sarat dengan kekerasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fobia terhadap Islam dan juga stigma negatif tentang Islam pun merebak, terutama di dunia barat. Stigma   &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6422360587635375749?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6422360587635375749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6422360587635375749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6422360587635375749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6422360587635375749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/06/islam-in-globalising-world.html' title='Islam in the Globalising World'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5418282745986467183</id><published>2010-06-17T21:15:00.000+07:00</published><updated>2010-06-17T21:46:18.894+07:00</updated><title type='text'>Rame-rame Ngomong Tentang Video Porno</title><content type='html'>Mendadak pembicaraan tentang video porno menjadi marak, ketika terdapat video porno mirip ariel - luna maya dan cut tari. Padahal rasanya video porno/ mesum bukan suatu hal yang baru lagi. Namun saat ini, rasanya semua orang menjadi membincangkan hal tersebut. Hal ini kemudian diikuti dengan tindakan razia, dari razia hp para pelajar, di warnet atau di toko-toko VCD. Hal ini membuat saya berpikir betapa 'latah'nya bangsa ini. Rasanya sudah sering menjumpai sesuatu yang sebenarnya telah lama ada, namun karena adanya suatu peristiwa, kemudian semuanya berbicara tentang hal itu. Sehingga pertanyaannya adalah kemana saja selama ini? Atau ketika rame-rame menghujat, diam-diam mencari dan melihatnya secara terus menerus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membincangkan hal ini, saya menjadi teringat empat tahun lalu saya melihat seorang anak kecil, kira-kira berumur 10 tahun membeli tabloid ****, dengan gambar-gambar yang vulgar. Entah untuk dia atau disuruh orang lain, namun rasanya saya tidak bisa menerima hal itu. Bagaimana bisa seorang anak kecil memiliki akses untuk membeli atau memiliki media yang isinya tidak sesuai dengan umurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghujat tentu saja tidak akan menyelesaikan masalah. Lalu bagaimana dengan razia? tindakan semacam ini tentu saja juga kurang efektif karena tidak menyentuh ke akar permasalahan. Dan apakah dengan razia sudah bisa menyentuh kesadaran hakiki seseorang? Rasanya tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu berpulang pada masing-masing individu. Demikian halnya dengan seks bebas, yang menjadi suatu hal yang tidak terelakkan lagi dewasa ini, ketika batas-batas negara luluh dan betapa sangat mudah sekali budaya asing masuk. Ditambah lagi masifnya arus informasi dan komunikasi. Menurut saya, yang terpenting adalah bagaimana masing-masing individu mengerti dan memahami apa yang dilakukan dan bagaimana konsekuensinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga penting artinya pendidikan seks, terlebih ketika seks dipandang sebagai suatu hal yang tabu diceritakan dan menganggap seseorang akan mengetahui itu pada waktunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5418282745986467183?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5418282745986467183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5418282745986467183' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5418282745986467183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5418282745986467183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/06/rame-rame-ngomong-tentang-video-porno.html' title='Rame-rame Ngomong Tentang Video Porno'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-97133088739484177</id><published>2010-06-11T14:23:00.002+07:00</published><updated>2010-06-11T14:28:27.651+07:00</updated><title type='text'>Kesederhanaan</title><content type='html'>"Bersyukur itu bukan hal yang mudah, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Make it simple," rasanya kalimat itu seringkali kita dengar. Bagi saya yang kadang membuat segala sesuatu menjadi 'complicated' tentu saja terdengar sulit. Bahkan hingga kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kesederhanaan dan bersyukur bisa ditemukan di orang-orang yang mungkin tidak kita duga. Dalam perjumpaan saya dengan beberap orang, saya mendapatkan pelajaran tentang hal tersebut. Tentang betapa hidup yang tidak mudah, dan betapa kesederhanaan dan rasa bersyukur itu tetap bisa dihadirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-97133088739484177?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/97133088739484177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=97133088739484177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/97133088739484177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/97133088739484177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/06/kesederhanaan.html' title='Kesederhanaan'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-7543643488039635726</id><published>2010-05-18T20:39:00.003+07:00</published><updated>2010-06-11T14:23:03.002+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Tua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S_Kb5yAFwfI/AAAAAAAAAS0/6PaHnCSBv7Q/s1600/Old2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S_Kb5yAFwfI/AAAAAAAAAS0/6PaHnCSBv7Q/s200/Old2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472607914185572850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin hidup seribu tahun lagi," demikian kata Chairil Anwar dalam salah satu puisinya. Lain lagi dengan Gie yang berkata, "beruntunglah mereka yang mati muda." Apapun itu, menjadi tua adalah sesuatu yang pasti terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tua rasanya menjadi momok bagi sebagian orang. Hal ini kemudian ditangkap oleh industri dan dunia kesehatan, untuk memperlambat penuaan. Entah itu operasi plastik, obat untuk mengencangkan kulit, dsb. Namun menjadi tua toh suatu hal yang tidak bisa dielaakkan dalam perjalanan hidup manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang mendambakan masa tua yang sehat dan akhirnya dapat mengakhirinya dengan damai. Rasanya tak seorangpun yang tidak menginginkan hal tersebut. ketakutan menjadi tua pun bercampur dengan harapan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-7543643488039635726?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/7543643488039635726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=7543643488039635726' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7543643488039635726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7543643488039635726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/05/menjadi-tua.html' title='Menjadi Tua'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S_Kb5yAFwfI/AAAAAAAAAS0/6PaHnCSBv7Q/s72-c/Old2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-8572746314473217989</id><published>2010-05-10T11:59:00.004+07:00</published><updated>2010-05-13T09:58:05.672+07:00</updated><title type='text'>haruskah dengan kekerasan..?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-tqs2jVSYI/AAAAAAAAASU/cb1fBNu013U/s1600/886.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-tqs2jVSYI/AAAAAAAAASU/cb1fBNu013U/s320/886.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470583491162098050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju Jakarta di sebuah gerbong kereta, tiba-tiba dikejutkan tangis seorang anak yang mungkin berumur 3-4 tahun. Mau tak mau perhatian teralih ke sana. Entah apa yang menjadi musababnya, yang menjadikan anak tersebut menangis. Yang saya ketahui beberapa saat kemudian sang ibu menyentil telinga anak tersebut. Yang tentu saja hal ini makin menambah kencang isak tangisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut tidak berhenti di situ. Tangis sang anak belum juga reda. Ibunya mengancam akan meninggalkan dia sendiri di kereta dan mengatainya nakal. Anak tersebut masih menangis dan menolak untuk dekat-dekat dengan ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi teringat dengan pengalaman saya 3 tahun yang lalu saat saya berada di sebuah angkot di kota Bandung. Naiklah seorang ibu dengan putrinya yang berumur kurang lebih 6-7 tahun. Sang anak kelihatannya sangat aktif dan dia tiba-tiba menjulurkan tangannya ke jendela. Mengetahui hal tersebut sang ibu marah dan langsung menampar anaknya. Kami semua kaget menyaksikan hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu saja, di sebuah permukiman padat penduduk rasanya kekerasan menjadi bagian dari proses pengasuhan anak. Ketika anak dinilai nakal, tidak jarang pukulan dilayangkan. Akibatnya, tidak heran jika kekerasan menjadi bagian dari tingkah laku anak-anak ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah dengan kekerasan dalam upaya mengasuh atau mendidik anak? Saya percaya, tidak ada anak yang serta merta terlahir nakal. Saya juga tidak setuju dengan pelabelan 'anak nakal' dsb, ini tentu akan membawa dampak psikologis bagi anak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-8572746314473217989?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/8572746314473217989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=8572746314473217989' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8572746314473217989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8572746314473217989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/05/haruskah-dengan-kekerasan.html' title='haruskah dengan kekerasan..?'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-tqs2jVSYI/AAAAAAAAASU/cb1fBNu013U/s72-c/886.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-2562709068079503003</id><published>2010-05-10T03:19:00.000+07:00</published><updated>2011-05-10T03:38:31.480+07:00</updated><title type='text'>pengalaman kuliah di AIT (part 1)</title><content type='html'>Seperti yang sudah diinfokan oleh Student Union, bahwa akan ada yang menjemput di bandara jadi saya tenang-tenang saja. Sampai di bandara Swarnabumi yang sangat jauh berbeda dengan bandara Soeta, saya segera menuju pintu keluar dan benar saja sudah ada mahasiswa AIT di sana. Bodohnya saya, karena wajah mereka hampir mirip dengan orang Indonesia dengan pedenya saya sapa dengan bahasa Indonesia (sampai sekarang saya masih tertawa terbahak-bahak ingat kejadian ini). Tentu saja orang tersebut bingung, dan saya menyadari kalau kami berbeda kewarganegaraan dan segera saja menggunakan bahasa Inggris. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kadang berpikir anehnya, kami sesama orang Asia Tenggara, tapi berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, setiap mahasiswa yang datang diberi bunga yang dijadikan bros. Kami harus menunggu mahasiswa lain yang datang dan kemudian baru bersama-sama menuju AIT. Ada dua orang mahasiswa baru yang datang bersama saya pada saat itu, mereka dari Vietnam dan Perancis. Yang terakhir ini, saya jadi mempunyai kesempatan untuk mempraktekkan bahasa Perancis saya terbatas namun lebih baik daripada sekarang. Karena mahasiswa baru lain kedatangannya sangat terlambat, jadi kami bertiga diantarkan terlebih dahulu ke AIT menggunakan taksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kami menuju Sodexo, setelah itu kami diberikan kunci dorm sementara. Saya mendapatkan kamar di Dorm F (saya lupa nomor dormnya). Begitu sampai di dorm, saya cukup shock melihat keadaannya, terutama kamar mandinya. Benar-benar di luar dugaan saya. Butuh waktu beberapa saat untuk kemudian dapat menikmati keadaan tersebut. Namun tentu saja, saya masih tidak bisa menikmati keadaan kamar mandinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorm sementara yang saya tempati itu adalah dorm standar. Kamar mandi dan toilet terpisah dan masing-masing spacenya sangat sempit, dan share dengan tetangga kamar (1 orang).Tidak banyak fasilitas yang didapat di dorm standar, kamarnya cukup sempit, tanpa AC (hanya ada fan). Esoknya saya ikut mengantri untuk pembagian dorm, dan saya mendapatkan dorm N. Keadaan di Dorm N, jauh lebih baik daripada di dorm standar. Meski fasilitas kamar mandi masih share, namun kamar mandinya jauh lebih baik. Kamarnya cukup luas, meski tidak ada AC (hanya ada fan). Karena kamar saya berada di lantai dasar, jadi tidak terlalu panas. Setiap hari selasa (jadwal tiap dorm berbeda-beda) akan ada petugas dari Sodexo yang datang membersihkan kamar dan mengganti sprei. Setiap kamar memiliki fasilitas telepon dan internet, hanya saja tidak disediakan kabel internetnya (jadi untuk kabel harus beli sendiri). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-2562709068079503003?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/2562709068079503003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=2562709068079503003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2562709068079503003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2562709068079503003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2011/05/pengalaman-kuliah-di-ait-part-1.html' title='pengalaman kuliah di AIT (part 1)'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4093529025824687961</id><published>2010-05-08T03:04:00.000+07:00</published><updated>2011-05-10T03:18:59.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beasiswa'/><title type='text'>beasiswa, tiket lanjut sekolah</title><content type='html'>Melanjutkan kuliah lagi adalah salah satu impian saya, tidak heran jika saya selalu berburu info beasiswa. Beberapa kali mengirimkan lamaran beasiswa, hingga akhirnya saya mendapatkannya. Ini sudah pernah saya posting dalam tulisan saya sebelumnya, bisa dilihat di &lt;a href="http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/07/thanx-god.html"&gt;sini&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, belajar sesuatu yang menarik bagi kita tentu saja menjadi nilai tambah tersendiri. Perjuangan mendapatkan beasiswa tidak gampang dan ketika telah mendapatkannya masih ditambah dengan usaha memperoleh izin yang tentu saja tidak mudah. Saya baru mendapatkan izin resminya dua hari sebelum saya berangkat.Geleng-geleng kepala sendiri dengan hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya apply beasiswa, ada beberapa hal yang saya pelajari yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Simpan semua dokumen&lt;/span&gt;. Meski mungkin kita tidak diterima, ada sisi positifnya yaitu kita mempunyai semua dokumen yang dibutuhkan untuk melamar beasiswa (karena biasanya syaratnya tidak jauh berbeda). Tinggal dimodifikasi sedikit, sudah siap dikirimkan lagi dan kita tidak memerlukan waktu lama untuk mengumpulkan segala macam persyaratannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ikut tes TOEFL atau IELTS&lt;/span&gt;. Semua beasiswa mensyaratkan nilai TOEFL atau IELTS tertentu, jadi kalau tidak dari sekarang mengetahui skor TOEFL atau IELTS kita, bagaimana bisa mendaftar beasiswa? Ini juga penting untuk mengatahui apakah score kita sudah masuk kualifikasi atau belum, jika belum masih ada kesempatan untuk menambahnya. Jika ingin apply beasiswa tertentu misal BGF, jangan ragu untuk segera ikut kursus Bahasa Perancis dan tes DELF karena akan menjadi nilai tambah bagi anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Promosikan diri anda.&lt;/span&gt; Intinya adalah bagaimana meyakinkan pihak pemberi beasiswa bahwa anda layak mendapatkan beasiswa. Ini tentu saja harus tercover di CV ataupun di motivation letter anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4093529025824687961?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4093529025824687961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4093529025824687961' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4093529025824687961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4093529025824687961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/05/beasiswa-tiket-lanjut-sekolah.html' title='beasiswa, tiket lanjut sekolah'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-2664813337912853389</id><published>2010-04-08T09:37:00.004+07:00</published><updated>2010-06-17T21:58:23.025+07:00</updated><title type='text'>Pajak dan Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-QaWHasR1I/AAAAAAAAASM/g4yqiNGpSus/s1600/poverty.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-QaWHasR1I/AAAAAAAAASM/g4yqiNGpSus/s320/poverty.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468524814785070930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penyimpangan terkait dengan masalah pajak akhir-akhir menjadi berita yang selalu muncul di berbagai media. Hal ini bermula dari kasus Gayus Tambunan, pegawai pajak golongan 3A yang memiliki jumlah tabungan mencapai 28 milyar rupiah. Suatu jumlah yang sangat fantastis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan penyimpangan pajak, hingga kuartal I-2010 Ditjen Pajak telah menindak sejumlah 278 aparat pajak orang yang diberikan sanksi ketidakdisiplinan (Vibiznews). Sementara itu terkait dengan penyimpangan pajak bea cukai, pada tahun 2001 negara mengalami kerugian sebesar Rp 55 triliun (Indosiar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajak merupakan salah satu instrumen untuk menjadikan suatu negara bisa eksis. Bagaimana tidak, karena melalui pajak pembangunan di suatu negara dapat diselenggarakan dan hampir semua negara di dunia mengandalkan pajak untuk mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara mereka. Intinya adalah, pajak menjadi salah satu sumber pendapatan negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu sumber pendapatan negara, pajak menjadi salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan. Melalui pajak didapatkan dana untuk menjalankan program-program kemiskinan. Hal ini penting mengingat masih tingginya angka kemiskinan di Indonesia dan sekaligus upaya untuk mencapai tujuan MDGs. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu gencar dilakukan pemberitahuan mengenai kewajiban untuk membayar pajak. Hingga kata-kata "apa kata dunia" menjadi sangat populer. Pajak sebagai elemen penting dalam pembangunan nasional memerlukan kesadaran semua warga negara untuk taat dan patuh membayar pajak sesuai kewajiban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, melihat persoalan saat ini yang menyeruak, kewajiban warga negara untuk membayar pajak harus diimbangi pula dengan bersihnya aparat pajak dalam mengemban tugasnya, sehingga uang yang sudah terkumpul dapat tersalurkan dengan baik. Menilik kasus penyimpangan pajak, bayangkanlah apabila uang tersebut digunakan dalam pos-pos penanggulangan kemiskinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data sebelumnya, yakni terdapat kerugian negara sebesar 55 triliun rupiah. Apabila jumlah ini menjadi dana stimulan masyarakat miskin untuk berusaha atau mengembangkan usaha. Tentu saja dapat mengurangi jumlah penduduk miskin di Indonesia. Ini artinya, penyimpangan yang terjadi tidak saja merugikan negara, tetapi juga mengambil hak-hak orang lain. Apabila hal semacam ini terus-menerus berlanjut, tentu saja akan menghambat upaya penanggulangan kemiskinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-2664813337912853389?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/2664813337912853389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=2664813337912853389' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2664813337912853389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2664813337912853389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/04/pajak-dan-kemiskinan.html' title='Pajak dan Kemiskinan'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-QaWHasR1I/AAAAAAAAASM/g4yqiNGpSus/s72-c/poverty.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-8059445330513829495</id><published>2010-04-01T08:19:00.001+07:00</published><updated>2010-05-07T20:47:43.573+07:00</updated><title type='text'>Anak Belajar Dari Lingkungannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-QZ4UTfB6I/AAAAAAAAASE/R8nRZiDF5qA/s1600/IMG_0140.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-QZ4UTfB6I/AAAAAAAAASE/R8nRZiDF5qA/s400/IMG_0140.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468524302848427938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan berita tentang SW, anak berumur 4 tahun yang merokok dan berbicara cabul. Hal ini lantas menjadi keprihatinan banyak pihak. Dalam realitasnya, boleh jadi ada SW-SW yang lain. Fenomena ini sebagaimana fenomena gunung es, ada kasus yang terungkap namun masih ada kasus-kasus yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi teringat kutipan dari Doroty Low tentang bagaimana anak belajar. Anak belajar dari lingkungannya. Ini artinya, lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan seorang anak, karena seorang anak tidak akan serta merta memiliki sifat atau kepribadian tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dengan hal yang saya temui di sebuah daerah di ujung kota Jakarta. Di sebuah permukiman padat penduduk nan kumuh, fenomena anak yang acapkali berbicara cabul atau memaki adalah suatu hal yang biasa saya temui. Apabila ditarik lebih lanjut ke lingkungan tempat anak tersebut berada, orang dewasa di sana memang terbiasa memaki dan bahkan memukul anaknya. Judi, minuman keras dan perkelahian adalah hal yang lumrah ditemui anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan tersebut telah ikut andil dalam memberi pengaruh terhadap sifat dan perilaku anak. Lingkungan semacam inilah yang dinamakan lingkungan tidak ramah anak. Sebagaimana diatur dalam Konvensi Hak Anak yang telah dirativikasi oleh pemerintah, anak memiliki 4 hak dasar, yaitu hak hidup, perlindungan, tumbuh kembang dan partisipasi. Ini artinya, adalah tugas dan kewajiban orang dewasa untuk memastikan hal tersebut terpenuhi. Termasuk pula memastikan lingkungan yang kondusif terhadap tumbuh kembang anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah tugas kita semua sebagai orang dewasa untuk mewujudkan lingkungan ramah anak, dimana anak dapat tumbuh kembang dengan baik dan mendapatkan perlindungan. Ketika kita mengharapkan anak menjadi pribadi yang baik dan santun, maka penting bagi kita untuk menjadi pribadi yang santun dan baik. Anak belajar dari contoh, dari apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus SW perlu direfleksikan pada pribadi kita masing-masing, bagaimana kita memperlakukan anak dan perilaku kita sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-8059445330513829495?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/8059445330513829495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=8059445330513829495' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8059445330513829495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8059445330513829495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/04/anak-belajar-dari-lingkungannya.html' title='Anak Belajar Dari Lingkungannya'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-QZ4UTfB6I/AAAAAAAAASE/R8nRZiDF5qA/s72-c/IMG_0140.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-1829214720347315229</id><published>2010-02-09T06:03:00.008+07:00</published><updated>2010-05-13T10:11:35.816+07:00</updated><title type='text'>3 Days in Ho Chi Minh</title><content type='html'>Setelah menunggu cukup lama, akhirnya jadi juga berangkat ke Ho Chi Minh. Saya mendapatkan tiket yang lumayan murah dengan Air Asia (thanx to Air Asia), yang sudah saya pesan dari tahun lalu. Saya mendapatkan tiket Rp 750.000,- pp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Ho Chi Minh ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam. 3 Jam kemudian, sampailah saya di Bandara Than So Nhat. Dibandingkan dengan Soekarno Hatta, Bandara Than So Nhat lebih bagus, mungkin karena bangunannya yang lebih baru. Bandara ini terdiri dari bandara domestik dan internasional. Begitu tiba di sana, kami mengurus keimigrasian, Vietnam termasuk negara bebas visa.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-tsy9XTPwI/AAAAAAAAASk/cmKdOaE3tXs/s1600/IMAG0093.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-tsy9XTPwI/AAAAAAAAASk/cmKdOaE3tXs/s320/IMAG0093.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470585795093151490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kami kemudian menukarkan uang di money changer bandara. Kurs saat itu 1US$ adalah 18.300 dong. Saya hanya menukar 10 US$ untuk membayar taksi. Menukarkan uang secukupnya saja di bandara, karena money changer di luar memberikan penawaran yang lebih bagus. Iseng saya menanyakan, apabila saya menukarkan rupiah ke dong. Menurut petugasnya, Rp 1.000,- sama dengan 1.000 dong (wah rugi betul kalau saya menukar rupiah ke dong, karena 1 US $ : Rp 9.500,- atau 18.300 dong. ini artinya 1 dong = Rp 1,9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Bandara ke Ho Chi Minh sebenarnya bisa menggunakan bus nomor 152, namun bus ini hanya beroperasi hingga jam 7 malam. Karena saya sampai pukul 8 malam, saya memutuskan untuk memakai taksi. Dari terminal internasional, saya menuju ke terminal domestik dan mencari taksi. Sesuai dengan informasi yang didapat di internet, ada beberapa pilihan taksi yaitu Vinasun dan Mailinh. Kami akhirnya memakai taksi Vinasun. Taksi di Vietnam ada yang kecil dan besar. Untuk taksi yang kecil (bentuknya seperti taksi di Indonesia), tarif dimulai dari 9.000 dong. Sementara taksi yang besar (avanza) tarif dimulai dari 9.500 dong. Kalau jumlah kalian banyak, lebih baik menggunakan taksi yang besar, karena bisa muat 5 orang. Jangan lupa untuk meminta menggunakan taximeter (argo). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Vietnam jarang yang bisa berbahasa Inggris, even seorang sopir taksi. Demikian halnya sopir taksi yang kami tumpangi, jadi untuk berkomunikasi menggunakan kertas (jangan lupa membawa notes kecil dan pulpen, akan sangat membantu). Kami menuju Bu Vien, di Distrik 1, kawasan backpacker di Ho Chi Minh. Sopir taksinya sempat bingung ketika kami menyebutkan Bu Vien (ternyata karena pengucapannya berbeda, dia baru mengerti setelah kami tulis bu vien di notes).. Setelah beberapa menit, akhirnya kami tahu bahwa dia bernama Hay (nguyen Hay), dia memberi kami untaian melati yang ada di taksinya. nice...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Vien merupakan daerah kawasan backpacker. Di sana kami mencari penginapan, sempat menemukan penginapan "blue river" sebagaimana yang kami baca di internet. Tarif di Blue River US $ 25, menurut informasi di internet, bisa mendapatkan hotel dengan harga 8 - 15 US$, maka kami hunting kembali. Dan akhirnya sampailah kami di hotel My Home, dengan tarif US$ 15. Kamar yang kami sewa cukup bersih dan fasilitasnya cukup lengkap, yaitu air hangat, TV, AC dan wifi tanpa breakfast. Kamar tersebut kami sewa berdua, meski sebenarnya bisa untuk 3 orang. Kamar kami memiliki balkon dan di dekat balkon terpasang bendera Vietnam, bendera gambar palu arit dan gambar bintang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mendapatkan hotel, kami pergi ke Tour Travel (Tour Travel yang direkomendasikan di internet adalah Sinh Travel). Namun ketika kami menukarkan uang ke money changer, Sinh Travel sudah tutup. O ya di Money Changer kami mendapatkan penukaran 1 US$ = 18.500 dong. Akhirnya kami memilih menggunakan AP travel, dan memesan paket tour Mekong 1 hari (ada beberapa pilihan untuk paket sungai Mekong, yaitu tour 1 hari, 2 hari dan 3 hari). Kami membayar 144.000 dong untuk dua orang, tapi setelah ada tawar menawar kami membayar 140.000 dong saja. Tiket bisa juga dibayar dengan dolar, namun ketika dihitung-hitung, ternyata lebih murah membayar dengan dong (penting juga untuk membawa kalkulator, untuk membandingkan lebih murah membayar dengan dollar atau dong). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan tiket untuk tour, kami mencari makan malam. Bagi para muslim, agak sulit mencari makan karena kebanyakan di sana menunya adalah pork. Untunglah kami masih mempunyai roti yang kami beli di Soekarno Hatta. (Penting untuk membawa roti untuk sekedar mengganjal perut karena agak sulit mencari makanan halal). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-trof21j9I/AAAAAAAAASc/bJ5oVpJ6yaw/s1600/IMG_0466.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-trof21j9I/AAAAAAAAASc/bJ5oVpJ6yaw/s320/IMG_0466.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470584515862040530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penasaran dengan pho, kami memesan pho tidak jauh dari tempat kami menginap. Pho yang kami pesan adalah pho vegetarian (tanpa daging) plus 1 gelas es teh, yang cukup kami bayar 34.000 dong untuk 2 porsi pho dan es teh. Untuk air minum, kami membeli aquavina ukuran 1 liter 5.000 dong dan ukuran 700 ml, 3.000 dong. Di minimarket 999 yang letaknya dekat dengan crazy bull, kami mendapatkan air mineral merek travel dengan harga 3.000 dong, sementara untuk ukuran 1 liter harganya lebih mahal 1.000 dong. Di sana kami menemukan penjual ketan. Penasaran dengan ketan yang dijual oleh penjual di dekat travel tour, kami membelinya dengan harga 1 porsi 5.000 dong. Ketannya berwarna-warni, kemudian ditaburi dengan irisan keju. Sempat juga tertarik dengan penjual sate, tapi ternyata yang dijual adalah sate pork (ugh......). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Hari Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sungai Mekong Tour 1 hari dimulai pukul 08.00 WIB. Dari AP tour kami ditransfer ke Vina Tours. Pertanyaan kami terjawab sudah, ternyata untuk tour travel yang kecil-kecil akan mentransfer pelanggannya ke tour travel lain. Kami berangkat pukul 9.15 WIB, sangat terlambat.. Tour guidenya bernama Ngok, namun karena kesulitan menyebut namanya, jadi dia menyebut dirinya number 1. Kami berdua adalah dua-duanya orang Indonesia di tour tersebut. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-ttrH9ncFI/AAAAAAAAASs/kBauPudCiu4/s1600/IMAG0045.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-ttrH9ncFI/AAAAAAAAASs/kBauPudCiu4/s200/IMAG0045.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470586760010887250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Ho chi Minh, kami naik bus yang akan mengantar kami ke sungai mekong, 2 jam kemudian, kami tiba di tempat yang seperti dermaga, dan naik perahu boat.  &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-1829214720347315229?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/1829214720347315229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=1829214720347315229' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1829214720347315229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1829214720347315229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/02/3-days-in-ho-chi-minh.html' title='3 Days in Ho Chi Minh'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S-tsy9XTPwI/AAAAAAAAASk/cmKdOaE3tXs/s72-c/IMAG0093.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-7662624151109495204</id><published>2010-01-21T21:30:00.005+07:00</published><updated>2010-02-09T06:11:10.117+07:00</updated><title type='text'>Suku Talang Mamak Riau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S1hmQ-5Pm5I/AAAAAAAAARs/UlQofUvmnEY/s1600-h/IMG_0432.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S1hmQ-5Pm5I/AAAAAAAAARs/UlQofUvmnEY/s320/IMG_0432.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429201792742169490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah kurang lebih 7 jam naik mobil dari Pekan Baru (sebenarnya bisa lebih cepat lagi namun karena kondisi jalan yang tidak terlalu baik karena hujan jadi perjalanan agak lama), akhirnya sampailah saya di Desa Talang Gedabu, lokasi dimana suku Talang Mamak tinggal. Suku Talang Mamak termasuk golongan Proto Melayu (Melayu Tua), yang merupakan suku asli Indragiri Hulu. Suku ini disebut juga "suku Tuha" atau suku pertama datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku ini berasal dari Pagaruyung (Sumatera Barat) yang terdesak karena konflik adat dan agama. Suku ini tinggal di beberapa daerah di Indragiri Hulu, dan salah satunya di lokasi yang saya datangi, Talang Gedabu. Menurut mitos, suku ini merupakan keturunan Adam ketiga yang berasal dari kayangan dan turun ke bumi, tepatnya di Sungai Limau dan menetap di Sungai Tunu (Durian Cacar, tempat Pati). Hal ini terlihat dari ungkapan "kandal Tanah Makkah, Merapung di Sungai Limau, menjeram di Sungai Tunu." Itulah manusia pertama di Indragiri nan bernama Patih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S1ho4NK4jLI/AAAAAAAAAR0/tjc5zlDBIZc/s1600-h/IMG_0427.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S1ho4NK4jLI/AAAAAAAAAR0/tjc5zlDBIZc/s320/IMG_0427.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429204665612405938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar warga Suku Talang Mamak di Desa Talang Gedabu beragama Islam. Mereka menyebut dirinya Islam Langkah Lama, dimana mereka percaya pada roh-roh leluhurnya. Adat istiadat masih dipegang kuat oleh suku Talang Mamak tersebut, terutama terkait dengan upacara daur hidup (kelahiran, pernikahan dan kematian). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan Suku Talang Mamak dengan lingkungan tampak dari adat istiadat mereka. Dimana untuk menebang pohon, mereka akan melakukan upacara adat meminta izin kepada leluhur mereka. Tidak hanya itu saja, mereka dilarang menebang pohon yang menghasilkan (misal pohon buah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Talang Mamak dalam Pusaran Kapitalisme&lt;br /&gt;Perubahan merupakan sesuatu hal yang tidak dapat ditolak. Demikian halnya dengan Suku Talang Mamak. Arus informasi dan komunikasi dengan dunia luar telah menyebabkan mereka sedikit-demi sedikit berubah. Hal yang paling mencolok adalah tentang motor. Jauhnya akses, menyebabkan mereka menginginkan adanya alat transportasi sendiri. Hal ini yang melatarbelakangi mereka membeli motor. Alih-alih membeli motor, lahan mereka justru habis dan motor pun tak dapat diraih. &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-7662624151109495204?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/7662624151109495204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=7662624151109495204' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7662624151109495204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7662624151109495204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2010/01/suku-talang-mamak-riau.html' title='Suku Talang Mamak Riau'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/S1hmQ-5Pm5I/AAAAAAAAARs/UlQofUvmnEY/s72-c/IMG_0432.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-376911446020058753</id><published>2009-11-19T21:44:00.003+07:00</published><updated>2010-04-08T09:36:26.805+07:00</updated><title type='text'>World Toilet Day</title><content type='html'>19 November merupakan hari toilet sedunia. Mungkin tidak banyak yang tahu, sebagaimana saya yang tahu satu hari menjelang tanggal 19 November. Sebuah organisasi bernama World Toilet Organization memproklamirkan tanggal tersebut sebagai hari toilet sedunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan ini bukan tanpa alasan, bagaimana tidak karena toilet, masalah sanitasi masih menjadi persoalan yang kompleks saat ini.Lebih dari 2,5 milyar orang di seluruh dunia tidak mempunyai akses akan toilet yang layak. Setiap tahun, kurangnya fasilitas toilet telah menyebabkan 200 juta ton kotoran manusia tidak terbuang pada tempat yang sesuai. Ini menyebabkan lingkungan tercemar dan jutaan orang terancam penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia toilet masih menjadi persoalan. Di beberapa tempat di negeri ini, terutama di daerah-daerah terpencil penduduknya tinggal tanpa fasilitas MCK. Di ibukota sekalipun, masih ada warga yang tidak mempunyai fasilitas MCK di tempat tinggalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan toilet atau MCK menjadi penting karena ini terkait dengan persoalan kesehatan. Oleh karenanya, yang menjadi persoalan bukan hanya kelangkaan toilet/ MCK tetapi juga adanya toilet/ fasilitas MCK yang bersih dan sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-376911446020058753?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/376911446020058753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=376911446020058753' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/376911446020058753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/376911446020058753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/11/world-toilet-day.html' title='World Toilet Day'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-9201949745366973159</id><published>2009-11-04T23:46:00.004+07:00</published><updated>2009-11-05T02:46:50.603+07:00</updated><title type='text'>Mereka Yang Mati Muda</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;beruntunglah mereka yang mati muda&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang filsuf Yunani, sebagaimana dikutip oleh Gie mengatakan "Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggal di usia muda, mungkin bagi beberapa orang berarti semakin sedikit waktu bersama dengan mereka yang kita sayangi atau semakin sedikit waktu kita untuk berbuat sesuatu bagi kehidupan yang lebih baik. Namun meninggal di usia muda membuat kita tidak banyak melakukan perbuatan yang tercela. Beberapa orang besar meninggal di usia muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wolter Monginsidi (24 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Robert Wolter Mongisidi atau Bote memiliki keinginan yang kuat untuk menuntut ilmu. Hal ini membuatnya meninggalkan kampung halamannya Malalayang menuju Makasar. Dalam usia 18 tahun, Bote telah menjadi guru Bahasa Jepang di Malalayang Liwutung dan Luwuk Banggai&lt;br /&gt;Semangat Bote untuk berjuang lepas dari penjajahan, membawanya bergabung dalam LAPRIS (Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi), dimana dia terpilih menjadi Sekjen. Robert Wolter Monginsidi memimpin aksi perlawan rakyat melawan penjajah baik di kota maupun di luar kota.&lt;br /&gt;28 Februari 1947, Bote ditangkap tentara Belanda dan disekap. 17 Oktober 1948, Bote bersama Abdullah Hadade, HM Yoseph dan Lewang Daeng Matari melarikan diri melalui cerobong asap. 10 hari kemudian, Bote ditangkap kembali oleh tentara Belanda dan dijatuhi vonis hukuman mati pada tanggal 26 Maret 1949 oleh hakim Meester B Damen.&lt;br /&gt;Selama dalam penjara Bote menulis beberapa pesan, yaitu:&lt;br /&gt;- Jangan takut melihat masa yang akan datang. Saya telah turut membersihkan jalan bagi kalian meskipun belum semua tenagaku kukeluarkan.&lt;br /&gt;- Jangan berhenti mengumpulkan pengetahuan agar kepercayaan pada diri sendiri tetap ada dan juga dengan kepercayaan teguh pada Tuhan, janganlah tinggalkan Kasih Tuhan mengatasi segala-galanya.&lt;br /&gt;- Bahwa sedari kecil harus tahu berterima kasih tahu berdiri sendiri…….belajarlah melipat kepahitan ! Belajar mulai dari 6 tahun…dan jadilah contoh mulai kecil sedia berkorban untuk orang lain.&lt;br /&gt;- Apa yang saya bisa tinggalkan hanyalah rohku saja yaitu roh “setia hingga terakhir pada tanah air ‘ dan tidak mundur sekalipun menemui rintangan apapun menuju cita-cita kebangsaan yang ketat.&lt;br /&gt;- Memang betul, bahwa ditembak bagi saya berarti kemenangan batin dan hukuman apapun tidak membelenggu jiwa……&lt;br /&gt;- Perjuanganku terlalu kurang, tapi sekarang Tuhan memanggilku, rohku saja yang akan tetap menyertai pemuda-pemudi…semua air mata, dan darah yang telah dicurahkan akan menjadi salah satu fondasi yang kokoh untuk tanah air kita yang dicintai Indonesia.&lt;br /&gt;- Saya telah relakan diriku sebagai korban dengan penuh keikhlasan memenuhi kewajiban buat masyarakat kini dan yang akan datang, saya penuh percaya bahwa berkorban untuk tanah air mendekati pengenalan kepada Tuhan yang Maha Esa.&lt;br /&gt;- Jika jatuh sembilan kali, bangunlah sepuluh kali, jika tidak bisa bangun berusahalah untuk duduk dan berserah kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin tanggal 05 September 1949, adalah hari dimana Robert Wolter Mongisidi dieksekusi. Robert Wolter menghadapi moncong-moncong senjata yang dibidikan kepadanya dan menolak ketika matanya akan ditutup, ia berucap; “ Dengan hati dan mata terbuka, aku ingin melihat peluru penjajah menembus dadaku.“&lt;br /&gt;Dengan pekikan’ Merdeka….merdeka..merdeka.. !!! dari Wolter, maka 8 butir peluru dimuntahkan ke tubuhnya, 4 peluru di dada kiri, 1 di dada kanan, 1 di ketiak kiri menembus ketiak kanan, 1 dipelipis kiri dan 1 di pusar, dan seketika ia terkulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;R.A. Kartini (25 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak mengenal RA Kartini? dari sekian nama pahlawan perempuan di Indonesia, RA Kartinilah yang paling terkenal. Tak hanya itu saja, hari kelahirannya, 21 April secara khusus dirayakan sebagai hari Kartini di seluruh penjuru nusantara. &lt;br /&gt;RA Kartini terkenal dengan pemikiran-pemikirannya yang bisa dibilang cukup progresif. Tidak hanya itu saja, Kartini menuliskan pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Irzadi Mirwan (26 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kita telah tak jujur lagi&lt;br /&gt;untuk mengatakan "ya"&lt;br /&gt;dan juga "tidak",&lt;br /&gt;semuanya tak berharga lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hidup penuh kompromi&lt;br /&gt;(yang telah kita pilih&lt;br /&gt;entah kapan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diam diam kita tikam&lt;br /&gt;nurani masing masing,&lt;br /&gt;untuk kehidupan hanya tersisa&lt;br /&gt;(Bandung, 6 Juni 1978)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang mengenal Irzadi Mirwan. Ia adalah penyair yang tergabung dalam Grup Apresiasi Sastra ITB dan pernah menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Mahasiswa ITB 1976-1977. Irzadi sempat dipenjara pada rezim Orde Baru karena menulis Buku Putih yang berisikan platform perjuangan mahasiswa yang menuntut agar Jenderal Soeharto tidak dipilih lagi sebagai Presiden RI lagi dalam SU MPR 1978. &lt;br /&gt;kedekatan sajak Irzadi dengan kematian tampak pada sajaknya &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kekasihku perempuan cantik dan muda&lt;br /&gt;namun jika besok aku mati&lt;br /&gt;kutinggalkan padanya sebuah kalimat tanya&lt;br /&gt;sungguh benarkah kau cinta padaku&lt;br /&gt;sungguh benarkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Chairil Anwar (26 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Soe Hok Gie (27 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gie adalah aktivis tahun 60-70an yang sangat idealis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ahmad Wahab (31 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alexander the Great (32 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Van Gogh (37 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Marthin Luther King (39 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Che Guevara (39 tahun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-9201949745366973159?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/9201949745366973159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=9201949745366973159' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/9201949745366973159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/9201949745366973159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/11/mereka-yang-mati-muda.html' title='Mereka Yang Mati Muda'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4902093534797096023</id><published>2009-11-03T14:06:00.004+07:00</published><updated>2009-11-03T14:16:49.479+07:00</updated><title type='text'>Rengasdeklok: Kota Kecil yang Bersejarah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Su_YaiB69oI/AAAAAAAAARY/tqGMLLT5rQM/s1600-h/IMG_0331.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Su_YaiB69oI/AAAAAAAAARY/tqGMLLT5rQM/s320/IMG_0331.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399772428563576450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4902093534797096023?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4902093534797096023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4902093534797096023' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4902093534797096023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4902093534797096023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/11/rengasdeklok-kota-kecil-yang-bersejarah.html' title='Rengasdeklok: Kota Kecil yang Bersejarah'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Su_YaiB69oI/AAAAAAAAARY/tqGMLLT5rQM/s72-c/IMG_0331.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-9034444543228675417</id><published>2009-10-31T22:11:00.003+07:00</published><updated>2009-10-31T23:21:14.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Life isn't measured in minutes, but in moments</title><content type='html'>Title       : The Curious Case of Benjamin Button&lt;br /&gt;Directed by : David Fincher&lt;br /&gt;Starring    : Brad Pitt, Cate Blanchett, Julia Ormond, Donna Duplantier&lt;br /&gt;Year        : 2008&lt;br /&gt;Genre       : drama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benjamin is an infant that was born as an old man-tiny but suffering all the infirmities of an 80-year-old.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-9034444543228675417?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/9034444543228675417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=9034444543228675417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/9034444543228675417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/9034444543228675417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/10/life-isnt-measured-in-minutes-but-in.html' title='Life isn&apos;t measured in minutes, but in moments'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6207948173045650714</id><published>2009-10-18T22:28:00.001+07:00</published><updated>2009-10-18T22:30:04.869+07:00</updated><title type='text'>Napak Tilas Hari Pahlawan 2009</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;"Menghancurkan suatu bangsa, hilangkan saja kebanggaan akan sejarahnya"&lt;br /&gt; Milan Kundera.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 November, Kamis, 16 Oktober 2009 dilakukan kegiatan napak tilas. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menelusuri jejak-jejak pahlawan, dan meningkatkan rasa kebangsaan dan kepahlawanan, sehingga napak tilas tidak semata sebagai wisata sejarah. &lt;br /&gt;Napak tilas 2009 yang dimulai dari TMPN Kalibata dilepas oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Drs. Rusli Wahid, yang diikuti kurang lebih 150 orang peserta yang terdiri dari para pelaku sejarah, keluarga pahlawan, karang taruna, pramuka, pelajar, mahasiswa dan karyawan Departemen Sosial RI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rengas Dengklok menjadi tujuan pertama kegiatan napak tilas. Rengas Dengklok merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Karawang, yang mempunyai arti penting dalam peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia. 16 Agustus 1945 silam, para pemuda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok dalam kerangka memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, mengingat Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan akibat kekalahannya dalam Perang Dunia II.  Ada dua lokasi yang penting di Rengasdengklok. Pertama adalah Monumen Kebulatan Tekad, yang dibangun sebagai penanda kesepakatan atau kebulatan tekad para founding fathers untuk memproklamirkan NKRI.  Kedua adalah rumah Djiaw Kie Siong yang sekarang terletak 100 meter dari Monumen Kebulatan Tekad. Rumah ini dipindahkan dari lokasi aslinya, karena dulu terkena luapan lumpur akibat erosi sungai Citarum pada tahun 1957, atas perintah Soekarno. &lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan ke LP Sukamiskin, Bandung. Pada 22 Desember 1930, Soekarno masuk ke LP Sukamiskin dan ditempatkan di sel 233 dekat tangga besi di sudut lantai dua. Sel tersebut memiliki dua jendela bercat abu-abu tua, dua pintu, lemari gantung, rak buku, serta sebuah meja tulis dan kursi. Sel tersebut berukuran 2,5 x 3 m. Dari keadaan sel tersebut, bisa dibayangkan bagaimana Soekarno menghabiskan waktunya di sana, dan hal tersebut tidak mengubah keinginannya untuk tetap memperjuangkan  kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;Dari LP Sukamiskin, perjalanan dilanjutkan ke Sumedang, mengunjungi Makam Cut Nyak Dien. Cut Nyak Dien, salah seorang pahlawan perempuan dari Aceh yang gigih berjuang melawan Belanda, yang akhirnya berhasil ditangkap Belanda pada April 1905 kemudian dipindahkan ke Sumedang. Usaha ini tidak lepas dari ketakutan Belanda bahwa kehadiran Cut Nyak Dien akan mengobarkan semangat perlawanan dan akan terus berhubungan dengan para pejuang yang belum tunduk. Di Sumedang, Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriatmaja menitipkan Cut Nyak Dien di rumah H. Ilyas, seorang tokoh agama. Selama di sana, Cut Nyak Dien yang dikenal dengan sebutan Ibu Perbu  aktif memberikan pelajaran tentang agama kepada masyarakat, beliau juga tidak mau makan makanan yang diberikan oleh Belanda. 6 November 1908, beliau wafat dan dimakamkan di Gunung Puyuh, kompleks pemakaman keluarga leluhur bangsawan Sumedang. &lt;br /&gt;Perjalanan napak tilas berakhir di Museum Peta Bogor, yang berada di Kompleks Puzdiksi TNI AD. Museum ini didirikan pada tahun 1996 oleh Yayasan Perjuangan Tanah Air, yang didalamnya memuat 14 diorama yang menceritakan proses pergerakan kebangsaan. Dimana di kota tersebut, pertama kali diselenggarakan pembentukkan taruna-taruna yang kemudian melahirkan perwira-perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air. &lt;br /&gt;Semangat kepahlawanan dan kecintaan pada tanah air merupakan suatu hal yang harus terus dipupuk, terutama di kalangan generasi muda. Sebagaimana kata-kata Milan Kundera yang dikutip di depan, kebanggaan akan sejarah penting kaitannya dalam kelangsungan sebuah bangsa. Kebanggaan akan sejarah akan meningkatkan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial yang menjadi modal penting dalam melanjutkan perjuangan dalam kerangka memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6207948173045650714?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6207948173045650714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6207948173045650714' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6207948173045650714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6207948173045650714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/10/napak-tilas-hari-pahlawan-2009.html' title='Napak Tilas Hari Pahlawan 2009'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6952989481920575272</id><published>2009-10-07T02:47:00.002+07:00</published><updated>2009-10-07T03:46:08.769+07:00</updated><title type='text'>Negeri Rawan Bencana</title><content type='html'>Beberapa tahun belakangan ini, bencana alam tampak akrab dengan negara kita. Belum usai gempa bumi di Tasikmalaya (7,3 Skala Richter), tanggal 30 September lalu ranah Minang digoyang gempa dengan skala yang lebih besar. Ratusan orang pun menjadi korban dari bencana tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan Walhi, selama tahun 2008 terdapat 359 bencana alam di Indonesia. Jumlah ini meningkat 154 dari tahun sebelumnya (2007). Berikut ini merupakan data bencana alam yang terjadi di Indonesia, dari Wikipedia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Oktober 2009, gempa berkekuatan 7 SR terjadi di Jambi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 September 2009, gempa berkekuatan 7,6 SR terjadi di Padang. Lebih dari 500 orang tewas dalam musibah tersebut dan banyak bangunan rusak (ambruk). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 September 2009, gempa berkekuatan 7,3 SR terjadi di Tasikmalaya. Lebih dari 50 orang tewas akibat gempa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 November 2007, gempa berkekuatan 6,7 terjadi di Raba, Sumbawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 September 2007, gempa berkekuatan 7,9 SR terjadi di lepas pantai Bengkulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Maret 2007, gempa berkekuatan 6,3 mengguncang Padang, 52 orang tewas dan 250 orang luka-luka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Januari 2007, gempa berkekuatan 7,3 SR terjadi di Sulawesi. Gempa tersebut menewaskan 4 orang dan 4 orang lainnya luka-luka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Juli 2006, gempa berkekuatan 7,7 SR terjadi di Pangandaran dan pantai di sebelah selatan pulau Jawa yang memicu terjadinya tsunami. kurang lebih 600 tewas dalam musibah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Mei 2006, gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Jogjakarta, lebih dari 5.000 orang meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 maret 2005, gempa berkekuatan 8,7 SR terjadi di Nias dan Simeulue, 900 orang tewas, ribuan rumah dan jembatan rata dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Desember 2004, gempa dasyat dengan kekuatan 9 SR mengguncang Sumatera dan memicu terjadinya tsunami di beberapa negara, terutama Indonesia. 131.029 orang tewas, sementara ribuan lainnya hilang. Ini adalah bencana terparah yang terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 November 2004, Gempa 6,4 SR mengguncang Nabire, Papua. 30 orang tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 November 2004, gempa berkekuatan 6 SR mengguncang Alor. Sebanyak 27 orang tewas, ratusan bangunan rata dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Februari 2004, gempa berkekuatan 6,9 SR dan gempa berkekuatan 7,1 SR pada 7 Februari 2004 mengguncang Nabire, 34 tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah tersebut belum termasuk dengan bencana alam lainnya, misalnya banjir, tanah longsor dan gunung meletus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut, cukup membuat kita menarik kesimpulan bahwa Indonesia merupakan negara rawan bencana. Penjelasan ilmiah dari hal ini adalah, adanya cincin api &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(ring of fire)&lt;/span&gt; yang melingkupi Indonesia. Keberadaan cincin api tersebut ditandai dengan adanya rangkaian pegunungan yang membentang dari Sumatera hingga kebagian timur, yakni Nusa Tenggara Timur dan Maluku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, meskipun tinggal di negara yang rentan dengan bencana hal ini rasanya kurang (atau lupa) kita perhatikan, sehingga upaya pencegahan bencana termasuk dengan membangun masyarakat yang sadar bencana pun terkesan terlambat. Syaa jadi ingat, saat saya kecil dahulu, apa yang selalu didengung-dengungkan adalah betapa indahnya Indonesia dengan berbagai kekayaan alamnya. Ini tentu berbeda dengan di Jepang, yang sadar betul bahwa negaranya rentan bencana sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mengatasinya. dari membangun infrastruktur yang tahan gempa hingga memasukkan pelajaran tentang bencana dalam kurikulum di Sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6952989481920575272?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6952989481920575272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6952989481920575272' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6952989481920575272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6952989481920575272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/10/negeri-rawan-bencana.html' title='Negeri Rawan Bencana'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-3407391951227149911</id><published>2009-10-06T12:24:00.003+07:00</published><updated>2009-10-06T12:44:06.979+07:00</updated><title type='text'>Perang Media dalam Perebutan Kursi Ketua Umum Golkar</title><content type='html'>Menarik untuk mencermati perebutan kursi ketua umum partai berlambangkan pohon beringin tersebut. Bagaimana tidak, Golkar adalah salah satu partai besar di Indonesia yang kiprahnya mewarnai percaturan politik di negara ini. Tidak hanya itu saja, ketua umum Golkar yang baru pun mendapat tantangan untuk memikirkan kelanjutan partai tersebut, sebagaimana diketahui bersama Golkar dinilai gagal dalam pemilihan umum lalu, baik legislatif ataupun eksekutif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam persaingan tersebut terdapat dua nama yang disebut-sebut memiliki kans yang cukup besar, yaitu Surya Paloh dan Abu Rizal Bakri. Uniknya, perseteruan kedua kubu inipun menjadi 'perang' media (terutama televisi) yang menarik perhatian masyarakat. Keduanya merupakan penguasa media di tanah air, sebut saja Surya Paloh dengan M**** TVnya dan Abu Rizal Bakri dengan A* TV serta TV O**nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"perang' Media itu terlihat dari pemberitaan-pemberitaan stasiun-stasiun Televisi tersebut. Misalnya saja pada kasus lumpur Lapindo. Pada saat bersamaan, terdapat stasiun Televisi yang menayangkan topik yang sama, namun yang satu berbicara peran Lapindo Brantas yang berjasa menangani korban lumpur Lapindo, sementara yang lainnya memberitakan tentang nasib korban Lumpur Lapindo yang belum jelas. Stasiun televisi tersebut pun dengan gencar memberitakan kedua calon tersebut dengan pencitraan positif pastinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Perang' media tersebut menunjukkan belum independennya media, dimana pemberitaan pun tergantung dari para pemilik modal. Padahal dalam sebuah negara yang demokratis diperlukan media yang independen sehingga bisa memberitakan segala sesuatu secara objektif. Ini penting, karena media berpengaruh besar dalam membuat wacana di masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-3407391951227149911?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/3407391951227149911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=3407391951227149911' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3407391951227149911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3407391951227149911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/10/perang-media-dalam-perebutan-kursi.html' title='Perang Media dalam Perebutan Kursi Ketua Umum Golkar'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-1331491301422616387</id><published>2009-09-29T10:19:00.004+07:00</published><updated>2009-09-30T12:33:38.226+07:00</updated><title type='text'>163 species baru ditemukan di Mekong</title><content type='html'>Berdasarkan laporan WWF (World Wildlife Fund), 163 species baru ditemukan di Greater Mekong Region, Asia Tenggara. Termasuk di dalam 163 species baru itu adalah katak pemakan burung dan tokek dengan garis-garis seperti macan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan 100 tumbuhan baru, 28 ikan, 18 reptil, 14 ampibi, 2 mamalia dan 1 ekor burung menunjukkan keanekaragaman hayati di daerah tersebut, kata Barney Long, kepala Program Konservasi Species WWF di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mekong merupakan salah satu tempat dengan keragaman habitat, karena memiliki hutan basah, keragaman habitat darat dan laut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan melanjutkan untuk menemukan species baru dari ikan, primata dan mamalia, yang tidak bisa dibandingkan dengan mamalia yang telah ditemukan dalam jumlah besar di daerah ini. Hal ini menunjukkan bahwa hanya sedikit species yang kita ketahui di daerah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar wilayah Mekong terdiri dari beberapa negara yang dilalui sungai Mekong, yaitu Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Provinsi Yunan di China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut WWF, dengan 16 ekoregion global - daerah yang memiliki keragaman ekologis dan kelompok hewan bersama -- sebagian besar wilayah Mekong lebih dilindungi dibanding tempat lain di Asia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokek Macan Cat Ba yang ditemukan di daerah Vietnam Utara memiliki warna-warna mencolok, berukuran besar, memiliki mata seperti kucing berwarna oranye-coklat dan tubuh dengan garis-garis leopard. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama itu didasarkan pada tempat ditemukannya, yaitu pulau Cat Ba, pulau terbesar dari 366 pulau di kepulauan Cat Ba dan menjadi rumah dari hewan-hewan langka yang hanya dapat ditemukan di pulau tersebut. Para ilmuwan percaya bahwa tingginya jumlah species langka yang hanya dapat ditemukan di pulau tersebut dikarenakan jauhnya jarak pulau tersebut dari daratan Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limnonectes megastomias -- katak bertaring yang memakan katak lain, serangga dan burung -- hanya ditemukan di tiga daerah terpencil di tempat dengan ketinggian medium sampai tinggi di Thailand bagian timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, species mamalia terbaru sangat jarang ditemukan, tapi di tahun 2008 saja, di daerah tersebut ditemukan tikus kesturi dan kelelawar dengan hidung berbentuk tabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang dan kerusuhan politik menyebabkan tidak adanya akses untuk penelitian ilmiah beberapa tempat terutama di Vietnam, Laos dan Myanmar, hingga dua dekade lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1997, terdapat kurang lebih 1.200 species baru yang tidak ditemukan di daerah manapun, kata Dekila Chungyalpa, Direktur Program WWF di Mekong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, pembangunan yang cepat di daerah Mekong, telah membawa efek ganda terhadap perubahan iklim, yang mengancam punahnya species.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2007, United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change melansir Laporan Penelitian Keempat, yang memproyeksikan bahwa ketinggian air laut bertambah 18 sampai 59 centimeter (7 sampai 23 inchi, berdasarkan 6 skenario.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ini, area tersebut telah dipengaruhi oleh meningkatnya pemanasan yang berpengaruh pada air laut dan banjir di delta. Beberapa peneliti telah mepertanyakan keterkaitan antara perubahan iklim dan lebih intensifnya badai tropis. Sebagai bagian dari perubahan iklim, konstruksi bendungan dan pembangkit listri tenaga air di sepanajang delta dapat merusak air dan berpotensial menghancurkan sumber air minum dan membahayakan produksi beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delta Sungai Mekong merupakan lumbung beras di daerah tersebut. Apa yang akan terjadi pada orang-orang yang menggantungkan hidupnya di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diambil dari Reuters)&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-1331491301422616387?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/1331491301422616387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=1331491301422616387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1331491301422616387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1331491301422616387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/09/163-species-baru-ditemukan-di-mekong.html' title='163 species baru ditemukan di Mekong'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6001931491604933442</id><published>2009-09-28T12:58:00.002+07:00</published><updated>2009-09-28T13:41:51.210+07:00</updated><title type='text'>cinta</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Falling in love is not at all the most stupid thing that people do-but gravitation cannot be held responsible for it&lt;/blockquote&gt; Albert Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan hukum grafitasi, benda yang dilempar ke atas akan jatuh. Artinya jatuhnya benda ke bawah adalah pengaruh dari daya gravitasi. Namun jatuh cinta, tidak disebabkan oleh gravitasi demikian kata einstein. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta rasanya menjadi perbincangan yang tidak lekang dimakan waktu. Terkait dengan cinta terkadang ada stupidity yang kita lakukan. Demikian pula dengan saya, hmmm.. ada yang membuat saya tertawa *menertawakan kebodohan saya*, sedih dan marah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. saya pernah menyukai seseorang, yang sekolahnya satu arah dengan sekolah saya. Biasanya saya bertemu dengan dia di terminal, karenanya saya mencocokkan waktu saya dengan dia. Ketika dia belum datang, meskipun ada angkot saya tetap akan menunggunya dan berada satu angkot bersama. Bodoh sekali y..? saya bahkan pernah hampir terlambat gara-gara menunggu dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. stupidity ini saya lakukan beberapa kali. Waktu itu belum zamannya HP, masih menggunakan telpon rumah. Saya mencari-cari di buku telepon dengan kata kunci alamat rumahnya. Bayangkan saja, saya harus menelpon beberapa kali untuk mendapatkan nomor teleponnya. Untungnya saya tinggal di kota kecil, sehingga tidak terlalu sulit buat saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. mencari-cari orang yang wajahnya mirip dengan orang yang saya sukai. Saya sampai menemukan beberapa orang yang wajahnya menurut saya mirip. hmmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung dulu y..&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6001931491604933442?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6001931491604933442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6001931491604933442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6001931491604933442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6001931491604933442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/09/cinta.html' title='cinta'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-7710807158496870927</id><published>2009-09-27T20:51:00.002+07:00</published><updated>2009-09-27T21:02:12.213+07:00</updated><title type='text'>Emosi Negatif dan Nafsu Makan</title><content type='html'>Terkadang saat berada dalam titik lemah secara emosional, ada keinginan makan yang lebih besar dibanding biasanya. Beberapa orang bahkan lari ke makanan untuk merasa nyaman - sadar atau tidak sadar - saat mereka menghadapi masalah berat atau untuk menjaga dirinya. Namun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;emotional eating&lt;/span&gt; -= makan sebagai jalan untuk menekan atau menenangkan emosi negatif, seperti stress, marah, cemas, bosan, sedih, dan sendiri dapat mengganggu usaha menurunkan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Emotional eating&lt;/span&gt; seringkali membuat seseorang makan terlalu banyak, terutama dengan kalori tinggi, manis, asin dan makanan berlemak. Namun demikian, sisi baiknya adalah jika memiliki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;emotional eatin&lt;/span&gt;g, anda dapat kembali pada tahap mendapatkan kontrol terhadap kebiasaan makan dan kembali pada track anda untuk menurunkan berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peristiwa penting dalam kehidupan seperti pengangguran, masalah kesehatan dan perceraian serta pertentangan dalam kehidupan sehari-hari seperti kondisi kerja yang membuat stress, cuaca buruk dan perubahan dalam rutinitas dapat memacu emosi untuk makan lebih banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-7710807158496870927?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/7710807158496870927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=7710807158496870927' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7710807158496870927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7710807158496870927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/09/emosi-negatif-dan-nafsu-makan.html' title='Emosi Negatif dan Nafsu Makan'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-9155729184104831623</id><published>2009-09-27T09:27:00.003+07:00</published><updated>2009-09-27T10:02:19.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menikah'/><title type='text'>Menikah itu Pilihan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Sr7VrSxRyLI/AAAAAAAAAMI/uPT2gAtodq0/s1600-h/marriage-cartoon.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Sr7VrSxRyLI/AAAAAAAAAMI/uPT2gAtodq0/s320/marriage-cartoon.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385977144131307698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan "Kapan menikah?" rasa-rasanya menjadi pertanyaan yang acap dilontarkan kepada saya. Dan jawaban saya saya adalah, marriage is not yet across on my mind. Saya belum ada gambaran tentang hal itu, bagi saya menikah itu adalah pilihan. Dalam agama yang saya anut pun menikah itu sunah, bukan wajib. Now I am single, and I am happy (beberapa orang mengatakan hal tersebut hanya untuk menghibur diri saja, benarkah? saya rasa tidak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah membawa konsekuensi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Bagaimana tidak, perempuan yang belum juga menikah kemudian dianggap sebagai 'perawan tua' atau 'tidak laku' (hello memangnya barang dagangan, sehingga dibilang tidak laku?). Ini tentu saja berbeda dengan laki-laki, yang rasa-rasanya jarang diperlakukan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang paling rasional, mengapa orang-orang menanyakan hal tersebut kepada perempuan, menurut saya terkait dengan persoalan kesehatan reproduksi. Umur perempuan yang relatif aman untuk melahirkan adalah 19 - 35 tahun. Ini artinya, perempuan yang diharapkan menikah pada rentang umur tersebut. Ini terkait dengan salah satu alasan pernikahan, yaitu melanjutkan keturunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah adalah pilihan, dan tentunya ini harus dihormati oleh semua orang. Sehingga jangan sampai kemudian seorang perempuan menikah karena tidak ingin menendapatkan label yang buruk di masyarakat. Ini artinya, apa yang kita lakukan adalah berdasarkan apa yang kita inginkan dan kita yakini, bukan karena mengikuti apa kata orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-9155729184104831623?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/9155729184104831623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=9155729184104831623' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/9155729184104831623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/9155729184104831623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/09/menikah-itu-pilihan.html' title='Menikah itu Pilihan'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Sr7VrSxRyLI/AAAAAAAAAMI/uPT2gAtodq0/s72-c/marriage-cartoon.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-7416003007326680880</id><published>2009-09-24T21:05:00.004+07:00</published><updated>2009-09-27T10:08:17.835+07:00</updated><title type='text'>Konteks Keindonesiaan dari Deklarasi PBB tentang Hak Masyarakat Hukum Adat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Sr7XEqpEIBI/AAAAAAAAAMQ/odS3fmmW2vA/s1600-h/2561065749_9c354f3fdb.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Sr7XEqpEIBI/AAAAAAAAAMQ/odS3fmmW2vA/s320/2561065749_9c354f3fdb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385978679547666450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Persoalan Masyarakat Hukum Adat (MHA) adalah persoalan lama yang ‘baru’ sehingga perlu direvitalisasi. Sesudah reformasi, sesudah amandemen UUD, baru pada tahun 2000 kesatuan MHA memperoleh momentum untuk diperhatikan. Artinya semua kebijakan publik yang akan dibuat, tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam UUD 45. Sehingga tidak hanya secara retorik mengakui MHA, tetapi juga pengakuan legal terhadap MHA. Misal: dalam UU MK, kelompok orang dapat mengajukan uji materiil terhadap UU, salah satunya adalah MHA, apabila UU tersebut dinilai bertentangan dengan UUD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan MHA sesudah reformasi benar-benar eksis. Namun ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut ada dalam pasal 18 b UUD 45&lt;br /&gt;1. selagi masih hidup&lt;br /&gt;2. sesuai dengan perkembangan &lt;br /&gt;3. sesuai dengan prinsip NKRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PBB memiliki deklarasi tentang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indigenous Peoples &lt;/span&gt;(IPs, namun demikian masih diperdebatkan sebab meski secara legal tidak mengikat tapi secara moral mengikat. Karena definisinya tidak dirumuskan, masing-masing negara memiliki definisi sendiri-sendiri, dan selanjutnya definisi tersebut diserahkan oleh masing-masing negara. Demikian pula dengan Indonesia, yang merumuskan sendiri. Kata asli di UUD terdapat dalam syarat sebagai presiden (Presiden Indonesia adalah Orang Indonesia Asli). Tapi sesudah reformasi hal tersebut diubah menjadi WN asli. Jadi diubah dari konsep antropologis menjadi konsep hukum. Jadi siapa saja yang lahir dengan status WNI, adalah WNI asli. Orang2 sepanjang berkewarganegaraan Indonesia, berhak menjadi presiden RI (lihat AS, orang kulit hitampun bisa jadi presiden). Hal ini digunakan dalam cara berpikir kita, tidak digunakan dalam kerangka etnisitas, tapi kerangka hukum (legal). Dalam memberi implementasi Dekalasi PBB tentang IPs, hal ini yang menjadi ketentuan dalam member konsep dalam pasal 18 b ayat (2). Yang ketinggalan hanya tradisi kraton. Kesatuan masyarakat daerah referensi ada 4; aceh, papua, DIY dan DKI Jakarta. Jadi Negara mengakui dan menghormati kesatuan daerah yang dianggap istimewa. Dalam konteks kraton, yang diakui hanya Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep kesatuan MHA jangan sampai dipolitisir, baik oleh penguasa, atau dalam MHA itu sendiri. Karena kita berbicara bukan dalam konteks hak sipol, tapi dalam konteks hak ekosob. Deklarasi Orang Asli tidak bisa dijadikan dalih untuk mempersoalkan politik separatism. Misalnya dikaitkan dengan isu-isu yang dapat mengganggu integritas territorial Negara anggota. Deklarasi ini betul-betul tidak dikaitkan dengan amsalah politik. Di beberapa daerah, tampak ada usaha untuk memanfaatkan deklarasi ini untuk usaha-usaha separatism. Jangan sampai deklarasi tersebut dipakai untukk tujuan yang tidak tepat. Oleh karena dari kalangan kesatuan MHA bisa saling mengerti dimana sedang melakukan revitalisasi sehingga harus saling bahu-membahu dan saling bekerjasama.  Dulu sat di MK melakukan mapping masyarakat hukum adat. Berapa yang masih hidup, berapa yang setengah mati. Pemetaan ini penting agar bisa menggerakkan dalam upaya merevitalisasi kesatuan MHA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MHA harus bisa mengambil peran yang tepat dalam pembangunan Negara Indonesia. Pembangunan memerlukan juga partisipasi dari bawah, sehingga bagaimana kesatuan-kesatuan ini bisa mengambil peran. Dalam program pemberdayaan, maka kesatuan MHA menjadi fungsional.Berkembang ide, bagaimana jika kesatuan MHA dikaitkan dengan konsep desa. konsep desa adalah konsep di jawa. Misalnya di Bali, terdapat desa adat. Sebelum kita mengenal konsep desa, konsep desa itu adalah MHA. Tapi karena struktur dan teritori MHA mengalami perkembangan dalam zaman ORBA, struktur pedesaan hancur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan kemungkinan disalahgunakannya deklarasi PBB adalah dipakai seperti dalam kasus di Papua, ada kecenderungan untuk menggunakannya sebagai referensi/ penguat untuk tindakan diskriminasi: misalnya untuk jabatan2, tidak boleh orang luar harus orang asli. Misalnya calon gubernur yang sekarang ini, oleh FMP ada beberapa yang dicoret, karena dianggap tidak asli. Dengan argumen, bapaknya bukan orang asli meskipun ibunya orang asli. Tetapi jika bapaknya asli dan ibunya tidak, maka dianggap orang asli. Jadi selain diskriminasi juga bias gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita memerlakukan gejala seperti ini. Kita perlu member pengertian terhadap emosi-emosi yang tumbuh sesudah reformasi. Dikatakan atau tidak dikatakan hal ini muncul. Untuk smentara waktu bisa diterima, sebagai afirmative policy. Di beberapa daerah dalam kenyataannya ada yang tidak beres dalam hubungan dengan orang asli. Selama orla dan orba ada beberapa daerah dimana akibat dari politik sentralisasi dari negera menyebabkan banyak orang luar ke daerah. Program pendidikan tidak seimbang sehingga dirasa sebagai ketidakadilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus dicermati, Afirmatif policy ada batasnya, sifatnya sementara. Sulitnya UU Otsus tidak memberi batasan waktu. Jadi para pemberi keputusan, pembentuk UU perlu memikirkan kapan batas waktunya. Diskriminasi sangat ditentang dalam UUD 45 dan hukum internasional. Namun UUD memberlakukan adanya perlakuan khusus dalam pasal 28 h, dimana perlakukan khjusus dimungkinkan pada masyarakat yang tertinggal untuk mengejar ketertinggalannya. Sehingga para pejabat di Jakarta memahami semangat tersebut dengan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Bapak Jimly Ashidique&lt;br /&gt;saat saya menjadi notulen Sarasehan Nasional Masyarakat Hukum Adat 13 - 14 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-7416003007326680880?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/7416003007326680880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=7416003007326680880' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7416003007326680880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7416003007326680880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/09/konteks-keindonesiaan-dari-deklarasi.html' title='Konteks Keindonesiaan dari Deklarasi PBB tentang Hak Masyarakat Hukum Adat'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Sr7XEqpEIBI/AAAAAAAAAMQ/odS3fmmW2vA/s72-c/2561065749_9c354f3fdb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-2803921738122296138</id><published>2009-09-24T11:33:00.001+07:00</published><updated>2009-09-24T11:35:18.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>laskar pelangi</title><content type='html'>Film that I like most and make me want to watch it more and more is Laskar Pelangi. This film is based on a best seller novel by Andrea Hirata, with same title.  I think it is one of Indonesia good movie that I ever watched. The setting of this film is in Belitong, a small island in Sumatera on 1970s. This film successfully transfers the beautifulness of Belitong and tempted me to go there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This film talks about 10 kids from poor family in reaching their dreams, their spirit to get education, which is not easy for them (like when Lintang should have uneasy way to come to the school, or when they are waiting for someone to completing 10 students so the school is not be closed). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Those kids have special character that makes the story so interesting, e.g. Lintang - the genius one, Ikal with his teenage love, and Mahar that be mad to Tuk Tarantula, a shaman. This film also describes the struggle of their teacher, Mrs. Muslimah and Mr. Harfan that very dedicative to educate their students.&lt;br /&gt;The innocent of the child and also the bitter of live make this film so touchy. So far this film could make me laugh, cry and swept away on the story. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This film gives me spirit to do something for the better world, and give motivation when I am down. The lesson learnt that I got is a dream is something that we have to struggle, limitation is not obstacle. Likes what Tuk Tarantula said to Laskar Pelangi, “kalo nak pintar, belajar! Kalo nak berhasil, usaha!” (If you want be smart, you should study. If you want be success, you should try).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-2803921738122296138?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/2803921738122296138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=2803921738122296138' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2803921738122296138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/2803921738122296138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/09/laskar-pelangi.html' title='laskar pelangi'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4831088536176953308</id><published>2009-09-18T01:43:00.001+07:00</published><updated>2009-09-18T04:25:07.938+07:00</updated><title type='text'>Tewasnya Nurdin M Top (Terorism is a big conspiracy?)</title><content type='html'>Tewasnya Nurdin M. Top boleh jadi menjadi berita yang paling populer, baik pada tayangan televisi, media on line dan sebagainya. Nurdin M. Top tewas tertembak setelah sekitar 9 jam terlibat baku tembak dengan Densus 88 di sebuah rumah di Desa Kepuhsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu saja menarik, mengingat Nurdin telah menjadi orang yang paling dicari di Republik ini selama kurang lebih 9 tahun. Nurdin juga dipercaya sebagai dalang dari berbagai peristiwa teror. Tidak hanya itu saja, tewasnya Nurdin bagai membawa angin segar ketika terjadi permasalahan di tubuh KPK, institusi yang konon berusaha memberantas korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme rasa-rasanya telah menjadi kata yang cukup populer, bahkan hingga di kalangan anak-anak. Istilah terorisme menjadi cukup populer sejak tahun 2001, dimana pada tanggal 11 September terjadi tragedi WTC di Amerika, ketika dua buah pesawat menabrakkan badannya ke menara WTC. Sejak saat itulah, Amerika Serikat kemudian mengumandangkan genderang perang terhadap terorisme. Beberapa negara bahkan dianggap sebagai negara sarang teroris, dan kemudian menjadi justifikasi bagi negara adidaya tersebut untuk ikut campur ke negara lain. Ini pula yang kemudian melatarbelakangi tesis Samuel Hutington, tentang Benturan Antar Peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Terorisme&lt;br /&gt;Terorisme berasal dari bahasa Perancis, yaitu le terreur, yang semula digunakan untuk menyebut tindakan pemerintah hasil revolusi Perancis yang menggunakan kekerasan secara brutal dan berlebihan dengan cara memenggal 40.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan anti pemerintah. Terorisme selanjutnya digunakan untuk menyebut gerakan kekerasan anti pemerintah di Rusia. Ini artinya, pada mulanya, terorisme digunakan untuk menyebut tindakan kekerasan oleh pemerintah atau kegiatan yang anti pemerintah (wikipedia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Perang Dunia II, terorisme dilakukan dengan pembunuhan politik terhadap pejabat pemerintah, dimana terorisme diyakini sebagai cara efektif untuk melakukan revolusi politik ataupun sosial dengan cara membunuh orang-orang yang berpengaruh. Di tahun 1950-an, terorisme dilakukan dengan melakukan serangan yang bersifat acak kepada masyarakat sipil yang tidak berdosa. Pada tahun 1960an, muncul apa yang dinamakan 'terorisme media', yaitu serangan acak terhadap siapa saja untuk tujuan publisitas. Seruan atau perjuangan melalui tulisan kemudian mulai ditinggalkan karena dampaknya yang sangat kecil, dan digunakan 'the philosophy of bomb' yang bersifat eksplosif serta sulit diabaikan. Fenomena ini kemudian meningkat sejak permulaan dasa warsa 70-an. Terorisme dan teror berkembang dalam sengketa ideologi, fanatisme agama, perjuangan kemerdekaan, pemberontakann, gerilaya, atau bahkan pemerintah dengan cara dan sarana menegakkan kekuasaaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zuhairi Misrowi (2002)Terorisme merupakan sebuah paham yang berbeda dengan kebanyakan paham yang tumbuh dan berkembang di dunia, baik dulu maupun yang mutakhir. Terorisme selalu identik dengan teror, kekerasan, ekstrimitas dan intimidasi. Para pelakunya biasa disebut sebagai teroris. Oleh karenanya, terorisme sebagai paham yang identik dengan teror seringkali menimbulkan konsekuensi negatif bagi kemanusiaan. Terorisme kerap menjatuhkan korban kemanusiaan dalam jumlah yang tak terhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Konvensi PBB 1937, terorisme didefinisikan sebagai segala bentuk tindak kejahatan yang ditujukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan bentuk teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas. Sementara itu, dalam buku petunjuk tehnis anti teror tahun 2000 ditulis bahwa Terorisme adalah cara berfikir dan bertindak yang menggunakan teror sebagai tehnik untuk mencapai tujuan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terorisme di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Terorisme di Indonesia dimulai pada tahun 2000, dengan adanya Bom Bursa Efek Jakarta, yang diikuti dengan beberapa peledakkan bom lainnya. Pada tahun 2002, terjadi bom Bali, yang memakan banyak korban (kurang lebih 202 orang). Peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorisme paling parah di Indonesia. Pada tahun 2003, terjadi peristiwa yang dikenal dengan Bom Mariott yang menyebabkan 11 orang meninggal. Pada tahun 2004, bom meledak di kantor Kedutaan Besar Australia, dan menyebabkan 5 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Tahun 2005, kembali terjadi bom di Bali, yaitu di Kuta dan Jimbaran. Dan baru-baru ini terjadi bom ritz carlton dan mariott. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicangkan terorisme di Indonesia, tidak lepas dari nama Noordin M. Top, yang dipercaya sebagai otak terjadinya pemboman di beberapa tempat. Oleh karenanya tewasnya Noordin M. Top menjadi keberhasilan yang luar biasa dalam upaya pemberantasan terorisme di Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentanng terorisme, terkadang dikaitkan pula dengan konspirasi. Meskipun teori konspirasi dianggap dibangun dengan logika yang mengada-ada, sebab mengandalkan premis, 'jangan-jangan'. Karenanya, teori konspirasi dianggap kurang bisa memberi pertanggungjawaban secara ilmiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, rasanya ada beberapa hal yang menarik. Misalnya, pasca tragedi WTC yang kemudian menjadi justifikasi AS menyerang Afganistan, Indonesia menjadi negara yang mengecam tindakan Amerika. Ketika majalah Times memberitakan aktivitas JI di Indonesia yang ditengarai berkaitan dengan Al Qaida, Indonesia tak kunjung mengambil tindakan apapun. Sampai kemudian terjadilah peristiwa Bom Bali I. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom Bali I merupakan jenis bom dahsyat jenis Special Atomic Demolition Munitions (SADM) alias Micro Nuke atau Nuklir Kecil. Ini dibuktikan dari munculnya cendawan raksasa di atas Jalan Legian Bali pasca pemboman, yang merupakan salah satu ciri khusus bom micro nuke.Bom Bali I mampu menerbangkan aspal dan batu-batu seberat 2 ton ke udara sehingga membentuk kawah berdiameter 7 meter sedalam 4 meter, mengangkat mobil hingga 6 meter ke udara dan membakar ratusan mobil lainnya, melukai 300 orang dan menewaskan 202 orang, menghancurkan 47 bangunan, membunuh manusia dalam radius 200 meter dan mampu menimbulkan shock-wave dengan kekuatan 1 juta kaki perdetik, serta getarannya terasa hingga 12 km dari pusat ledakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila menggunakan jenis TNT, maka membutuhkan beberapa ratus ton TNT, yang hanya dapat diangkut dengan truk trailler. Padahal, Amrozi cs hanya menggunakan Colt L-300 yang daya angkutnya tidak lebih dari 3 ton. Menariknya, empat bulan sebelum terjadinya Bom Bali I, FBI telah mengetahui rencana pemboman di Bali yang diperintahkan oleh Hambali, petinggi Al Qaeda di Asia Tenggara. Pasalnya, FBI berhasil menangkap anggota Al Qaeda, Muhammad Jubara yang memberi informasi kalau Al Qaeda akan melakukan pemboman di Bali, seperti yang diberitakan koran Australia, Sydney Morning Herald (26/2/2004). Dengan demikian, logikanya adalah agen Biro Investigasi Federal AS tersebut jauh hari sudah mengetahui rencana pemboman Bali bahkan hingga tempat, tanggal, hari, jam, menit dan detiknya. dua hari sebelum peristiwa Bam Bali I, pemerintahan Presiden Bush telah mengeluarkan travel warning bagi warga AS untuk menghindari bar, restoran, dan klub malam di Bali. Sedangkan pemerintah Australia tidak pernah mengeluarkan travel warning bagi warganya meski telah diperingatkan oleh pemerintah AS. Maka tidaklah mengherankan jika hanya 1 warga negara AS yang jadi korban, sementara 88 warga Australia ikut menjadi korban para peristiwa dahsyat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya lagi, terjadinya peristiwa pemboman atau tertangkapnya gembong teroris. Pada peristiwa Bom Bali II, terjadi setelah pemerintah menaikkan harga BBM dan protes yang meluas di kalangan masyarakat. Kemudian tewasnya Ibrahim, yang menjadi pelaku utama Bom Ritz Carlton dan Mariot dalam pengepungan, terjadi ketika sedang kisruh hasil Pemilu. Dan saat ini, tewasnya Nurdin M. Top terjadi ketika kisruh di tubuh KPK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah terorisme merupakan sebuah konspirasi besar, waktu yang kemudian menjawabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4831088536176953308?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4831088536176953308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4831088536176953308' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4831088536176953308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4831088536176953308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/09/tewasnya-nurdin-m-top-terorism-is-big.html' title='Tewasnya Nurdin M Top (Terorism is a big conspiracy?)'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-186469640992964198</id><published>2009-09-09T11:03:00.003+07:00</published><updated>2009-09-24T16:26:40.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>tentang bank syariah</title><content type='html'>Bank Syariah rasa-rasanya sedang menjadi tren dalam perekonomiaan saat ini. Berbagai Bank kemudian memiliki unit-unit syariah. Terlebih lagi, ketika dunia sedang dilanda krisis finansial global, bank syariah terbukti tak terkena imbas karena bergerak di sektor riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aset lembaga keuangan syariah dunia pun diperkirakan mencapai 250 milliar dollar AS dan tumbuh rata-rata 15% per tahun. Sementara itu, di Indonesia, volume usaha perbankan syariah selama 5 tahun terakhir tumbuh rata-rata 60% per tahun. Pada tahun 2005, perbankan syariah membukukan laba Rp 238,6 miliar atau meningkat 47% dari tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tren Bank syariah pun mengemuka seiring dengan ramadhan, dimana rasa-rasanya Bank Syariah menjadi budaya pop. Pun demikian, perlu untuk mengetahui apa dan bagaimana bank syariah daripada sekedar terjeban pada budaya pop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;sejarah bank syariah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel islam, karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar, mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967, dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Bank-bank ini, yang tidak memungut maupun menerima bunga, sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di negara yang sama, pada tahun 1971, Nasir Social bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama maupun syariat islam.&lt;br /&gt;Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam, walaupun utamanya bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. IDB menyediakan jasa finansial berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibelahan negara lain pada kurun 1970-an, sejumlah bank berbasis islam kemudian muncul. Di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975), Faisal Islamic Bank of Sudan (1977), Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979). Dia Asia-Pasifik, Phillipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 berdasarkan dekrit presiden, dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah [[haji].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia. Berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. [1].Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-186469640992964198?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/186469640992964198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=186469640992964198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/186469640992964198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/186469640992964198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/09/tentang-bank-syariah_658.html' title='tentang bank syariah'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-7539847795882869539</id><published>2009-09-08T15:08:00.003+07:00</published><updated>2009-09-27T10:10:53.230+07:00</updated><title type='text'>for my lovely dad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Sr7XsPat2nI/AAAAAAAAAMY/tCdL8iUYPHg/s1600-h/i%2520love%2520my%2520daddy_JPG.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Sr7XsPat2nI/AAAAAAAAAMY/tCdL8iUYPHg/s320/i%2520love%2520my%2520daddy_JPG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385979359434496626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Today is my Dad's birthday. Happy birthday dad..&lt;br /&gt;and this song (Dady's little girl) is dedicated for my dad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He was the calm in the storm&lt;br /&gt;Daddy kept us warm&lt;br /&gt;(and) What will I do when he's gone&lt;br /&gt;How will I carry on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes I know when it's his time to go&lt;br /&gt;That I'll have to grow up too&lt;br /&gt;Oh can't I stay right here&lt;br /&gt;and be daddy's little girl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So how did the years go so fast&lt;br /&gt;Or did we just lose track&lt;br /&gt;So now we can't waste any time&lt;br /&gt;I'll make each moment mine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes I know when it's his time to go...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The time keeps moving&lt;br /&gt;Life keeps passing&lt;br /&gt;There's still so much to say&lt;br /&gt;But I will go on&lt;br /&gt;I will be strong&lt;br /&gt;I will find my way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I look in the face of the child&lt;br /&gt;I see you in her eyes&lt;br /&gt;And we're all so much the same&lt;br /&gt;We'll carry on your name&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes I know when that you have to go&lt;br /&gt;and I have to grow up too&lt;br /&gt;Oh can't I stay right here and be daddy's little girl&lt;br /&gt;Oh can't I stay right here and be daddy's little girl&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-7539847795882869539?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/7539847795882869539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=7539847795882869539' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7539847795882869539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/7539847795882869539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/09/for-my-lovely-dad.html' title='for my lovely dad'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/Sr7XsPat2nI/AAAAAAAAAMY/tCdL8iUYPHg/s72-c/i%2520love%2520my%2520daddy_JPG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5478398190198849982</id><published>2009-08-26T03:25:00.003+07:00</published><updated>2009-09-18T22:13:02.088+07:00</updated><title type='text'>Perkebunan Sawit dan Lingkungan</title><content type='html'>Hingga saat ini, kelapa sawit merupakan primadona perkebunan di Indonesia. Tidak mengherankan jika kemudian pengadaan kelapa sawit pun terjadi di berbagai daerah. Sampai dengan akhir tahun 2003, terdapat 4.3 juta hektar lahan kelapa sawit, dari target 9.13 juta hektar, dengan pertumbuhan rata-rata 10% per tahun. Dengan luas 4.3 juta hektar, dapat memproduksi 7.1 juta ton crude palm oil per tahun, dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan areal perkebunan sawit terluas di dunia. Indonesia (bersama Malaysia) pun menjadi penguasa 85% perkebunan kelapa sawit dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya perkembangan perkebunan kelapa sawit tidak lepas dari tinggnya permintaan akan kelapa sawit. Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak menggunakan produk yang berasal dari kelapa sawit, misalnya sabun, margarin dan sebagainya, selain itu kelapa sawit merupakan bahan baku biofuel yang diyakini ramah lingkungan. Tingginya permintaan akan kelapa sawit merupakan peluang dalam meningkatkan penghasilan negara. Tidak heran, jika kelapa sawit kemudian dipandang sebagai solusi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, keberadaan kelapa sawit bukan tanpa masalah, kelapa sawit menimbulkan masalah yang cukup kompleks, misalnya saja kerusakan hutan, kepunahan satwa, banjir, pencemaran air, konflik tanah dan kebakaran hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perkebunan Sawit dan Kerusakan Lingkungan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data dari Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (PSHK), kawasan hutan menyusut dari 143 juta hektar menjadi 72 hektar akibat dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Ini artinya pembukaan perkebunan kelapa sawit telah menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya hutan, dan hal ini tentu saja membawa dampak yang kompleks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konversi hutan tropis menjadi perkebunan kelapa sawit telah merubah hutan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dengan perkebunan monokultur. Ini menyebabkan spesies hewan dan tumbuhan yang menggantungkan hidupnya di hutan menjadi terancam. Akibatnya, tidak jarang ditemui konflik terbuka antara manusia dengan hewan pada poembukaan lahan kelapa sawit. Menyempitnya areal hutan juga menyebabkan banyak satwa sulit mendapatkan makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Paulus Florus (1999), pendapatan tidak tunai masyarakat seperti sayuran, padi, umbi-umbian, jagung, kayu bakar, tanaman obat dan lauk-pauk (baik di darat atau di sungai dan danau) menjadi hilang karena hutan dan areal pertanian dijadikan perkebunan kelapa sawit. Keluarga petani justru mengalami penurunan pendapatan antara 40 - 60% bila menjadi petani sawit. Hal ini diperkuat dengan penelitian Thomas Daliman (1998) di perusahaan sawit PTPN 13 Kalimantan Barat, yang menyimpulkan bahwa pendapatan petani sawit tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik minimum petani lajang. Bukti lain ditunjukkan dengan semakin miskinnya masyarakat adat yang dapat dilihat dari rumah tidak layak huni, pendidikan anak yang telantar, penyakit akibat gizi buruk, tidak adanya tabungan masa depan, degradasi moral, serta beban hutang selama puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan lahan kelapa sawit pun acap kali memicu terjadinya konflik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5478398190198849982?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5478398190198849982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5478398190198849982' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5478398190198849982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5478398190198849982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/08/perkebunan-sawit-dan-lingkungan.html' title='Perkebunan Sawit dan Lingkungan'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-3420119187775189982</id><published>2009-08-24T17:55:00.001+07:00</published><updated>2009-09-18T22:41:37.181+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Pribadi Yang Ramah Lingkungan</title><content type='html'>Seberapa ramahkah anda terhadap lingkungan? Atau seberapa pedulikah anda terhadap kelestarian lingkungan? Atau apa yang telah anda lakukan untuk menyelamatkan lingkungan? Pertanyaan tersebut bukan untuk menghakimi, namun agar sejenak kita merefleksikan apa yang telah kita perbuat selama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana lingkungan rasa-rasanya telah menjadi wacana yang mendunia, dimana slogan-slogan untuk menyelamatkan lingkungan pun acap kali didengar, misalnya saja Go green, stop global warming, dan sebagainya. Namun sungguhkah kita telah mampu menjadi pribadi yang ramah lingkungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelamatkan lingkungan menurut saya tidak saja diukur dari hal-hal yang sifatnya besar-besar, seperti menyelamatkan hutan yang gundul, menyelamatkan species yang langka, dan sebagainya. Pribadi yang ramah lingkungan akan merefleksikan apa yang menjadi pandangannya tentang 'ramah lingkungan' dalam usaha kesehariannya. Ini adalah kesadaran yang sesungguhnya menurut saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk lebih ramah terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi pemakaian plastik&lt;br /&gt;Plastik merupakan jenis limbah yang sulit untuk diurai, padahal rasa-rasanya dalam kehidupan keseharian kita tidak bisa dilepaskan dari plastik. Setiap kali membeli sesuatu pasti sang penjual memberi kita kantung plastik. Karenanya, untuk mengurangi jumlah pemakaian kantung plastik, usahakan untuk membawa kantung plastik kemanapun anda pergi, sehingga ketika anda membeli sesuatu, anda menggunakan kantung plastik yang sudah anda bawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bijaksana dalam pemakaian kertas&lt;br /&gt;Sebagaimana yang kita tahu, bahwa kertas terbuat dari kayu. Ini berarti semakin banyak kertas diproduksi, semakin banyak pohon yang ditebang. Karenanya, perilaku bijaksana dalam pemakaian kertas harus dibiasakan dan menjadi gaya perilaku sehari-hari. Bagaimana tidak karena rasanya kertas adalah benda yang sering digunakan. Anda bisa menghitung berapa banyak pemakaian kertas anda dalam waktu satu hari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-3420119187775189982?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/3420119187775189982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=3420119187775189982' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3420119187775189982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/3420119187775189982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/08/menjadi-pribadi-yang-ramah-lingkungan.html' title='Menjadi Pribadi Yang Ramah Lingkungan'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-8783564446919874847</id><published>2009-08-20T10:43:00.003+07:00</published><updated>2009-09-18T22:40:26.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><title type='text'>sekilas tentang perubahan iklim</title><content type='html'>Perubahan iklim  rasa-rasanya telah menjadi salah satu isu yang mengemuka. Ini tidak lepas dari adanya pelbagai bencana yang dihadapi serta kerusakan lingkungan yang semakin parah saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Iklim merupakan suatu keadaan berubahnya pola iklim dunia. Suatu daerah mungkin mengalami pemanasan, tetapi daerah lain mengalami pendinginan yang tidak wajar. Akibat kacaunya arus dingin dan panas ini maka perubahan iklim juga menciptakan fenomena cuaca yang kacau, termasuk curah hujan yang tidak menentu, aliran panas dan dingin yang ekstrem, arah angin yang berubah drastis, dan sebagainya. Perubahan iklim merupakan dampak atau akibat dari pemanasan global, yaitu meningkatnya suhu rata-rata permukaan Bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas rumah kaca merupakan kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat. Disebut dengan gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer Bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Gas-gas tesebut diperlukan untuk menjaga kehidupan di Bumi, karena tanpa keberadaan gas rumah kaca Bumi akan terlalu dingin untuk ditinggali sebab tidak ada lapisan yang mengisolasi panas matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Dinitrogen Oksida (N2O) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan   72 kali  dari molekul CO2. Molekul N2O bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai   296 kali  dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Industri Ternak dan Pemanasan Global&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 menyebutkan bahwa, "industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh  transportasi di seluruh dunia (13%). " Hampir seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua kendaraan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor peternakan telah menyumbang 9 persen karbon dioksida, 37 persen gas metana (mempunyai efek pemanasan 72 kali lebih kuat dari CO2 dalam jangka 20 tahun, dan 23 kali dalam jangka 100 tahun), serta 65 persen dinitrogen oksida (mempunyai efek pemanasan 296 kali lebih lebih kuat dari CO2). Peternakan juga menimbulkan 64 persen amonia yang dihasilkan karena campur tangan manusia sehingga mengakibatkan hujan asam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternakan juga telah menjadi penyebab utama dari kerusakan tanah dan polusi air. Saat ini peternakan menggunakan 30 persen dari permukaan tanah di Bumi, dan bahkan lebih banyak lahan serta air yang digunakan untuk menanam makanan ternak. Menurut laporan Bapak Steinfeld, pengarang senior dari Organisasi Pangan dan Pertanian, Dampak Buruk yang Lama dari Peternakan - Isu dan Pilihan Lingkungan (Livestock’s Long Shadow–Environmental Issues and Options), peternakan adalah "penggerak utama dari penebangan hutan …. kira-kira 70 persen dari bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Selain itu, ladang pakan ternak telah menurunkan mutu tanah. Kira-kira 20 persen dari padang rumput turun mutunya karena pemeliharaan ternak yang berlebihan, pemadatan, dan erosi. Peternakan juga bertanggung jawab atas konsumsi dan polusi air yang sangat banyak. Di Amerika Serikat sendiri, trilyunan galon air irigasi digunakan untuk menanam pakan ternak setiap tahunnya. Sekitar 85 persen dari sumber air bersih di Amerika Serikat digunakan untuk itu. Ternak juga menimbulkan limbah biologi berlebihan bagi ekosistem.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-8783564446919874847?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/8783564446919874847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=8783564446919874847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8783564446919874847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/8783564446919874847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/08/sekilas-tentang-perubahan-iklim.html' title='sekilas tentang perubahan iklim'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5238066094912966920</id><published>2009-08-11T10:33:00.003+07:00</published><updated>2009-09-18T22:40:38.128+07:00</updated><title type='text'>Para Janda Memprotes Tunjangan Pernikahan</title><content type='html'>Kathmandu - sekitar 200 perempuan berjalan kaki menuju Ibukota Nepal  pada hari senin lalu untuk memprotes rencana pemerintah memberikan insentif kepada laki-laki untuk menikahi para janda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana Koalisi Kiri Tengah Nepal untuk membayar $650 kepada laki-laki untuk menikahi janda yang diumumkan sebulan yang lalu telah memicu kemarahan para janda. Perempuan tersebut membawa slogan seperti "Kamu tidak dapat menjual ibumu," dan "Kami tidak mengingkan mahar dari pemerintah," di depan kantor Perdana Menteri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi demonstrasi tersebut dihentikan oleh pasukan polisi, namun tidak ada kekerasan atau penangkapan. Durga Neupane, seorang janda dan pemimpin aksi tersebut, mengatakan akan memobilisasi janda-janda dari Himalaya jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan mereka sampai dengan hari Jum'at. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jika permasalahan ini belum selesai, kami akan mengorganisir para janda di negara ini dan melakukan protes."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana tersebut dikemukakan pemerintah untuk membantu para janda dalam menghadapi kendala sosial dan budaya di masyarakat yang sebagian besar beragama Hindu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neupane mengatakan bahwa rencana tersebut merendahkan mereka, karena laki-laki akan menikahi para janda untuk uang dan kemudian akan mengabaikan mereka. Para janda seharusnya dibantu dalam hal pekerjaan, mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari reuters.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5238066094912966920?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5238066094912966920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5238066094912966920' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5238066094912966920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5238066094912966920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/08/para-janda-memprotes-tunjangan.html' title='Para Janda Memprotes Tunjangan Pernikahan'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-6256993293533569386</id><published>2009-07-30T11:39:00.000+07:00</published><updated>2009-09-24T11:40:02.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi'/><title type='text'>Good Will Hunting</title><content type='html'>Director : Gus Van Sant&lt;br /&gt;Writer   : Ben Afflect, Matt Damon&lt;br /&gt;Genre    : Drama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;will hunting, 21 years old man, is an orphaned young genius, assigned by his parole officer to a janitorial job at MIT. will is a troubled individual and when he was a child, he was the frequent victim of abuse. but he's a mathematical genius with a photographic memory and the ability to conceive simple solutions to complex problem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;then, he solving a difficult theorem on a hallway blackboard. &lt;br /&gt;&lt;span id=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-6256993293533569386?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/6256993293533569386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=6256993293533569386' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6256993293533569386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/6256993293533569386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/07/good-will-hunting.html' title='Good Will Hunting'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5536430774622848193</id><published>2009-07-16T15:41:00.003+07:00</published><updated>2009-09-18T22:40:59.181+07:00</updated><title type='text'>Mewujudkan Kota Ramah Anak: Memberikan Ruang Publik Bagi Anak</title><content type='html'>Fenomena anak yang bermain di jalan raya atau bahkan gang, adalah realitas yang dapat dengan mudah kita temui. Anak-anak berebut tempat dengan para pengguna jalan lainnya, dimana jalan kemudian dirubah menjadi arena bermain sepakbola, bulu tangkis, dan sebagainya. Terkait dengan hal tersebut, bermain-main di jalan raya menjadi salah satu penyebab kematian anak-anak berusia 10 - 14 tahun. Ini tentu saja bukan suatu hal yang berlebih, mengingat anak-anak yang bermain di jalan raya beresiko tertabrak kendaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan anak-anak untuk bermain di jalan raya bukanlah penyelesaian. Bagaimana tidak karena dunia anak adalah dunia bermain-main. Persoalannya di sini adalah kurangnya ruang bermain bagi anak-anak, sehingga mereka menjadikan tempat-tempat yang tidak selayaknya menjadi tempat bermain, menjadi ruang bermainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak memiliki energi untuk beraktivitas yang lebih besar dan lebih lama dibanding orang dewasa dalam hal bermain, maka wajar jika anak membutuhkan ruang bermain yang lebih luas. Ironisnya tempat bermain adalah hal yang langka saat ini, dimana tidak semua tempat menyediakan ruang bermain yang memadai bagi anak atau jika ada harus membayar tiket yang relatif mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dapat dikatakan sebagai bentuk kriminal pada anak-anak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(to be continue)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5536430774622848193?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5536430774622848193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5536430774622848193' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5536430774622848193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5536430774622848193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/07/mewujudkan-kota-ramah-anak-memberikan.html' title='Mewujudkan Kota Ramah Anak: Memberikan Ruang Publik Bagi Anak'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-4754380009939588328</id><published>2009-07-01T20:10:00.006+07:00</published><updated>2009-07-02T15:50:37.630+07:00</updated><title type='text'>Ulang Tahun Jakarta: Menjadikan Jakarta Kota Ramah Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SktpD1jYEiI/AAAAAAAAALA/fcLwEg0YY0g/s1600-h/IMG_0154.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SktpD1jYEiI/AAAAAAAAALA/fcLwEg0YY0g/s320/IMG_0154.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353488096695947810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;500 tahun yang lalu, Jakarta adalah sebuah bandar kecil di muara sungai Ciliwung. Kota bandar itu kemudian berkembang menjadi bandar internasional yang ramai. Dalam laporan para penulis Eropa pada abad XVI, kota itu disebutkan sebagai sebuah kota bernama Kalapa yang menjadi Bandar Kerajaan Hindu bernama Sunda yang beribukota di Pajajaran. &lt;br /&gt;Dalam upaya pencarian akan rempah-rempah, Portugis menduduki kota tersebut. Selanjutnya, Kalapa berhasil dikuasai oleh seorang muda bernama Fatahillah yang kemudian mengganti nama Kalapa menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1527 (yang kemudian menjadi hari ulang tahun kota Jakarta). Pada akhir abad XVI, Jayakarta dikuasai oleh VOC, dan diubah namanya menjadi Batavia. Batavia selanjutnya menjadi pusat perekonomian dan pemerintahan. (http://www.my-indonesia.info/page.php?ic=1197&amp;id=1461).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Juni yang lalu, Jakarta merayakan ulang tahunnya ke-482, sebuah perjalanan yang cukup panjang tentunya. Momen ini cukup istimewa, mengingat yang berulang tahun adalah ibukota negara. Berbagai even pun digelar, sebut saja Festival Passer Baru, Pekan Raya Jakarta hingga banjir diskon di beberapa tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah menarik untuk melihat fenomena anak di Jakarta, mengingat jumlah anak di Jakarta cukup banyak, sekitar 60-70% dari jumlah populasi di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kota Ramah Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SkvAy-hNkeI/AAAAAAAAALI/mEkRHMRBWQ4/s1600-h/smallCFCI_unicef.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 171px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SkvAy-hNkeI/AAAAAAAAALI/mEkRHMRBWQ4/s320/smallCFCI_unicef.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353584564068258274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ide tentang kota diawali dengan penelitian tentang Childern’s Perception of the Environment oleh Kevin Lynch (arsitek dari Massachusetts Institute of Technology) di 4 kota, yaitu Melbourne, Warsawa, Salta dan Mexico City pada tahun 1971 – 1975, dalam rangka program Growing Up in the City yang disponsori oleh UNESCO. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa lingkungan kota yang terbaik bagi anak adalah yang memiliki komuniti yang kuat secara fisik dan sosial, mempunyai aturan yang tegas dan jelas, yang memberi kesempatan kepada anak; dan fasilitas pendidikan yang mampu memberi kesempatan bagi anak untuk mempelajari dan menyelidiki lingkungan serta dunia mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran internasional, terkait dengan hal anak, PBB telah mengadopsi Konvensi Hak Anak Tahun 1989, yang didalamnya memuat 4 hak pokok anak, yaitu hak hidup, perlindungan, tumbuh kembang dan partisipasi. Selain itu, terdapat pula prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, yaitu non diskriminasi dan mengutamakan yang terbaik untuk anak (the best interested of child). &lt;br /&gt;Pada KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992, disepakati prinsip-prinsip Agenda 21, yaitu Program Aksi untuk Pembangunan Berkelanjutan. Pada Bab 25 Agenda 21 dinyatakan bahwa anak dan remaja merupakan salah satu major group yang dilibatkan untuk melindungi lingkungan dan kegiatan masyarakat yang sesuai dan berkelanjutan. Bab 28 Agenda 21 juga menjadi rujukan bahwa remaja berperan serta dalam pengelolaan lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Kevin Lynch kemudian ditinjau kembali, dan dilakukan penelitian serupa oleh Dr Louse Chawla dari Children and Environment Program of the Norwegian Centre for Child Research yang diseponsori oleh UNESCO dan Child Watch International di Argentina (Buenos Aires dan Salta), Australia (Melbourne), Inggris (Northampton), India (Bangalore), Norwegia (Trondheim), Polandia (Warsawa), Afrika Selatan (Johannesburg) dan Amerika Serikat (Oaklands dan California). Selanjutnya, pada Konferensi Habitat II di Istambul, Turki pada tahun 1996 ditandatangani sebuah Program Aksi untuk Membuat Permukiman yang lebih nyaman untuk ditempati dan berkelanjutan. Dalam pasal 13, secara spesifik ditegaskan bahwa anak dan remaja harus mempunyai tempat tinggal yang layak, terlibat dalam proses pengambilan keputusan, terpenuhinya kebutuhan dan peran anak dalam bermain di komunitinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mewujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-4754380009939588328?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/4754380009939588328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=4754380009939588328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4754380009939588328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/4754380009939588328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/07/mewujudkan-jakarta-ramah-anak.html' title='Ulang Tahun Jakarta: Menjadikan Jakarta Kota Ramah Anak'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SktpD1jYEiI/AAAAAAAAALA/fcLwEg0YY0g/s72-c/IMG_0154.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-1095567854144794104</id><published>2009-06-06T00:23:00.004+07:00</published><updated>2009-09-18T22:41:51.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>sejenak berbincang nasib BMI</title><content type='html'>Fenomena buruh migran kemudian memunculkan apa yang dinamakan dengan feminisasi migrasi. Dimana banyak perempuan kemudian menjadi buruh migran di beberapa negara. Alih-alih memperoleh rezeki yang sulit didapatkan di negeri sendiri tidak jarang buruh migran ini mengalami eksploitasi di tempat kerja. Eksploitasi tubuh atau kerja terkadang ditambah pula dengan kekerasan yang dilakukan oleh suami. Keadaan semacam ini saya jumpai dalam perjumpaan saya dengan beberapa kawan saya yang menjadi BMI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya S. Seorang perempuan yang tinggal di sebuah kota di kawasan Pantai utara di Jawa Barat. Kemiskinan kemudian membuat banyak perempuan di desa tempat tinggalnya beramai-ramai ke luar negeri untuk bekerja. Entah itu melalui jalur legal ataupun ilegal. Demikian halnya dengan S yang kemudian berangkat sebagai BMI di sebuah negara di kawasan timur tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami S mengizinkannya berangkat ke luar negeri sebagai BMI. Bagi perempuan lebih mudah bekerja di luar negeri ketimbang laki-laki. Berbeda dengan laki-laki yang harus membayar sejumlah uang dengan nominal yang cukup tinggi. Bagi perempuan biaya yang dikeluarkan jauh lebih rendah. Selain itu, perempuan lebih banyak dibutuhkan karena sektor yang membutuhkan adalah rumah tangga dan dengan upah yang rendah karena pekerjaan di ranah domestik belum dihargai. Ini tentu saja tidak lepas dari adanya ketidakadilan gender, dimana perempuan diperankan dengan peran domestik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dengan nasib BMI lainnya, S bekerja siang malam dengan sedikit waktu untuk beristirahat. Setiap bulannya S mengirimkan uang kepada suaminya. Berkat kiriman uang dari S, suami S membeli sebuah rumah dan dia mengatakan pada S akan mengikuti pemilihan lurah di desanya. Bukan rahasia lagi jika untuk menjadi calon lurah harus mengeluarkan uang yang cukup banyak. Alhasil uang yang dikirimkan S tersedot untuk hal itu, dan malangnya suami S kalah dalam pemilihan lurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahun berlalu, dan kontrak kerja S pun habis sehingga S memutuskan untuk pulang. Ketika pulang, betapa kecewanya S ketika mengetahui bahwa suaminya telah menikah lagi dan S tidak diperbolehkan tinggal di rumah yang dibeli melalui hasil keringatnya. Hasil kiriman S selama bekerja di luar negeri habis tak bersisa, bahkan terusir dari rumahnya sendiri. Dengan nasibnya itu, S kemudian memutuskan untuk kembali ke luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di kota yang sama. Sebut saja namanya N. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, apalagi penghasilan suaminya sebagai pengayuh becak yang tidak seberapa membhuat N memutuskan untuk bekerja di luar negeri sebagai PRT. Belum 2 tahun masa kerjanya, N kembali ke kampungnya dalam keadaan hamil. Majikannya telah menghamilinya dan tidak mau bertanggung jawab. Bahkan majikan perempuannya memukulinya karena hal tersebut. N tidak kuasa membela diri, dan dia dipulangkan. Beruntunglah, suaminya mau menerimanya. Dengan keadaan N tersebut, tentu saja membuat perekonomian keluarga muda itu semakin sulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita S ataupun N tentu saja hanya 2 dari banyak cerita sedih pahlawan devisa negara ini. Persoalan buruh migran bukanlah hal baru, dan tentu saja diperlukan komitmen yang serius untuk mengatasi hal ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-1095567854144794104?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/1095567854144794104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=1095567854144794104' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1095567854144794104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1095567854144794104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/06/sejenak-berbincang-nasib-bmi.html' title='sejenak berbincang nasib BMI'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-5312822995696984822</id><published>2009-06-04T20:29:00.007+07:00</published><updated>2009-09-18T22:42:04.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Setahun berlalu..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SilxRz8mlQI/AAAAAAAAAK4/uaKgEAgT3ww/s1600-h/IMG_0137.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SilxRz8mlQI/AAAAAAAAAK4/uaKgEAgT3ww/s320/IMG_0137.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343926983667913986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keresahan, mungkin dari sana semuanya bermula. Keresahan akan kemapanan yang sejenak aku nikmati, keresahan untuk belajar, keresahan untuk berbagi, keresahan untuk berbuat sesuatu, dan segala alasan lain yang tidak bisa diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tentu saja bukan suatu hal yang kebetulan, karena tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan. Ini aku sadari betul. Segala keresahan yang mencari bentuknya dan kemudian hal ini ada. Membuat aku berproses dengan mereka, kawan-kawanku. Belajar dari mereka, memuaskan ingin tahuku, bergumul dengan ingin serta kebingunganku. Dan tak terasa setahun lebih telah berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan, kawan-kawan kecilku telah menyeruak dalam hatiku. Memiliki tempat hingga membuatku memikirkannya. Sungguh mereka survivor yang baik, mampu bertahan dalam lingkungannya yang mungkin aku tidak sanggup. Namun persoalannya adalah bagaimana agar daya survive mereka pun berkualitas. Terlalu bombastis jika dibilang itu adalah PRku.. Namun rasanya ingin berbuat sesuatu untuk mereka, dengan langkah kecilku yang berusaha menemani mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun ini ada banyak rasa yang tak bisa diungkap. Ketika bosan menyeruak, atau ketika semangat berfluktuasi atau ketika harus menyembunyikan rasa. Sungguh bukan hal yang mudah. Yang kadang ingin membuatku lari menyingkir, menghilang atau apalah. Terasa egois rasanya, apalagi ini jelas bertentangan dengan apa yang aku yakini dalam menjalin hubungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua rasa yang ada, tentunya tidak sebanding dengan tanggung jawab moralku atau kebahagiaan melihat senyum mereka. Semoga ini 'kan terus menjadi semangatku. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-5312822995696984822?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/5312822995696984822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=5312822995696984822' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5312822995696984822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/5312822995696984822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/06/setahun-berlalu.html' title='Setahun berlalu..'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SilxRz8mlQI/AAAAAAAAAK4/uaKgEAgT3ww/s72-c/IMG_0137.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29639871.post-1592913505293255197</id><published>2009-06-02T19:29:00.003+07:00</published><updated>2009-09-18T22:42:28.045+07:00</updated><title type='text'>Hak Perempuan Adat Terpencil dalam Konteks Hak Asasi Perempuan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;Hak asasi perempuan dan anak perempuan merupakan bagian yang melekat, menyatu &lt;br /&gt;dan tidak terpisahkan dari hak asasi manusia yang universal.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Deklarasi dan Program Aksi Wina*&lt;br /&gt;(bag. I, ayat 18)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Adat Terpencil (KAT) adalah kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial, ekonomi maupun politik (Keppres No. 111 Tahun 1999 tentang Pembinaan Kesejahteraan Sosial Komunitas Adat Terpencil). KAT tersebar di seluruh Indonesia, baik di pulau besar maupun di pulau kecil. Berdasarkan data Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, Departemen Sosial, persebaran KAT di Indonesia sebesar 229.479 KK, dan pada hingga tahun 2008, jumlah yang sudah diberdayakan sebanyak 73.514 KK dan yang belum diberdayakan sebanyak 143.402 KK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari warga Negara Indonesia, KAT memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara lainnya. Pun demikian karena keterbatasannya, hak-hak warga KAT relatif belum/ kurang terpenuhi, baik dalam hak sipil dan politik (sipol) serta hak ekonomi, sosial dan budaya (ekosob). Akibatnya hak-hak warga KAT sebagai warga negara belum dapat dinikmati, sehingga KAT menjadi bagian dari kelompok marginal di negara ini. Karenanya dalam upaya pemberdayaan KAT mencakup pula upaya perlindungan terhadap KAT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan upaya perlindungan terhadap KAT dan upaya pemenuhan hak-haknya, menarik untuk melihat mengenai hak-hak perempuan KAT. Jika KAT merupakan bagian dari kelompok marginal, maka perempuan KAT berada dalam kondisi yang lebih tidak diuntungkan, karena mereka adalah KAT dan karena mereka perempuan. Sebagaimana yang diketahui bersama bahwa hingga saat ini ketimpangan gender adalah realita yang masih sering ditemukan di lapangan dan perempuan KAT merupakan bagian dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the voiceless&lt;/span&gt; yang juga mengalami dampak dari ketimpangan gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks hukum internasional, telah ada pengakuan terhadap Hak Asasi Perempuan (HAP), demikian pula halnya dengan perempuan komunitas adat terpencil. Sebagaimana dengan perempuan lainnya, perempuan komunitas adat terpencil memiliki hak yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perkembangan Hak Asasi Perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;HAP dapat dipahami sebagai hak yang dimiliki oleh seorang perempuan, karena dia perempuan. HAP muncul karena &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Universal Declaration of Human Right Declaration&lt;/span&gt; (UDHR) belum mampu mengakomodasi perlindungan terhadap perempuan atas pelaksanaan haknya. Jadi, HAP merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM), yang tidak lepas dari sejarah perkembangan HAM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAP merupakan gelombang HAM ketiga,  yang muncul karena UDHR beserta dua konvensi turunannya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;International Covenant on Civil and Political Rights&lt;/span&gt; (ICCPR) dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;International Covenant on Economic, Social and Cultural Right&lt;/span&gt;s (ICESCR) belum cukup mengakomodir hak dasar perempuan, belum mengakui adanya perbedaan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(differences)&lt;/span&gt; antara perempuan dan laki-laki serta tidak mengatur aksi afirmatif kepada kelompok rentan, termasuk perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1979, PBB mengadopsi Konvensi Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Wome&lt;/span&gt;n/ CEDAW). CEDAW merupakan deklarasi hak asasi manusia yang secara komprehensif mengakui HAP dan menjadi instrumen universal pertama yang mengatur HAP. Bahkan CEDAW dianggap sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bill of rights for wome&lt;/span&gt;n yang menjadi standar universal pertama yang mengatur tentang HAP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lahirnya CEDAW, telah ada instrumen-instrumen internasional yang diadopsi berkaitan dengan perempuan. Konvensi Pemberantasan Perdagangan Manusia dan Eksploitasi Manusia tahun 1949, memberikan perhatian terhadap kerentanan perempuan di wilayah/ lingkungan khusus. Bahkan pada tahun 1951, ILO telah menetapkan perjanjian antara Negara untuk menerapkan upah yang sama antara laki-laki dan perempuan untuk pekerjaan yang sama nilainya.  PBB pada tahun 1967, mengeluarkan deklarasi mengenai Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan. Pada tahun 1974, PBB mengeluarkan Deklarasi Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Keadaan Darurat dan Konflik Bersenjata, yang menunjukkan adanya pengakuan terhadap kerentanan perempuan dan anak dalam situasi konflik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEDAW memuat 12 area HAP, yaitu peran stereotipe dan prasangka; prostitusi; kehidupan publik dan politik; partisipasi pada tingkat internasional; kewarganegaraan; hak yang sama dalam pendidikan; ketenagakerjaan; kesehatan dan keluarga berencana; ekonomi dan manfaat sosial; perempuan pedesaan; persamaan di muka hukum; serta perkawinan dan hukum keluarga.  Kedua belas area HAP tersebut mencakup hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Ini artinya CEDAW secara holistik memasukkan hak-hak tersebut dalam segala bidang kehidupan manusia, tanpa mendikotomikan antara urusan publik dan privat. Hal itu berbeda dengan instrumen HAM sebelumnya yang mendikotomikan antara yang publik dan yang privat, padahal keduanya saling kait mengkait. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan HAP tidak berhenti pada CEDAW, namun berkembang ke isu-isu yang belum diakomodasi dalam CEDAW. Dalam Konferensi HAM di Wina Tahun 1993, HAP dan hak anak diakui sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari HAM universal.  Pada tahun 1995 diadakan Konferensi Sedunia keempat tentang Perempuan di Beijing yang menghasilkan Deklarasi Beijing dan Landasan Aksi Beijing. Dalam konferensi Beijing ini dirumuskan aksi-aksi yang harus dilaksanakan untuk memajukan dan memberdayakan perempuan. Dalam deklarasi ini dinyatakan bahwa persamaan antara perempuan dan laki-laki adalah masalah hak asasi, syarat dari keadilan sosial dan persamaan pembangunan dan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komite CEDAW pada tahun 1992 mengeluarkan Rekomendasi Umum Nomor 19 tentang Kekerasan terhadap Perempuan, dimana kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk diskriminatif terhadap perempuan. Persoalan hak reproduksi kemudian diakui pada tahun 1994 melalui Konferensi tentang Kependudukan dan Pembangunan di Kairo. Konferensi ini merupakan konferensi HAM internasional pertama yang memberikan perhatian kepada orang muda, termasuk perempuan. Pada tanggal 6 Oktober 1999, Majelis Umum PBB mengadopsi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Optional Protocol&lt;/span&gt; terhadap Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, yang memungkinkan pelaporan oleh individu atau kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hak Perempuan Adat terpencil dalam Instrumen HAP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan yang dimiliki warga KAT telah menjadikan mereka sebagai bagian dari kelompok yang termarginalkan di negara ini. Dalam konteks ini, perempuan KAT mengalami dua kali pemarginalan, yaitu karena mereka KAT dan karena mereka perempuan. Oleh karenanya perempuan adat terpencil termasuk dalam kategori kelompok rentan, yang secara spesifik diakui dalam Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan mengenai kelompok-kelompok perempuan yang rentan dengan kekerasan. Ini terlihat dari hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“menimbang, bahwa beberapa kelompok perempuan, seperti perempuan dalam kelompok-kelompok minoritas, perempuan masyarakat adat, perempuan pengungsi, perempuan migran, perempuan yang hidup di pedesaan atau pedalaman, perempuan-perempuan papa, perempuan dalam lembaga pemasyarakatan atau tahanan, perempuan kanak-kanak, perempuan cacat, perempuan lanjut usia, perempuan dalam situasi konflik bersenjata, adalah kelompok yang rentan kekerasan.”&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya konvensi tersebut menunjukkan bahwa perempuan adat terpencil merupakan kelompok perempuan yang rentan terhadap kekerasan dan harus mendapatkan perlindungan. Sebagaimana dengan perempuan lainnya, perempuan adat terpencil memiliki hak yang sama, hanya saja karena keterbatasan yang dihadapi perempuan adat terpencil menyebabkan perlunya perhatian yang lebih serius. Hak-hak perempuan KAT yang perlu diperhatikan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Kesehatan Reproduksi&lt;br /&gt;Kesehatan reproduksi dalam Kongres Kependudukan dan Pembangunan di Kairo tahun 1994 didefinisikan sebagai keadaan sehat fisik, mental, sosial, dan tidak sekedar tidak memiliki penyakit atau keadaan lemah. Ini artinya, kesehatan reproduksi tidak hanya menyangkut persoalan fisik, tetapi juga berkenaan dengan masalah sosial dan mental. Kesehatan reproduksi merupakan hak semua orang, baik itu perempuan ataupun laki-laki. Meski demikian, karena perbedaan status dan sifat khususnya, perempuan menghadapi masalah yang lebih besar. Dalam Rekomendasi Umum No 24 tahun 1999 tentang Perempuan dan Kesehatan (pasal 12) disebutkan bahwa kesehatan reproduksi merupakan hak dasar perempuan.  Hal ini terkait dengan rentannya perempuan terhadap persoalan kesehatan reproduksinya. Karena kondisi biologisnya yang unik, perempuan mengalami kecenderungan mengalami kerentanan dibanding laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan persoalan ini, perempuan memiliki 4 permasalahan yaitu terlalu muda mengalami kehamilan, terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak kelahiran dan terlalu tua melahirkan.  Empat hal tersebut mempengaruhi kesehatan reproduksi perempuan. Kesehatan reproduksi juga menyangkut akses terhadap pelayanan ketika akan melahirkan. Akibat dari lokasinya yang relatif sulit dijangkau sehingga menyebabkan ibu hamil kurang mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Berdasarkan catatan United Nations Children’s Fund (UNICEF), untuk setiap 1.000 kelahiran, empat perempuan meninggal. Di Papua, lebih dari 10 perempuan adat meninggal setiap 1000 kelahiran.  Tingginya tingkat kematian ibu hamil dan bayi yang dilahirkan juga dialami oleh Suku Anak Dalam di Jambi. Ini terlihat dari makin berkurangnya populasi suku tersebut. Data pada tahun 2002 menyebutkan bahwa orang Rimba yang bermukim di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) berjumlah 1.300 jiwa, di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) berjumlah 364 jiwa dan di sepanjang jalan lintas Sumatera 1.259 jiwa, sehingga jumlah keseluruhan adalah 2.923 jiwa. Pada tahun 2008, hasil pendataan Warsi menyebutkan jumlah orang Rimba di TNBD tetap, yaitu 1.300 jiwa, di TNBT 434 jiwa dan sepanjang jalan lintas Sumatera sebanyak 1.375 jiwa. Ini artinya, dalam kurun waktu 7 tahun hanya ada pertambahan sebanyak 186 jiwa.  Hal ini diperkuat dengan laporan para tumenggung (petinggi/ ketua kelompok orang Rimba) mengenai tingginya tingkat kematian akibat melahirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya angka kematian ibu dan anak tidak lepas dari masih terbatasnya akses kesehatan serta masih adanya pernikahan usia muda di kalangan perempuan komunitas adat terpencil. Kehamilan yang terlalu dini merupakan kehamilan yang rawan bagi perempuan karena alat reproduksinya belum siap sehingga dapat menyebabkan terjadinya kematian ibu dan anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadilan terhadap perempuan juga terlihat dari pernikahan, misalnya saja perempuan adat di Kasepuhan menikah berkali-kali tanpa surat resmi dan dinikahkan pada usia muda (12 – 16 tahun). Di Marori Minggey, Merauke, di mana masyarakatnya menganut sistem patrilineal, keberadaan anak laki-laki sangat penting. Akibatnya, apabila dalam suatu keluarga belum memiliki anak laki-laki maka istri (perempuan) harus siap untuk beberapa kali hamil hingga mendapatkan anak laki-laki.  Hal itu tentu saja membuat perempuan sangat rentan kesehatan reproduksinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut, persoalan kesehatan reproduksi merupakan masalah penting. Persoalan kesehatan reproduksi termasuk pula informasi yang lengkap mengenai alat kontrasepsi, keluarga berencana dan alat-alat reproduksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Pendidikan&lt;br /&gt;Hak atas pendidikan penting bagi perempuan dan anak perempuan karena beberapa alasan. Akibat faktor gender, akses perempuan ke dunia pendidikan cukup rendah, selain itu pendidikan belum mampu menjawab kebutuhan spesifik perempuan, misalnya pemahaman akan kesehatan reproduksi perempuan dan hak terbebas dari kekerasan berbasis gender. Pentingnya hak pendidikan bagi perempuan dan anak disadari dalam level internasional, dimana pendidikan dan pelatihan bagi perempuan dan anak perempuan masuk dalam 12 bidang kritis Deklarasi Beijing tahun 1995. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan hak bagi semua orang, termasuk perempuan. Penekanan pada perempuan dan anak perempuan disebabkan karena kelompok ini merupakan kelompok rentan yang relatif kurang atau belum mampu mengakses pendidikan sebagaimana dengan laki-laki. Pendidikan (dalam arti sempit yang berarti adalah pengajaran di sekolah) bukan saja harus bersifat terbuka, namun juga memungkinkan semua orang untuk dapat menikmatinya tanpa ada perbedaan. Hal ini sebagaimana tercantum dengan jelas dalam pasal 10 CEDAW, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Para negara peserta harus mengambil semua tindakan yang tepat untuk menghapus diskriminasi terhadap perempuan, agar dapat menjamin bagi mereka hak-hak yang sama dengan laki-laki di bidang pendidikan dan terutama untuk menjamin atas dasar persamaan antara laki-laki dan perempuan.”  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang setara antara perempuan dan laki-laki juga menjadi tujuan utama dalam Millenium Development Goals (MDGs), yang menyebutkan adanya pendidikan dasar yang universal dan mengembangkan kesetaraan gender serta memberdayakan perempuan. Dimana dalam salah satu targetnya adalah mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah. Pentingnya kesetaraan gender dalam pendidikan tidak lepas dari kenyataan masih adanya ketimpangan antara laki-laki dan perempuan dalam mengakses pendidikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan bagi perempuan dan anak (perempuan) adat terpencil menjadi penting karena masih rendahnya pendidikan anak perempuan. Dalam urusan pendidikan, anak perempuan acapkali dinomorduakan. Demikian halnya dengan anak perempuan adat terpencil. Dibanding anak laki-laki, anak perempuan tingkat pendidikannya lebih rendah. Ini tidak lepas dari adanya adat yang berlaku, dimana perempuan tidak perlu memiliki pendidikan yang lebih tinggi. Perempuan dipandang tidak perlu mendapatkan pendidikan tinggi karena perempuan nantinya lebih berperan dalam urusan domestik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29639871-1592913505293255197?l=bunga-rumput.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/feeds/1592913505293255197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29639871&amp;postID=1592913505293255197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1592913505293255197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29639871/posts/default/1592913505293255197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bunga-rumput.blogspot.com/2009/06/hak-perempuan-adat-terpencil-dalam.html' title='Hak Perempuan Adat Terpencil dalam Konteks Hak Asasi Perempuan'/><author><name>ria permana sari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17307698645417934516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_UDGfNxqNEnQ/SQsIyK2_q8I/AAAAAAAAAFg/MuginEE1g1c/S220/crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
